NEWS UPDATE

Unpatti Bantah, Tidak Ada Pengaturan Skor Dalam Seleksi Dosen

Jantje Tjiptabudi

PIHAK  Universitas Pattimura (Unpatti) membantah pemberlakuan skor dalam seleksi dosen di Unpatti. 

Klarifikasi ini disempaikan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unpatti, Dr. Jantje Tjiptabudi kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu 23 Januari 2019.

Sebagai penanggungjawab, Jantje menegaskan tidak ada pemberlakuan skor dalam seleksi dosen di Unpatti sebagaimana yang diberitakan Harian Rakyat Maluku beberapa waktu lalu terkait dugaan pemberlakuan skor dalam seleksi dosen tahun 2018 di Unpatti.

Menurutnya, semua proses seleksi dosen di Unpatti itu sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh kementerian. Ada dua tahap dalam seleksi dosen PNS, yakni seleksi TKD yang langsung ditangani oleh panitia pusat. 

Kata dia, Seleksi tersebut sebelumnya dilakukan sesuai dengan peraturan menteri  nomor 37 dengan standar nilai yang relative tinggi. Namun, peraturan peraturan tersebut kemudian dirubah dalam peraturan menteri nomor 61 karena banyak formasi tidak terisi. 

“Jadi kalau seleksi itu dilakukan dengan menggunakan peraturan menteri 37, maka yang lolos itu hanya 10 peserta sesuai  dengan standar nilai yang ditetapkan dari 201 orang peserta. Tapi dengan diberlakukan permen 61, sehingga jumlahnya meningkat dari 10 orang menjadi 123 orang yang lolos tahap awal, yakni TKD,” ujarnya.

Setelah itu, kemudian dilanjutkan dengan tes kompetensi bidang. Tes kompetensi bidang (TKB) itu dilakukan berbeda dengan TKD. Dalam TKD, itu hanya satu soal yang disusun untuk semua peserta tes. Sementara TKB ada 76 soal untuk 76 bidang studi. 

Dia mengaku telah berkoordinasi dengan tim ITE terkait melakukan tes menggunakan system computer, agar ketika selesai melakukan tes, para peserta langsung bisa melihat hasilnya.

Namun, karena terbatas soal memprogramkan dan menginstal ke computer dimana satu hari hanya empat computer yang bisa diprogramkan. Sehingga kalau untuk 76 bidang formasi yang harus diisi itu membutuhkan waktu tiga minggu, sehingga tidak bisa. 

“Dalam petunjuk kementerian, kalau memang kita tidak bisa menyiapkan hal itu dalam waktu singkat, maka kita diperbolehkan melakukan ujian secara tertulis dengan menggunakan kertas,” terangnya.

Yang berikut, dalam seleksi tersebut tidak ada permaian skor. Pihaknya memiliki berkas terkait pengujian baik itu tertulis, wawancara dan praktek mengajar itu tersedia semuanya. Jadi tidak ada permainan skor. 

Sebab, saat selesai dilakukan tes, pada hari yang sama juga langsung dinilai oleh tim penilai dari masing-masing bidang ilmunya, dan nilainya langsung di input. Semua yang lolos dalam tahapan terakhir itu murni berdasarkan kualitas dan kemampuan yang dimiliki peserta. Seleksi yang dilakukan itu sesuai dengan prosedur yangdiatur dati kementerian.

“Jadi tidak ada permainan skor. Ada anak pejabatpun tidak lolos, lalu bagaimana bisa ada permainan skor,” tegasnya. 

Ini berkaitan dengan kredibilitas Unpatti sebagai perguruan tinggi ternama di Maluku sehingga harus melakukan sesuatu yang betul-betul memberikan contoh yang baik kepada publik,” tandasnya.

Sementara itu, Hendrik Salmon yang adalah tim penyusun dan penilai praktek mengajar kualifikasi pendidikan menyampaikan, soal yang disusun itu dalam bentuk mentiple coys yang dibekali dengan SOP yangditurunkan dari krmenterian. 

“Jadi kalau dalam pemberitaan itu dikatakan bahwa soal itu sama dan diberitahukan kepada panitia tapi panitianya tidak merubahnya, itu tidak benar.

Kalau seandainya dari 100 soal itu ada 57 atau 60 itu sama maka panitianya itu formalitas. Namun, kalau soalnya 100 dan hanya 1 saja yang sama, maka itu bonus. Karena tim diberikan waktu satu hari untuk menyusun soal. Kalau soalnya itu bersifat bagaimana-jelaskan saja itu gampang. Tapi kalau soalnya bersifat mentiple coys itu sangat sulit karena harus mencari sepadan kata yang artinya sama sehingga timbul analisa,” jelasnya.

Kata dia, sebelum menyusun soal, dia telah memastikan tidak ada nepotisme kepada dekan Hukum, sehingga jangan harap ada anak dosen yang lolos menjadi dosen jika tidak berkualitas. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top