AMBONESIA

Wagub Ajak HIPMI Bangun Perekonomian Daerah

Ketua HIPMI Maluku Jaqueline Margareth Sahetapy saat menyampaikan sambutan di SILATDA BPD HIPMI Maluku, Selasa 16 Juli 2019

BADAN Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD – HIPMI) Provinsi Maluku menggelar silaturahmi daerah (Silatda) bertemakan “Memperkokoh Solidaritas Pengusaha Muda Maluku Menuju Indonesia 4.0”, yang berlangsung di Swiss Belhotel Ambon, Selasa, 16 Juli 2019.

Acara yang dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) itu dirangkai dengan penyampaian visi misi oleh dua dari empat calon ketua umum (caketum) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP – HIPMI) periode 2019-2022.

Yakni, Ajib Hamdani selaku wakil bendahara umum BPP HIPMI dengan nomor urut 2 dan Mardani H Maming selaku mantan Bupati Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dengan nomor 4.

Sedangkan dua caketum lainnya yang tidak hadir itu yakni, Bagas Adhadirgha selaku Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata BPP HIPMI dengan nomor urut 1 dan Akbar Buchari selaku mantan Ketum BPD HIPMI Sumut dengan nomor urut 3.

Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno, saat menyampaikan sambutan pada SILATDA BPD HIPMI Maluku, Selasa 16 Juli 2019

Wakil Gubernur Maluku Drs. Barnabas Nathaniel Orno, diawal sambutannya mengajak HIPMI Maluku maupun HIPMI pusat agar dapat bersama-sama membantu pemerintah daerah dalam melihat berbagai persoalan kesejahteraan di Maluku, terutama membangun perekonomian di berbagai pelosok daerah.

“Maluku kaya akan hasil alamnya, kaya akan budayanya, kaya akan kearifan lokalnya, dan kaya akan lautnya. Untuk itu saya minta kepada HIPMI Maluku dan HIPMI pusat tolong promosikan dan perjuangan nasib rakyat Maluku di pusat demi kesejahtetaan masyarakat yang lebih baik dan maju,” pintanya.

“Jika HIPMI tidak membantu pemerintah dalam membangun perekonomian di daerah, maka yang rugi para pengusaha atau teman-teman HIPMI itu sendiri. Untuk itu, kita masyarakat Maluku harus bersatu, HIPMI Maluku juga harus bersatu meminta HIPMI pusat tolong perjuangkan nasib Maluku,” tambah Orno.

Hal senada juga disampaikan Ketum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia yang diwakili Ketua Bidang OKK BPP HIPMI Boy Sangadji. Menurutnya, saat ini HIPMI telah mengekspor cengkeh dari Indonesia ke Singapura. Namun untuk ekspor ke eropa belum bisa dilakukan lantaran mahal.

“Kemarin kita sudah bicara dengan kepala Pelindo, kalau bisa dalam satu bulan 40 kontainer maka akan di buka disini (Maluku). Jadi semua perijinan maupun kontrol bisa dilakukan disini. Untuk itu, kami minta keberpihakan. Jika tidak ada keberpihakan kepada anak-anak muda kita, maka pertumbuhan ekonomi akan berjalan ditempat,” tutur Boy.

“Dari pada orang lain diluar sana yang menjual, lebih baik anak-anak kita disini yang menjualnya, supaya ada kesejahteraan terhadap para pelaku usaha di Maluku,” tambah mantan ketum BPD HIPMI Maluku itu.

Terkait peningkatan kesejahteraan dan perekonomian di Maluku, Ia juga menyarakan kepada pemerintah daerah agar bisa mengajak para kontraktor luar yang mengerjakan proyek 20 – 100 miliar di Maluku untuk berinvestasi di Maluku. Hal itu bertujuan agar uang tesebut bisa diputar lagi di Maluku untuk investasi lainnya.

“Saat saya menjabat Ketum BPD HIPMI Maluku periode kemarin, kami pernah rapat dengan DPRD dan menyampaikan hal itu. Jadi begitu uang keluar dari Bank Maluku, mereka harus diajak berinvestasi di Maluku. Ini juga bagian dari aspirasi kita anak-anak muda di Maluku. Sebab, langkah ini bagian dari meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian kita di Maluku,” pungkas Boy.

Dikesempatan yang sama, Ketum BPD HIPMI Maluku Jaqueline Margareth Sahetapy yang akrab disapa JMS, dalam sambutannya mengatakan, silaturahmi daerah ini menjadi bersejarah karena dua hal prinsip.

Pertama, dihadiri oleh pengusaha-pengusaha muda yang visioner baik nasional maupun lokal. Dan kedua, menjadi momentum strategis untuk mendiskursuskan sekaligus mendorong kesadaran dan sinergitas positif berbagai elemen untuk merespon tantangan era revoluasi industri 4.0.

“Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan silahturahmi daerah ini dapat berkontribusi untuk mempersiapkan pengusaha-pengusaha muda Maluku menghadapi berbagai perubahan dalam era revolusi industri 4.0,” ucapnya.

