KABUPATEN SBB

Warga Dusun Translok Ditusuk Hingga Tewas

RAKYATMALUKU.COM – SBB,- Nasib nahas dialami Stewar Leleury, warga Dusun Translok, Desa Eti, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Korban ditusuk dengan benda tajam di bagian tubuhnya pada Senin, 12 Oktober 2020 sekira Pukul 22.30 WIT. Nahasnya, setelah dilarikan ke Rumah Sakit Umum SBB di Kecamatan Piru, nyawa Stewar tak dapat ditolong. Stewar menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Piru, sekira Pukul 22.45 WIT.


Kematian Stewar membuat warga naik pitang dan membakar kendaraan milik pelaku, yang diduga berasal dari Lumoli.

Keterangan yang dihimpun rakyatmaluku.com menyebutkan, kejadian ini bermula hanya karena salah paham. Di mana, korban awalnya menegur pelaku dengan suara keras. Saat ditegur, pelaku berlalu begitu saja tanpa meresponnya. Pelaku yang tadinya menuju desa Lumoli, tiba-tiba kembali lagi ke desa Translok di mana saat bertemu dengan korban. Tepat di perempatan jalan SD, pelaku turun dari kendaraan roda duanya, dan menemui Stewr Leleury. Seketika, pelaku yang belum diketahui identitasnya itu langsung menusuk tubuh korban dengan benda tajam.

Usai beraksi, pelaku kabur dan meninggalkan kendaraannya di lokasi kejadian. Warga yang melihat kejadian ini, langsung bertindak dan membakar kendaraan pelaku.

Tak lama setelah kejadian, datang empat warga Desa Lumoli dengan menggunakan alat tajam. Keempatnya sempat dihadang oleh Frets Litai, untuk kembali ke desanya. Sayang, usaha Frets untuk menghadang empat warga ini tidak diindahkan. Keempatnya terus menuju Dusun Translok. Tiba di Dusun Translok, empat warga asal Desa Lumoli langsung disambut. Alhasil, dua warga, Joner Laturake (31) dan Yames Lekalait (49) dibacok.

Kapolres SBB Bayu Tarida Butar Butar, yang dikonfirmasi membenarkan kejadian Senin malam itu.

Menurut Kapolres, pelaku saat itu ditegur, tapi tidak diindahkan karena kebisingan dari suara motornya. “Sekembalinya dari Lumoli, oknum warga Lumoli ini dia kembali ke kerumunan pemuda Translok dan akhirnya terjadilah peristiwa penusukan itu terhadap satu orang pemuda Translok yang meninggal dunia,” beber Kapolres.

Pasca kejadian itu, kondisi kedua kampung itu dapat dikendalikan. Ia berharap, persoalan ini diserahkan kepada pihak berwajib untuk ditangani. “Situasi terakhir aman, kondusif dan terkendali. Dan saya harapan semoga dari pihak keluarga tidak ada melakukan aksi-aksi balas dendam, dan mempercayakan kepada pihak kepolisian untuk memproses hukum peristiwa ini,” pesan Kapolres SBB.(*)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top