NEWS UPDATE

Wajah Baru Dipastikan Dominasi Kursi DPR-RI

Caleg wajah baru DPR RI Dapil Maluku untuk Pileg 2019

Dinasti Politik Pengaruhi Tuasikal, Kursi Golkar Terancam Hilang 

TIGA bulan lagi Pemilihan Umum dan Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) akan digelar secara bersamaan, tepatnya 17 April 2019.

Tapi masih banyak pemilih yang belum menentukan pilihan kepada siapa suara yang akan mereka wakilkan terutama untuk kursi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dari Daerah Pemilihan Maluku. 

Berdasarkan survei yang dilakukan Badan Penilitian dan Pengembangan (Balitbang) Rakyat Maluku 14- 26 Januari 2019 dalam bentuk wawancara dengan ratusan pemilih dari 11 Kabupaten/Kota, didapatkan 52.4 % sudah menentukan pilihan mereka, dan 47,6% pemilih yang belum menentukan pilihan termasuk ragu-ragu. Ini lebih besar dari dukungan person kepada calon anggota DPR-RI.

Beragam alasan disampaikan, diantaranya tidak mengenal calon anggota legislatif DPR-RI. Hal ini menandakan kerja-kerja partai politik dan para calon anggota DPR-RI belum merata di semua wilayah Maluku, sementara pemilihan tinggal tiga bulan lagi. 

Dalam survei muncul nama-nama baru dalam bursa Pileg 2019 khusus untuk kursi DPR-RI. Seperti Habiba Pellu, Safitri Malik, Melky Frans, Hendrik Lewerissa,  Sahril Wasahua, Soedeson Tandra, Raymond C.Syauta, Rosita Usman, Saadiyah Uluputty, dan  Abdullah Tuasikal. 

Survei yang dilakukan dengan mengajukan empat pertanyaan kunci kepada pemilih seperti siapa yang akan dipilih ketika Pileg diadakan sekarang, maka responden mengajukan nama Habiba Pellu yang akan dipilih. 

Habiba Pellu muncul di pemilih Maluku Tengah, Kota Ambon dan Seram Bagian Barat. Kemudian Safitri Malik Soilissa di Kota Ambon, Maluku Tengah, dan Pulau Buru. 

Setelah itu, ada nama Hendrik Lewerissa yang menguasai Dapil Kota Ambon, dan Maluku Tengah bersaing kecil dengan Rosita Usman di dapil ini. Disusul Melky Frans yang mengambil kantong-kantong PDIP di wilayah Maluku Tenggara Barat, Aru dan Maluku Barat Daya. Adapun Mercy Barends hanya bisa menguasai sebagian kecil di MTB dan MBD serta Aru. 

 

Di Dapil ini sebagian besar pemilih masih belum menentukan pilihan mereka, termasuk juga di Dapil Maluku Tenggara dan Kota Tual untuk Caleg DPR-RI nyaris tak ada nama yang mereka usulkan. Sementara di Kabupaten Seram Bagian Timur nama Amirudin Tomanina dan Edison Betaubun yang diajukan untuk kursi DPR-RI.

Uniknya, dari survei ini, ditemukan fakta ada ketidakonsistensi dari simpatisan partai politik. Seperti yang terjadi di Partai Golkar, rata-rata mereka menyukai Golkar tapi mendukung Hendrik Lewerissa di DPR-RI. Begitupun dengan PDIP yang mendukung Melky Frans seorang kader Demokrat.  Sementara pendukung Nasdem hanya sebagian memilih Rosita Usman dan Abdullah Tuasikal. 

Nama Abdullah Tuasikal pun muncul di Kecamatan Pulau Haruku daerah asalnya, itupun disebut para loyalis Golkar.

Adapun Habiba Pellu berhasil meraup suara mayoritas di Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat karena kerja-kerja PKB dan pemilih yang merupakan bagian dari Nahdatul Ulama serta gerakan Fatayat NU. 

Habiba Pellu juga dekat dengan pemilih yang dulunya mengawal dinasti Tuasikal, seperti pemilih di Kecamatan Leihitu, Kecamatan Saparua dan Tehoru. 

Para pemilih yang dulunya mendukung Abdullah Tuasikal rupanya sudah hengkang. Hal ini terkait dengan sistem politik yang dibangun Abdullah Tuasikal selama ini, apalagi bersamaan dengan Pileg kali ini dia juga mengajukan istrinya sebagai anggota DPD-RI. 

Para pemilih di Kabupaten Maluku mengaku tidak lagi akan mendukung Abdullah Tuasikal. Bahkan di Kecamatan Saparua basis riel Tuasikal selama ini pun sudah terdegradasi. Sebagian dari mereka mengaku kecewa dengan keberadaan anak Abdullah Tuasikal, Amri Tuasikal yang empat tahun duduk di Senayan tapi tidak memiliki kontribusi riel bagi konstituennya. 

Sementara Edison Betabun yang namanya hanya muncul di SBT, bukan di Tual, Malra yang merupakan daerah asalnya, disebabkan sejumlah kekeliruan yang terjadi pada beberapa momentum politik di Maluku. Salah satunya isu rasial yang dikampanyekan Edison saat Pilgub mapun isu rasial terkait calon anggota DPR-RI dari wilayah Maluku Tenggara. (TIM)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top