Uncategorized

Unjukrasa Minta Kekayaan Dirut PK Diaudit | Rusdy Ambon: Saya Lebih Suka

RAKYATMALUKU.COM – AMBON — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Organisasi Mahasiswa Perjuangan akan menggelar unjukrasa terhadap Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PD. Pancakarya (PK), Rusdy Ambon, yang dipusatkan di Kantor Gubernur Maluku dan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Kamis 24 September 2020.



Menurut Ketua Solidaritas Peduli Rakyat Kecil (STERIL) Kota Ambon Wawan Tomson, tuntutan utama dalam aksi demontrasi nanti yakni, meminta Gubernur Maluku segera perintahkan Inspektorat maupun lembaga Auditor Independen lainnya untuk melakukan proses audit terhadap kekayaan pribadi Rusdy Ambon, serta terhadap keuangan PD. Pancakarya, secara terpisah.

“Ini perlu dilakukan mengingat Rusdy Ambon baru saja membeli lahan dan bangunan Raden Pandji yang terletak di Jl. A.M. Sangadji, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, senilai Rp 3,5 miliar. Sehingga harus ditelusuri uang miliaran rupiah ini darimana,” tegas Tomson, kepada koran ini, di Ambon, Rabu, 23 September 2020.

Jika dalam hasil audit menunjukkan kekayaan Rusdy Ambon yang tidak wajar, Tomson meminta Kejati Maluku sebagai lembaga penegak hukum untuk segera menindaklanjutinya dengan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Kejaksaan harus usut tuntas dugaan ini, jangan sampai pembelian lahan dan bangunan Raden Pandji menggunakan anggaran perusahaan daerah. Karena, kerugian PD Pancakarya sama halnya dengan kerugian daerah. Dan perbuatan tersebut termasuk tindak pidana korupsi,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Tomson, pihaknya juga meminta Gubernur Maluku Murad Ismail, segera mencopot Rusdy Ambon dari jabatannya sebagai Plt Dirut PD. Pancakarya. Sebab, selain sudah berumur cukup tua, jabatan pelaksana tugas yang melekat lebih dari satu tahun itu, tergolong kadaluarsa. “Aturan darimana jabatan pelaksana tugas pada seorang pejabat BUMD bisa lebih dari satu tahun. Untuk itu, kami minta agar Rusdy Ambon segera dicopot dari jabatannya, demi pengelolaan keuangan daerah pada PD Pancakarya bisa lebih baik kedepannya,” pintanya.

Ia menjelaskan, aksi demonstrasinya itu juga bagian dari penyambutan untuk Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, di Kota Ambon, dalam agenda penyerahan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku kepada Pemprov Maluku Utara (Malut). “Kebetulan Ketua KPK Firli Bahuri diagendakan tiba di Ambon pada Kamis pekan ini, maka kita sambut dengan aksi demo sebagai bentuk dukungan terhadap KPK dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,” jelas Tomson.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PD. Pancakarya, Rusdy Ambon, yang dikonfirmasi koran ini, mengaku kesiapannya untuk di audit. Sebab, dirinya tidak pernah merasa menggunakan keuangan daerah untuk kepentingan pribadi. “Tidak masalah mereka demo saya, bahkan saya lebih suka kalau di audit agar semuanya jelas. Dan kalau tidak terbukti, saya bisa bawa siapa dalangnya ke jalur hukum juga,” tegas Rusdy. (RIO)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top