ADVETORIAL

Tingkatkan Pendapatan Desa Pemdes Negeri Lima Manfaatkan DAM Wae Ela Sebagai Objek Wisata Alam

Dam Wae Ela

PEMERINTAH  Desa Negeri Lima Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) saat ini tengah mengupayakan agar DAM Wae Ela yang berada di desa setempat itu dapat dimanfaatkan menjadi satu destinasi wisata alam lokal.

Pemanfaatan DAM sebagai destinasi wisata alam itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan desa menuju desa mandiri yang juga guna mendongkrak kesejahteraan masyarakat. 

Untuk menjadi sebuah ojek wisata, tentu diperlukan berbagai fasilitas maupun sarana dan prasarana pendukung lainnya. Namun sebelum itu, perlu dilakukan survei terleh dahulu terkait layak dan tidaknya satu kawasan dijadikan sebagai objek wisata, tentu dengan melihat pada kondisi geografus yang ada di lokasi tersebut.

Terkait dengan DAM Wae Ela itu sendiri, Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Leihitu Kabupaten Malteng trlah mrlakukan survey untuk melihat sejauh mana potensi lokasi tersebut untuk dijadikan sebagai objek wisata alam.

Dalam survei yang dilakukan, tim menemukan bahwa DAM Wai Ela merupakan satu genangan air yang cukup besar dan telah mrmbentuk sebuah danau di tengah hutan pada desa setempat. DAM Wae Ela merupakan satu danau yang cukup besar kabupaten Malteng meupun di Maluku secara umum. 

DAM Wae Ela itu terbentuk lantaran terjadingya bencana tektonik yang melanda pegunungan desa Negeri Lima beberapa tahun lalu yang telah menyisakan sebuah kawah dengan ukuran yang sangat luas ditengah deretan pegunungan.

Beberapa mata air mengalir menuju kawah tersebut, salah satunya yang terkenal yaitu mata air Wae Ela, yang kemudian membentuk satu genangan air yang mengisi penuh kawah tersebut sehingga membentuk sebuah danau yang berwarna hijau kebiruan dengan kedalaman mencapai 10-30 meter dari permukaan ke dasar danau.

Ketua TPID kecamatan Leihitu, Ismail Mony kepada Harian Rakyat Maluku menjelaskan, berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim dilapangan, memang pesona danau DAM Wae Ela saat ini sangat indah. Selain itu, kawasan disekitar danau itu juga memberikan kesejukan dan kedaian yang merambat jiwa. Danau hijau kebiruan itu berada ditengah deret pegunungan yang seolah mengapit, dan dikeliling pepojhonan hijau, asri, alami dan sungguh bersahaja.

Lokasi danau DAM Wae Ela itu memang sangat berpotensi menjadi sebuah tempat wisata alam. Sebab itulah, sehingga pemerintah desa setempat mencoba menggagasnya menjadi satu destinasi wisata alam local di Desa tersebut.

Untuk menjadikan danau DAM Wae Ela itu menjadi objek wisata alam, maka diperlukan berbagai fasilitas pendukung. Diantaranya, pemerintah desa harus membuka akses jalan menuju lokasi DAM Wae Ela, membangun talud penahan tanah yang dianggap rawan longsor.

Selain itu, fasilitas pendukung lain dalam proses penyelesaian lainnya seperti pengadaan perahu mini/sampan bagi pengunjung untuk mengarungi danau. Melepaskan benih ikan ke danau sebagai daya tarik tersendiri sekaligus untuk menjaga ekosistem air, serta membangun tempat-tempat peristirahatan atau tempat santai di lokasi wisata itu.

Bentuk pendanaan, pemerintah setempat masih menggunakan Anggaran Pendapatan Desa (APD) desa Negeri Lima tahun 2017 hingga 2019. Meski baru berjalan, dan masih dalam proses penjajakan, namun objek wisata alam DAM Wae Ela dalam waktu singkat ini telah mampu mendatangkan para pengunjung wisata alam disana.

“Berhubung masih dalam tahap promosi, maka saat ini pemerintah setempat memberlakukan tarif wisata. Nanti setelah waktu yang ditentukan, barulah tarif bagi pengunjung di danau DAM Wae Ela tersebut akan diberlakukan sebagai incame desa,” jelas Ismail.

Untuk menambah daya tarik begi tempat wisata tersebut, jarud menjaga ekosistem melalui kegiatan inovatif dengan perpaduan ekosistem dengan melepaskan bibit ikan air tawar ke dalam danau Wae Ela. Mencegah bencana di pegunungan dengan membangun talud penahan tanah, serta memanfaatkan hasil bencana tektonik menjadi sebuah destinasi wisata lokal desa guna meningkatkan pendapatan desa.

“Dari survey tersebut, tim TPID merekomendasikan beberapa hal, diantaranya, Perlu adanya perluasan informasi dan publikasi dalam rangkapromosi, Menjaga kestabilan keamanan agar tetap kondusif, Peningkatan fasilitas serta kualitasnya, serta Membangun fasilitas sarana dan prasarana penunjang lainnya, seperti MCK dan tempat khusus bagi jajanan kuliner,” tandasnya. (R1/ADV)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top