AMBONESIA

Wagub Maluku Keluhkan Transportasi Laut ke Komisi VI DPR-RI

Zeth Sahuburua

RakyatMaluku.com – TIM Komisi VI DPR RI yang membidangi industri, investasi dan persaingan usaha melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Maluku. Kunjungan kerja ini diawali dengan mendatangi Kantor Gubernur Maluku, yang disambut langsung oleh Wakil Gubernur, Zeth Sahuburua, Senin, 30 Juli 2018.

Tim Komisi VI DPR dipimpin H. Azam Azman Natawijana, bersama enam rekannya. Dalam pertemuan ini, Wakil Gubernur Maluku, menyampaikan segudang persoalan pembangunan dan kemasyarakatan yang ada di Maluku kepada para Aleg pusat itu. Hal penting menurut Sahuburua, masalah transportasi, mengingat kondisi geografis Maluku yang berupa kepulauan, sehingga dibutuhkan adanya subsidi sarana dan prasarana transportasi laut yang memadai, bukan membekas dari pusat.

“Transportasi laut, daratdan udara sangat penting karena geografis kita, subsidi kapal-kapal antar pulau bisa dicukupkan lagi. Tantangan terbesar adalah transportasi. Kalau kita bandingkan dengan bangun jalan belum sesuai, saya kira transportasi penting karena kita ingin bangun Maluku itu dengan Trans Maluku dari Pulau Buru (Gugus Pulau I) sampai Pulau Wetar (Gugus Pulau 12). Kita butuh jalan darat juga butuh kapal laut,” tekan Sahuburua.

Beberapa persoalan lainnya, seperti, listrik, mengingat sampai sejauh ini masih banyak masyarakat Maluku yang sebagaian besar berada di daerah kepulauan belum menikmati fasilitas elektrifikasi. Sehingga pemerintah pusat harus bisa memberikan subsidi yang besar untuk listrik bagi masyarakat Maluku.

“Kelistrikan harus menjadi prioritas karena kita pulau-pulau bukan kontinental, kita sangat butuhkan subsidi besar untuk listrik, kalau tidak penduduk di pulau-pulau kecil dapat listrik.”

Selain itu, Sahuburua juga menyentil Program Corporate Social Responsibility (Dana CSR) dari BUMN juga harus dikerahkan sepenuhnya bagi kesejahteraan masyarakat di Maluku. Hal ini berkaca dari keungutngan yang diraih BUMN-BUMN itu berasal dari Maluku. Karena kalau mau diambil dari APBD Maluku itu tidak akan cukup. Sehingg aprogram CSR dari BUMN sangat diharpkan pemerintah Maluku agar porsinya dinaikkan.

Ketua Tim Komisi VI DPR RI, H. Azam Azman Natawijana, menyambut permintaan Wagub Maluku menegaskan, untuk pengembangan sektor perikanan dan kelautan di Maluku akan menjadi masukan bagi Komisi VI DPR RI, guna disampaikan kepada pihak kementerian terkait.

“Sudah beberapa kali ibu Susi berjanji perhatikan Maluku terkait dengan perikanan, tetapi hanya janji saja tidak terealisasi sehingga potensi ikan tidak menjadi manfaat bagi Maluku. ini jadi masukan bagi Komisi VI untuk menyampaikan kepada komisi yang bermitra dengan Kelautan sehingga kita harapkan ini menjadi perhatian jangan sampai potensi yang besar ini tidak menjadikan masyarakat sejahtera agar kemiskinanan berkurang di Maluku. Karena potensinya (perikanan dan kelautan) besar, sehingga harus ada industri perikanan di sini, bukan hanya di bawa keluar, jika ada industri dinisi akan ciptakan lapangan kerja, tingkatkan pendapatan daerah terkait produksi perikanan,” jelas dia.

Soal listrik, Natawijaya mengaku, hari ini, Komisi VI akan menanyakan kepada PLN Wilayah Maluku-Malut, saat pertemuan sebagaimana yang telah dijadwalkan.

“Kita juga akan bicarakan dengan PLN sejauh mana elektrifikasi ini, apakah betul-betul 2019 bisa jadi kenyataan sesuai harapan Pemprov Maluku atau tidak. Begitu juga pogram kemitraan bina lingkungan dari BUMN juga diharapkan bisa digelonmtorkan di Maluku lebih banyak lagi, dan kita akan bicarakan dengan menteri terkait.” Begitu juga dengan keluhan dari Diskop Maluku, Natawijaya mengatakan akan disampaikan Komisi VI kepada Kementerian terkait untuk diperhatikan.

“Koperasi juga minta bisa ditingkatkan (dari segi pembiayaan) karena koperasi salah satu pilar ekonomi kita. BUMN swasta dan Koperasi adalah tiga lembaga jadi branding sehinggapertumbuhan ekonomi jadi lebih bagus. Juga potensi lain sepereti kerajinan kita Komisi VI berharap perlu dijadikan produk unggulan agar bisa ditampilkan di kancah nasional dan internasional,” tegas dia. (YAS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top