AMBONESIA

Usut SPPD Fiktif di DPRD Ambon

Polisi Periksa Sekwan, 23 Aleg Ambon Menyusul

RakyatMaluku.com – TIM penyidik dari Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, terus mengejar otak dibalik penyalagunaan anggaran fiktif di tubuh DPRD Kota Ambon Tahun 2011 senilai Rp4 miliar lebih. Guna mengungkap jejak para pelaku, Penyidik dari Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, mengundang Sekretaris DPRD Kota Ambon, Elkyopas Silooy, untuk diminta keterangannya, terhadap kasus program fiktif tersebut. Elky sapaan pendeknya masuk ke Ruang Unit IV Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, sekira 09.45 WIT, pada Senin, 25 Juni 2018.

Keterangan Elky sangat dibutuhkan untuk membantu penyidik dalam mengungpkan dugaan penyalahgunaan anggaran dalam perjalanan dinas DPRD Kota Ambon di Tahun 2011 lalu.

Kasat Reskrim AKP R.E Adikusuma, yang dikonfirmasi menjelaskan, sampai saat ini dugaan penyalahgunaan anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif terus dikembangkan. Pelanggarannya mencapai Rp4 milliar. Dana miliaran rupiah tersebut, merupakan uang negara yang harus dipertanggungjawabkan. “Tadi (kemarin, red) kita periksa Pak Sekwan (Elkyopas Silooy) dengan menanyakan beliau 29 pertanyan. Memang saat itu beliau belum belum jadi Sekwan, tapi keterangannya seputar mekanisme pengeluaran uang perjalanan dinas pasti beliau tahu,” jelas Kasat kepada wartawan di ruang kerjanya.

Setelah pemeriksaan Sekwan, tambah dia, sejumlah anggota DPRD aktif juga akan diperiksa. Meraka-meraka ini yang tahun 2011 lalu masih berada di gedung yang berkedudukan di Belakang Soya, Jalan Rijali, Kecamatan Sirimau. Sebelumnya, sambung mantan Kasat Reskrim Polres Seram Bagian Barat (SBB).

“Ada 23 anggota DPRD Kota Ambon yang akan kita periksa. Mereka ini kan yang tahun 2011 lalu masih menjadi anggota dewan. Memang ada yang sudah meninggal, tapi yang ada kita akan periksa. Kalau ada yang mengambil uang tanpa melakukan perjalanan dinas, pasti menjadi tersangka, tetapi kita akan gelar perkara dulu untuk tetapkan tersangka,” tegas dia.

Sebelumnya, beberapa pekan lalu, dua anggota DPRD Kota Ambon, Riudan Hasan dan Max Pattiapon, telah diperiksa. Khusus buat Max Pattiapon, ia akui melakukan perjalanan dinas lebih dari sekali, dan ada beberapa daerah yang jadi tujuan. “Max Pattiapon akui melakukan perjalanan dinas 5 kali dan ada beberapa daerah yang menjadi tujuan perjalanan dinas itu. Untuk SPPD fiktif di dewan Kota Ambon, 8 saksi telah kita periksa, Nanti kita lihat, siapa-siapa yang ambil uang tapi tidak melakukan perjalanan dinas pasti kena,” tutup dia. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top