NEWS UPDATE

Tim Bravo 5 Maluku Siap Menangkan Jokowi Di Pilpres 2019

Ketua Bidang Kajian Strategis Tim Bravo 5 Provinsi Maluku, Tammat R. Talaohu (kiri), didampingi Ketua Bidang Media & Publikasi Hairudin Tuarita (kanan), saat jumpa pers di Ambon, Minggu, 24 Juni 2018.

RakyatMaluku.com – TIM Bravo 5 yang merupakan bagian dari Relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai terbentuk di Provinsi Maluku, dengan diketuai Abdullah Tuasikal dan John Pelamonia selaku sekretaris. Sedangkan Said Assagaff selaku ketua Dewan Pembina.

Menurut Ketua Bidang Kajian Strategis Tim Bravo 5 Provinsi Maluku, Tammat R. Talaohu, Tim Bravo 5 Maluku akan melakukan konsolidasi dengan seluruh elemen masyarakat untuk kembali memenangkan Jokowi dalam pemilihan Presiden 2019 mendatang.

“Hanya satu kata, kami siap memenangkan pak Jokowi untuk kembali memimpin Indonesia. Karena kami menilai, selain banyak pembangunan yang dihasilkan, Jokowi juga telah berhasil membangun kebhinnekaan di negara ini,” tegas Talaohu didampingi Ketua Bidang Media dan Publikasi Hairudin Tuarita, kepada wartawan di Ambon, Minggu, 24 Juni 2018.

Dijelaskan, Tim Bravo 5 yang dipimpin Jend. TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan selaku Ketua Umum Pusat, selain telah terbentuk di beberapa daerah di Indonesia, juga telah terbentuk di 11 kabupaten/kota se-Provinsi Maluku.

“Dengan terbentuknya Tim Bravo 5 Maluku di 11 kabupaten/kota ini, maka tugas kami selanjutnya adalah mensosialisasikan kerja nyata Jokowi selama menjabat Presiden. Sehingga, masyarakat dapat mengetahui benar kerja pak Jokowi selama ini nyata adanya,” jelas Talaohu.

Bravo 5 dibentuk pada awal pencapresan Jokowi 2014 lalu. Awalnya digagas untuk menangkal kampanye hitam menyangkut isu SARA yang diarahkan kepada Jokowi. Tim Pusat terdiri atas lima orang, antara lain mantan Menteri Luar Negeri dan Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Alwi Shihab dan Jendral TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan.

“Demi menjaga keutuhan bangsa dari potensi perpecahan karena isu agama, maka pada tahun 2014 lalu Tim Bravo 5 Pusat itu melakukan kampanye politik ke seluruh Indonesia, dengan fokus ke pesantren-pesantren guna menangkal kampanye hitam yang mengusung sentimen agama,” ungkapnya. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top