KABUPATEN SBB

Usai MTQ SBB, Ketua Panitia Abaikan Honor Panitia

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, – Sejumlah panitia dan pemuda asal Negeri Latu, mengaku dipimpong oleh Ketua Panitia Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang digelar di Kecamatan Amalatu, 26 – 29 September 2021.

Bagaimana tidak, hingga hajatan umat Islam di SBB itu usai, hak-hak atau honor panitia, dan para pemuda asal Negeri Latu, yang dipekerjakan untuk membantu menyiapkan hal ikhwal dari awal hingga selesainya penyelenggaraan MTQ SBB, belum juga dibayarkan.

Mereka hanya dijanjikan oleh Ketua Panitia MTQ SBB, H. Sya’ban Patty untuk dibayarkan hak-haknya, baik sebagai panitia maupun tenaga kerja sebelum MTQ selesai. Namun, hingga selesainya MTQ SBB yang dimulai dari tanggal 26-29 September 2021 lalu, baik panitia maupun warga yang dipekerjakan, belum juga dibayarkan honornya.

Salah satu panitia yang enggan namanya disebutkan mengakui, dirinya tiap saat dihubungi, baik oleh rekan-rekannya sesama panitia, maupun pemuda Latu, akan hak-hak mereka, yang dijanjikan panitia. Pasalnya, kegiatan MTQ sudah selesai satu pekan lalu, namun hak-hak mereka berupa honor, belum juga dibayarkan.

Ia menilai, Ketua Panitia MTQ X SBB, H. Sya’ban Patty, tidak bertanggungjawab, dan tidak memiliki itikad baik untuk membayarkan honor, baik panitia maupun tenaga kerja yang sudah membantu panitia, mulai dari kesiapan awal, hingga menjadi keamanan selama MTQ berlangsung.

Terbukti, kata dia, sudah satu pekan berlalu, mereka tidak pernah dihubungi untuk membahas masalah ini. Padahal, panitia dan warga yang sudah dipekerjakan mengawal jalannya MTQ hingga selesai, telah dijanjikan untuk cost tersebut. Bahkan, akibat dari janji Ketua Panitia itu, warga rela mengawal jalannya MTQ dan mengabaikan tugas keseharian mereka, baik sebelum hingga terselenggaranya MTQ sampai selesai.

“Selesai kegiatan MTQ sampai hari ini, Ketua Panitia tidak mengundang kami untuk rapat evaluasi atau rapat pembubaran panitia. Tadi ketua panitia undang rapat bersama ketua-ketua seksi. Anehnya, anggota panitia tidak diundang. Fatalnya itu, baik Camat maupun wakil ketua panitia juga tidak diundang. Maksudnya apa? dan, ada apa ini sebenarnya? tanya dia, yang mengaku keheranan.

Ia berharap, Bupati SBB, Timotius Akerina dan Sekda SBB, Mansur Tuharea, dapat segera memanggil Ketua Panitia dan mengevaluasinya, sebelum masalah ini melebar. “Apalagi, ini hajatan ummat. Dan, sangat memalukan kalau ini benar-benar sampai terjadi. Sudah satu pekan penutupan, tak hak-hak kami berupa honor belum juga dibayarkan.” (AAN)

--------------------

Berita Populer

To Top