Uncategorized

Warga Hitumessing Ancam Duduki Kantor Camat Leihitu

RakyatMaluku.com – WARGA Negeri Hitumesing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, mengeluarkan maklumat untuk menduduki Kantor Kecamatan Leihitu yang ada di Desa Hila. Ancaman ini disampaikan warga, menyusul belum diresponnya permohonan pelantikan caretaker pejabat Muhammad Slamet, menggantikan, Etwin Slamet oleh Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua.

Setelah melakukan koordinasi dengan Bupati Maluku Tengah, sampai kini belum juga ada titik terang untuk proses pergantian. Padahal, sering setiap kali ada pertemuan dengan pejabat Pemerintah Maluku Tengah, selalu dijanjikan untuk segera dilakukan pergantian. Namun, dari sekian janji pejabat Maluku Tengah, tak ada satupun yang direalisasikan. Agar persoalan ini segera direspon, maka warga Hitumessing, terpaksa akan mengambil jalan pintas dengan cara menduduki Kantor Camat Leihitu, dalam waktu dekat, bila Bupati Maluku Tengah, beserta bawahannya mendiamkan persoalan ini.

“Tanggal 27 Juli itu kita dijanjikan akan dilantik caretaker pengganti pejabat saat ini (Etwin Slamet, red). Mestinya pelantikan pada, Sabtu, 28 Juli, namun ditunda tanggal 4 Agustus, tapi, sampai tanggal 6 Agustus, janji itu tidak direalisasikan. Makanya kita akan duduki Kantor Kecamatan,” ancam Hasan Slamet, salah satu saniri Negeri Hitumesing, yang disampaikan kepada wartawan, Senin, 6 Agustus.

Dia mengatakan, ancaman yang dilontarkannya ini tidak main-main bila tak dilantiknya caretaker. Pasalnya, warga telah membuktikan dengan disegelnya kantor desa setempat pasca kembali bupati melantik kembali Etwin Slamet sebagai pejabat. Jabatan yang disandang Etwin, itu sudah berusia 7 tahun. Padahal, calon tunggal raja telah disepakati saniri dan masyarakat.

“Kan aneh, kita telah menetapkan calon raja, tapi kenapa sampai saat ini tidak diteruskan bupati. Kenapa beliau harus lagi mengangkat seorang pejabat. Sudah begitu janji akan melantik caretaker tidak pernah dipenuhi. Ada apa dibalik semua ini. Jadi kita berjanji akan menyegel kantor kecamatan seperti yang kita lakukan kepada kantor desa kami beberapa waktu lalu. Beruntung saat kantor desa dipalang, Pak Kapolres dan Pak Dandim turun, kalau tidak tetap kiat gembok,” tegas dia.

Ditegaskan, ditetapkan caretaker setelah masyarakat dan saniri menggelar rapat pada, Jumat, 27 Juli. Rapat tersebut dihadiri Kepala Bagian Pemerintahan Ahmad Ohorella dan Kesbagpol Malteng Mat Pattimura. Dari rapat itu muncul tiga kesepakatan, salah satunya pelantikan caretaker pejabat Negeri Hitumessing. Mestinya, tambah dia, pelantikan dilaksanakan, Sabtu, 28 Juli, tapi ditunda.

“Pertemuan antara masyarakat, sanairi dan perwakilan bupati, itu disepakati tiga poin; pejabat (Etwin Slamet, red) diberhentikan, tetapkan caretaker dan penetepan raja definitif tunggu putusan PTUN,” beber dia.

Dia menjelaskan, selama ini bupati berjanji akan melantik raja definitf, namun entah kenapa, pejabat Etwin Slamet masih dipertahankan. Namun, penetapan caretaker, warga menyambutnya dengan sukaria.

“Penetapan raja ini kan dari mata rumah parenta (perintah, red). Dan muncul satu nama. Nah, nama ini sudah dibahas di dewan (DPRD Malteng, red). DPRD juga sudah menyetujuinya dengan memberikan rekomendasi kepada bupati, tapi sampai saat ini masih saja ditetapkan pejabat. Masa jabatan Etwin sudah selesai, ia bahkan dilantik kembali oleh bupati, tetapi masyarakat tidak sepakat sehingga menutup kantor desa. Penutupan kantort desa. Dengan protes ini akhirnya dilakukan pertemuan pada, Jumat itu, dan disetujuinya caretaker,” kata dia.

Hal yang sama dikatakan tokoh pemuda Ahmad Slamet. Slamet mengatakan bila dalam waktu dekat caretaker tidak dilantik, maka semua pemuda dan masyarakat menduduki Kantor Kecamatan Leihitu. “Kita sudah cek Pak Camat tentang Sk pelantikan caretaker, tapi jawaban camat tidak ada. Nah, ini kan kita telah ditipu. Untuk itu kita tidak main-main dalam persoalan ini. Kita terus diberi janji tapi tidak pernah ditepati Pemkab Malteng. Kita akan memalang kantor camat,” ancam dia. (AAN)

--------------------

Berita Populer

To Top