ADVETORIAL

Ujian Ajang Evaluasi Proses Belajar Dan Kinerja Guru

UJIAN Akhir Madrasah (UAM) adalah salah satu rangkaian evaluasi pendidikan. Tidak sebatas mengevaluasi proses belajar siswa.

Tetapi sekaligus mengevaluasi kinerja guru apakah selama ini, proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah tepat atau belum, begitupun penggunaan metodenya,penerapan strategi dan model pembelajaran.

Hal ini ditekankan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tengah M. Hanafi Rumatiga, saat membuka resmi pelaksanaan UAM perdana di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Maluku Tengah Di Tulehu, Senin 8 April 2019.

Dikatakan, melalui hasil ujian yang diperoleh nantinya dapat diketahui letak dimana keberhasilan atau kekurangan baik yang bertumpuh pada siswa, guru ataupun Kepala Madrasah.

“Nanti diukur sejauh mana kinerja guru. Termasuk kinerja Kepala Madrasah. Sejauh mana kepada madrasah memenej sekolah dengan anggaran yang ada untuk memenuhi seluruh kebutuhan guru dalam rangka melaksanakan pembelajaran efektif guan mencapai hasil yang maksimal,” kata Rumatiga.

Menurut Rumatiga, indikator menilai keberhasilan dan kelemahan cukup sederhana. Apabila rata-rata nilai yang dikantongi siswa dibawa 55 persen maka menunjukan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan guru belum maksimal.

Tentu ini perlu diperbaiki dan kelemahannya dievaluasi lebih lanjut. Sebaliknya, jika rata-rata nilai siswa diatas 55 persen maka proses pembelajaran dinyatakan berhasil dan kelemahan berada pada siswa. Mungkin saja karena kurang termotivasi, atau pengaruh psikologis dan lainnya.

“Ini akan diketahui melalui proses analisa dari jawaban siswa per item. Setiap item soal itu mewakili sub pokok bahasan yang diajarkan guru.Misalnya satu sub pokok bahasan bisa diketahui berapa siswa yang mampu menjawab. Atau berapa persen dari siswa itu. Kalau diatas 55 persen berarti proses pembelajaran dianggap berhasil. Jika sebaliknya tidak mencapai itu maka kinerja guru harus dipertanyakan,”tutur Rumatiga.

Dia menambahkan, jika pada kenyataanya kelemahan itu bertumpuh pada guru dilakukan identifikasi terhadap proses penerapan metodologi,strategi dan model pembelajarannya.

“Memang ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi. Misalnya redistribusi guru yang tidak merata sehingga nilai dari mapel tertentu jatuh atau faktor lainnya.Kalau akibat faktor ini sudah tentu kita petakan dimana ada tumpukan guru pada madrasah tertentu segera diredistribusikan untuk memenuhi kebutuhan itu,”tambah Rumatiga.

Sementara itu, Kepala MIN 5 Malteng Ahmad Seknun berharap, dengan berbagai persiapan dan kesiapan yang sudah dilakukan maksimal dapat mengantarkan siswanya mencapai hasil yang positif.

”Saya dan seluruh stakeholder di MIN 5 Malteng memiliki harapan besar bahwa siswa kami dapat meraih sukses dalam pelaksanaan ujian ditahun ini,” kata Seknun.

Dikatakan, kurang lebih dari tiga bulan, siswa disiapkan melalui berbagai pemantapan serta evaluasi dari proses pemantapan itu.

“Alhamdulillah hasil dari pelaksanaan try out yang dilaksanakan cukup memuaskan. sehingga, kami optimis siswa dapat mencapai nilai yang memuaskan,”singkat Ahmad Seknun.(CIK)

 

Kasi Pendis Kemenag Malteng Buka UAM Di MIN 7 Kailolo

KEPALA  Seksi (Kasi) Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Maluku Tengah Ahmad Sou berkesempatan membuka secara resmi pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah (UAM) tingkat Madrasah Ibtidaiyah hari pertama di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 7 Maluku Tengah di Kailolo, Kecamatan Pulau Haruku, Senin 8 April.

Dalam arahan singkatnya mewakili Kepala Kantor Kemenag Malteng, Ahmad Sou berharap, pelaksanaan ujian UAM memperkuat komitmen dan kemauan siswa untuk menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada Tanggal 22 April mendatang.

