AMBONESIA

Wawali : Ledakan Fitoplankton Tak Perlu Direspon Berlebihan

LEDAKAN atau blooming fitoplankton beracun jenis dinoflagelata gonyaulax di perairan Teluk Dalam Ambon, tak perlu direspon berlebihan oleh masyarakat. 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Walikota (Wawali) Ambon, Syarif Hadler, menanggapi keluhan masyarakat akan ledakan fitoplankton tersebut beberapa waktu lalu.

Adanya ledakan tersebut diketahui melalui edaran Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (LHP) Kota Ambon, yang kemudian menimbulkan keresahan di masyarakat, karena dianggap dapat mengancam aktifitas dan nyawa masyarakat di daerah pesisir. 

Terutama lagi, masyarakat yang kini menggantungkan hidupnya di daerah tersebut.

Keresahan bahkan juga dirasakan oleh para pedagang ikan di sejumlah pasar, yang ada di Kota Ambon. Di mana, para pedagang mengkhawatirkan warga tidak membeli ikan, lantaran adanya edaran resmi dari Pemkot Ambon, melalui Dinas LHP tersebut.

Wawali , meminta masyarakat Kota Ambon untuk tidak terlalu berlebihan dalam menanggapi surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (LHP) Kota Ambon terkait ledakan (Blooming) yang terjadi beberapa waktu lalu di teluk dalam kota Ambon. 

Pasalnya, surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas LHP kota Ambon itu hanya merupakan satu langkah antisipasi terhadap kemungkinan yang paling berbahaya ketika terjadi blooming fitoplankton beracun jenis Dinoflagelata Gonyaulax di teluk dalam Ambon. 

“Terkait sutat edaran dari dinas LHP itu sebagai ikhtiar bagi warga. Artinya warga jangan menanggapinya terlalu berlebihan, karena ini kan kita antisipasi kemungkinan yang paling berbahaya,” jelasnya.

Kata dia, kalau tidak dikeluarkan edaran seperti itu lantas dikemudian hari terjadi sesuatu, maka pemerintah kota Ambon tentu akan disalahkan. Dia mengaku, sejak surat edaran itu dikeluarkan, sampai hari ini belum dicabut karena dinas LHP hingga saat ini mesih berkoordinasi dengan pihak Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Kota Ambon untuk mengidentifikasi dampak selanjutnya. 

“Saya kira ini bukan yang pertama kali terjadi di teluk, tetapi beberapa waktu lalu juga sempat terjadi dan tidak menimbulkan ancaman yang berbahaya. Tetapi, selaku pemerintah kita harus memberikan peringatan dini untuk melindungi masyarakat,” tandas Wawali.

Terkait dengan pencabutan surat edaran tersebut, kata Syarif, Kepala Dinas LHP, Lucia Izaak sementara ditugaskan untuk berkoordinasi dengan LIPI untuk mendapatkan hasil penelitian dari pihak LIPI. 

“Kita akan mencabut surat edaran tersebut setelah data penelitian dari LIPI sudah diterima pemerintah kota Ambon. Semmentara Kadis LHP sedang ditugaskan berkoordinasi dengan LIPI Ambon,” tegas Wawali. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top