BPD HIPMI Maluku

Dikatakannya, BPD HIPMI Maluku periode 2017-2020 telah bekerja selama dua tahun bersama-sama dengan sejumlah pengusaha muda Maluku dari berbagai latar belakang bidang usaha untuk mendorong akselerasi pembangunan dan mengagregasi berbagai kebutuhan masyarakat Maluku di 11 kabupaten/kota.

“Ini bukti tanggungjawab profesional etis sebagai bagian dari entitas masyarakat Maluku,” tutur JMS.

Saat ini, lanjut JMS, masyarakat hidup dalam lingkungan global yang sangat dinamis. Sejumlah fenomena global yang dihadapi adalah perubahan secara terus menerus, perubahan yang disertai perkembangan teknologi informasi yang sangat kompleksitas, penuh resiko dan kejutan, serta perubahan yang sulit dikalkulasi dan diprediksi.

“Kondisi ini mengisyaratkan kita sekalian untuk terus berinovasi agar terjadi peningkatan daya saing, lebih produktif dan memiliki fleksibilitas tinggi dalam menghadapi perubahan terus menerus yang sulit diprediksi,” jelasnya.

Sebagai organsiasi profesi yang melahirkan pengusaha-pengusaha muda, kata JMS, BPD HIPMI Maluku tentunya memberi apresiasi dan dukungan pada visi kepemimpinan baru Maluku yang dinakhodai oleh Gubernur Murad Ismail dan Wakil Gubernur Barnabas Orno.

Sebab, pasangan Murad – Orno merupakan sebuah kolaborasi kepemimpinan yang lengkap, perpaduan seorang analis kebijakan utama bidang strategi dan seorang birokrat, yang melahirkan kepemimpinan pekerja keras disiplin dan tegas.

“Yang kami harapkan dapat memberikan rasa aman, tenteram, damai dan harmonis bagi masa depan Maluku, sehingga kehidupan sosial masyarakat dan pertumbuhan ekonomi dengan menghadirkan investasi-investasi besar dapat tumbuh subur dan berkontribusi bagi pembangunan Maluku,” harapnya.

BPD HIPMI Maluku juga memberi apresiasi dan mendukung empat program yang diprioritaskan gubernur dan wakil gubernur yang baru, agar Maluku dapat sejajar dengan provinsi lain. Yakni, mengentaskan kemiskinan, mengurangi angka pengangguran, memperbaiki pelayanan publik, dan melakukan moratorium pertambangan.

“Dalam konteks yang visioner ini, kami melihat bahwa sangat terbuka ruang kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah daerah dengan stakeholder lokal maupun nasional. Dan sebagai respons atas agenda-agenda yang akan dikerjakan pemerintah daerah, BPD HIPMI Maluku bersedia menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam skema kerjasama maupun investasi jangka panjang,” tambahnya.

BPD HIPMI Maluku saat peluncuran HIPMI MARKET

Dikatakannya, ditengah-tengah kompetisi era industri 4.0, Maluku membutuhkan program dengan daya inovasi yang tinggi, lebih produktif, meningkatkan daya saing daerah dan fleksibilitas tinggi dalam menghadapi perubahan yang dramatis.

“Oleh karena itu, kami berharap pemerintah daerah dapat merespons langkah-langkah strategis pasca silahturahmi daerah ini untuk membicarakan kesiapan pengusaha muda Maluku dalam kompetisi era industri 4.0,” pintanya.

Dengan menggunakan skema program making Indonesia 4.0 (oleh kementerian perindustrian), lanjut JMS, BPD HIPMI Maluku juga berharap dapat mendorong peningkatan daya saing pengusaha muda dan produk-produk lokal di level nasional.

Dan dengan visi satu desa satu pengusaha, BPD HIPMI Maluku terus berusaha sekuat tenaga untuk tetap berkontribusi bagi pembangunan Maluku, dengan menghidupkan perekonomian skala makro dan kecil (home industry) agar mampu mendorong daya saing produk-produk lokal di pasar persaingan nasional maupun regional.

“Kami ingin Maluku sejajar dengan provinsi lain, dan karena itu kami berkepentingan melahirkan pengusaha-pengusaha baru yang inovatif dan berdaya saing di setiap desa,” tutup JMS.

Pantauan koran ini, diakhir acara dilakukan Lounching Aplikasi HIPMI Market oleh Ketum BPD HIPMI Maluku Jaqueline Margareth Sahetapy, didampingi Ketua Bidang OKK BPP HIPMI Boy Sangadji, dan dua caketum BPP – HIPMI) periode 2019-2022 yakni, Ajib Hamdani dan Mardani H Maming.

Selain dihadiri seluruh ketum dan pengurus BPC HIPMI 11 kabupaten/ kota di Provinsi Maluku, acara tersebut juga dihadiri oleh ketum BPD HIPMI dari Aceh, Sulawesi Selatan, Sumatra Barat, Jambi, dan Maluku Utara. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top