GERBANG PENDIDIKAN

Warga Palang Gedung, Aktifitas Belajar Siswa PAUD Desa Kilga Watubau Terhenti

RAKYATMALUKU.COM BULA, Proses belajar siswa-siswi Anak Usia Dini (PAUD) di desa Kilga Watubau Kecamatan Kiandarat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terpaksa diliburkan. Ini karena gedung milik warga yang biasa dipakai untuk aktifitas belajar mengajar dipalang pemilik. Penyebabnya, adalah uang sewa gedung selama dua tahun belum dibayar.

Padahal, total sewa gedung yang mesti dibayar kepada pemilik gedung bernama Sitiana Kelkusa hanya sebesar Rp.6 juta.

Hal ini diungkapkan salah satu warga Kilga Watubau, Latif Wadjo kepada Rakyat Maluku.com via seluler Kamis, 30 September 2021.

Kata dia, selain uang sewa gedung yang belum dibayar, tunjangan para guru honorer yang mengabdi di PAUD Lestari Indah senilai Rp 300 per bulan juga belum diberikan terhitung dari tahun 2020 sampai dengan 2021.

“Atas dasar itu hingga warga desa Kilga yang bernama Sitiana Kelkusa melakukan pemalangan serta mogok sekolah terhadap siswa dan para pengajar di PAUD Lestari Indah desa Kilga Watubau,”katanya.

Dia menilai, pemerintah desa setempat lalai menyikapi hal ini. Sebab, biasanya tanggung jawab penyelesaian persoalan seperti ini hanya ada pada pemdes setempat. Karena bisa dianggarkan lewat Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD).

Ia berkaca dari sebelumnya, anggaran pengelolaan PAUD seperti biaya sewa gedung dan honorer tenaga pengajar dialokasikan lewat ADD maupun DD setempat. Namun setelah berganti kepemimpinan kades, dana ini sudah tidak lagi dianggarkan. Kebijakan ini terjadi di masa pemerintahan pejabat kades baru.

“Akibat dari perbuatan karateker ini hingga terjdi aksi mogok mengajar dan siswa di liburkan tanpa ada tanggal merah dan hari libur,”ungkapnya.

Oleh karena itu, dia meminta persoalan tersebut harus cepat diselesaikan. Karena, bila situasi ini terus dibiarkan maka akan berdampak pada upaya mencerdaskan generasi usia dini di desa itu. Apalagi saat ini ada 34 siswa dan siswi yang sekolah pada PAUD Lestari Indah Desa Watubau.

“Sebagai pemerhati pembangunan di negeri, saya meminta kepada pemerintah daerah agar menyelesaikan persoalan yang terjadi di desa Kilga Watubau. Kalau persoalan ini terus dibiarkan proses pendidikan anak usia dini akan terhenti selamanya,”katanya.

--------------------

Berita Populer

To Top