“Saya berharap agar siswa khususnya  siswa MIN 7 Malteng dapat meraih sukses dan hasil maksimal didalam UAM ini. Tetapi pelaksanaan ujian masih tersisah satu tahap lagi sehingga siswa harus terus belajar mengasa diri,” harapnya.

Usai membuka pelaksanaan UAM di MIN 7 Malteng yang ditandai dengan pembukaan sampu, Ahmad Sou juga berkesempatan meninjau langsung sejumlah madrasah ibtidaiyah dibawa sub Rayon 7.

Sementara itu, Kepala MIN 7 Maluku Tengah di Kailolo, Moksen Anwar mengungkapkan, jauh sebelum siswa diperhadapkan dengan proses baik UAM/US yang sudah selesai dilaksanakan maupun USBN akan datang siswa sudah disiapkan sejak tiga bulan terakhir. Proses persiapan itu dilakukan melakukan pemantapan hingga pelaksanaan try out.(CIK)

 

MIN 1 Malteng Gandeng Satlantas Bentuk Polisi Cilik

DALAM rangka memberikan pengetahuan dasar tentang keselamatan berlalulintas bagi generasi muda bangsa di Maluku, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Maluku Tengah di Masohi, segera melakukan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) bersama Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Maluku Tengah dalam waktu dekat ini.

Kepala MIN 1 Maluku Tengah, Abdul Wahid Sanaky mengaku, Penandatangan MoU itu merupakan bentuk dukungan formalitas untuk mengikat hubungan kerja sama kedua belah pihak. 

Namun sedianya, kunjungan dan kerja sama melalui aksi nyata sudah dilakukan oleh pihak Satlantas Polres Malteng dengan mendatangi MIN 1 Malteng serta memberikan sosialisasi maupun pelatihan kepada siswa/siswi.

“Kerja sama ini pernah berlangsung ditahun 2015 lalu. Tetapi sempat putus. Dan ditahun ini akan kembali dibuka lagi mengingat pentingnya pengetahuan rambu-rambu lalulintas bagi siswa untuk menunjang keselamatan berlalulintas,”akui Abdul Wahid Sanaky.

Dijelaskan, dalam rencana kerja sama tersebut, akan disepakati waktu kunjungan atau realisasi dari kesepakatan bersama itu. Dimana nantinya dalam satu bulan ada dua kali kunjungan Petugas Satlantas Polres Malteng ke MIN 1 Malteng atau sebaliknya siswa MIN 1 Malteng dibawa ke Polres Malteng guna mendapatkan pendidikan tambahan atau pelatihan terkait dengan rambu-rambu lalulintas.

”Jadi ada tenaga pendidik dari Satlantas Polres Malteng yang disiapkan untuk memberikan tambahan pengetahuan,” jelas Abdul Wahid Sanaky.

Dirinya berharap, dengan adaya kerjasama ini dapat memacu peningkatkan pengetahuan siswa sejak dini tentang keutamaan keselamatan dijalan raya.

”Intinya pentingnya ditumbuhkan kesadaran berlalulintas sejak dini kepada sisa sekolah dasar melalui perkenalan rambu-rambu lalulintas,”harap Abdul Wahid Sanaky. (CIK)

 

MTsN 1 Malteng Maksimal UNBK

PELAKSANAAN  Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP/Mts Tahun Pelajaran 2018/2019 sebentar lagi dihelat. Berbagai persiapan akademik maupun kesiapan keterampilan siswa mengoperasionalkan komputer sudah dilakukan dengan maksimal.

Dengan bekal itu,diharapkan hasil yang dicapai dalam tahun ini dapat memuaskan sesuai harapan bersama.

Kepala MTsN 1 Maluku Tengah di Tulehu, M. Saleh Lestaluhu mengungkapkan,pelaksanaan UNBK ditahun sebelumnya menjadi pengalaman untuk dilakukan pembenahan sehingga ditahun ini UNBK dapat dilaksanakan dengan maksimal. Baik dari kesiapan teknis hingga kesiapan pendukung lainnya.

Diakui, sejauh ini fasilitas yang dimiliki MTsN 1 Malteng telah mampu mengakomodir jumlah peserta  ujian ditahun ini. Dimana jumlah peserta sebanyak 286 akan didukung 11O Unit Komputer dengan pelaksanaan UNBK dalam tiga sesi.

“Intinya ditahun ini kami siap. Siap untuk sukses pelaksanaan maupun siap mencapai sukses hasilnya” akui Lestaluhu. (CIK)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top