Uncategorized

Tingkatkan Prokes, Assement Lapangan Prodi PMI IAIN Ambon Digelar Via Zoom

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Guna menghindari adanya penyebaran wabah Coronavirus disease 2019 (Covid-19), yang sekaligus meningkatkan protokol kesehatan (Prokes), maka Assesmen Lapangan Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (Uswah) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon yang berlangsung dari hari Jumat-Sabtu, (20-21 November 2020) digelar secara online via virtual Zoom.


Assesmen Lapangan ini dilakukan oleh dua Assesor dari Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT); Najahan Musyafak, Dr., Drs., MA dan Yasril Yazid, Dr., MIS, yang berada di lokasi terpisah. Najahan Musyafak, Dr., Drs., MA di Jakarta, Yasril Yazid, Dr., MIS dari Provinsi Kepulauan Riau, dan pimpinan Fakultas dan Prodi PMI dari kampus IAIN Ambon.

Rektor IAIN Ambon, Dr. Zainal A. Rahawarin, M.Si dalam sambutannya mengharapkan agar pelaksanaan visitasi Program Studi PMI dapat menjadi penilaian terbaik di tengah pembangunan IAIN Ambon saat ini dan ke depan.

Rektor menjelaskan, meski baru diamanatkan memimpin kampus ini, ia telah komitmen untuk memajukan IAIN Ambon dengan segala kemampuan bersama. Sebab itu, visitasi Prodi PMI menjadi starting point untuk periode kepemimpinannya dalam melakukan terobosan dan inovasi baru, untuk proses percepatan peningkatan kinerja, sehingga budaya mutu benar-benar bisa tumbuh dan hidup dalam kegiatan akademik maupun non akademik di IAIN Ambon.

Ia berharap, Assesmen Lapangan Prodi PMI ini, dapat mencapai hasil maksimal. “Karena menurut kami, apa yang sudah dilakukan telah maksimal. Semoga bisa mendapat predikat baik berdasarkan penilaian.” Selanjutnya, kata Rektor, berbagai kekurangan yang ditemukan selama proses visitasi akan menjadi bahan evaluasi dan kajian sebagaimana tujuan utama pengembangan IAIN Ambon ke depan. “Pertama, menentukan program studi dan perguruan tinggi berdasarkan kriteria yang mengacu kepada standar nasional pendidikan perguruan tinggi. Kedua, penjamin mutu program studi dan perguruan tinggi secara eksternal baik di bidang akademik maupun non akademik, untuk melindungi kepentingan mahasiswa dan masyarakat.”

Rektor juga mengakui, keinginan terbesarnya agar para assesor dapat berkunjung langsung ke kampus IAIN Ambon, namun adanya kondisi negara dengan wabah Covid-19, termasuk wilayah Kota Ambon dan Maluku khususnya, sehingga keinginana itu menjadi terbatasi. Sekiranya, kegiatan Assesmen lapangan ini dapat berjalan maksimal sesuai harapan untuk kemajuan Prodi PMI dan IAIN Ambon khususnya.

Sementara itu, Assesor BAN-PT, Najahan Musyafak, Dr., Drs., MA, dalam arahannya menjelaskan, pelaksanaan Assesmen Lapangan merupakan instruksi langsung dari BAN-PT untuk dirinya bersama Yasril Yazid, Dr., MIS., dalam rangka memvalidasi kembali dokumen borang akreditasi yang telah disampaikan oleh pimpinan IAIN Ambon melalui Program Studi PMI. Sebagai Assesor, baik dirinya maupun rekannya Yasril Yazid, Dr., MIS, tidak bertugas untuk menjust atau mencari-cari kesalahan dari isi borang, tapi kehadiran keduanya dalam rangka mencek kebenaran data yang telah disampaikan tersebut.

Sedianya, lanjut Najahan, assesment lapangan ini dilakukan langsung di IAIN Ambon, namun, dengan keadaan negara saat ini, sehingga AL ini diadakan secara virtual zoom. Meski demikian, proses assesmennya tetap berlaku sesuai dengan prosedur dan standar yang dimiliki BAN-PT.

“Saya dan Pak dan Yasril Yazid, atas nama BAN-PT menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar IAIN Ambon melalui Program Studi PMI, yang sudah secara sadar dan terencana untuk melakukan upaya akreditasi sebagai bagian dari upaya secara sistemik peningkatan kualitas manajemen, kualitas kelembagaan dan kualitas aspek standar mutu. Sekiranya, kegiatan ini akan berjalan lancar sesuai yang sudah diagendakan.”

Menurut Najahan, visitasi merupakan program pemerintah untuk memvaliditasi seluruh perguruan tinggi di Indonesia, agar sejajar pada pengembangannya. Tak heran, apabila proses-proses visitasi menjadi sangat ditekankan oleh pemerintah. “Upaya ini merupakan salah satu ikhtiar agar tingkat kesetaraan di dalam standar mutu akademik bisa sejajar dengan perguruan tinggi yang lain, sesuai dengan standar nasional perguruan tinggi yang diterapkan oleh pemerintah.”

Artinya, lanjut dia, bahwa dengan masuknya PMI ini dalam standar mutu BAN-PT, maka akan memiliki kesetaraan dalam standarisasi mutu. “Kami di sini dalam rangka mengemban amanat dari BAN-PT untuk melakukan klarifikasi. Melakukan pengayaan. Melakukan checking data terkait dengan borang yang telah kita baca bersama. Kami berdua telah membaca Borang PMI yang diajukan. Kami hadir sebagai fartner untuk bisa berdiskusi terkait dengan tujuh standar, mulai dari visi misi sampai ke bidang kerjasama. Pemotretan terhadap Prodi PMI telah kita lakukan dan kita ingin membuktikannya,” kata Najahan.

Hingga selesai, proses assesmen lapangan yang berlangsung virtual berjalan dengan aman, lancar dan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Ketua Prodi PMI IAIN Ambon, M. Syafin Soulisa, di sela-sela kegiatan ini menjelaskan, seluruh tahapan dan kebutuhan untuk pelaksanaan assesmen ini telah dilakukan. Pihak Prodi sepenuhnya menyerahkan kepada para Assesor dari BAN-PT untuk memberikan penilaian terhadap borang Prodi PMI.

Dalam proses visitasi berlangsung, menurut Syafin, pihaknya diminta untuk mengklarifikasi berbagai data dan dokumen yang terdapat di dalam borang. Selain harus diperlihatkan di dalam dokumennya, juga harus dilihat secara langsung melalui video call. Untuk itu, visitasi ini sama halnya dengan visitasi yang dilakukan di lapangan, sebab, prosesnya sama, namun berlangsung secara virtual.

Setelah melalui tahapan assesmen selama dua hari, Kajur PMI yang kini mengambil doktor di UKIM tersebut berharap, mendapatkan nilai akhir yang menggemberikan demi pengembangan Prodi PMI dan IAIN Ambon ke depan. “Kami sudah maksimal, tinggal selanjutnya kita tunggu hasil akhir. Semoga upaya yang sudah kami lakukan, dapat membawa hasil yang memuaskan untuk kita semua. Untuk umat, bangsa dan negara di dunia pendidikan tinggi khususnya di IAIN Ambon dan Maluku umumnya,” harap Syafin. (WHL)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top