NEWS UPDATE

Yayasan Panti Asuhan Di Kayu Tiga Terbakar

RakyatMaluku.com – SETELAH kebakaran hebat melanda empat rumah toko (Ruko) di Kawasan Batumerah, Senin, 16 Juli lalu, kini kembali lagi bencana kebakaran melan­da Kota Ambon.

Kali ini, Yayasan Panti Asuhan RPSA Caleb House yang berada di Jalan Tabea Djou, Dusun Kayu Tiga, RT 006 /RW 01, Negeri Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, terbakar, Rabu, 1 Agustus 2018, habis dilahap si jago merah.

Api pertama kali muncul dari salah satu kamar panti tersebut. Ketika itu, pengurus yayasan sedang menyiapkan makan siang kepada anak-anak panti yang hendak sekolah. Kebakaran ini menyebabkan satu blok yang terdiri dari 20 anak hangus terbakar. Diduga kebakaran lantaran seorang anak MA membakar karton dalam kamar.
Si jago merah behasil dijinakan setelah armada Dinas Kebakaran Pemerintah Kota Ambon dikerahkan untuk memadamkan kobaran api, sehingga api tidak merembet ke blok lainnya.

Ketua Yayasan Caleb House, Farina Lewerissa, mengungkapkan, kebakaran pertama kali diketahui salah satu anak, Jeans Frans. Saat itu jeans Frans memapah adiknya keluar dari asrama putri karena melihat api. Dia pun memberitahukan terjadi kebakaran.

Sementara pihak yayasan, lanjut dia, sedang mempersiapkan makan siang buat anak-anak yang hendak sekolah.

“Dia (Jean) menyampaikan bahwa mama Makelo (Panggilan MA) bakar karton. Ruangan disebelah tabakar. Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00 sampai 10.30 WIT. Saat itu katong (kita, red) sementara menyiapkan makan siang untuk anak-anak yang akan ke sekolah,” kata Farinia Lewerissa, kepada wartawan, kemarin.

Mendapat laporan Jean, Farina Lewerissa yang berada di bilik sebelah, berlari menuju kamar tempat MA membakar karton. Ketua yayasan itu melihat api dan ia membu pintu serta jendela. Tak tinggal diam, Farinia Lewerissa, menyiram api dengan air seadanya. Upayanya untuk memadamkan api, hanya sia-sia, karena api semakin membesar.

“Saat itu beta (saya, red) rencana buka pintu pintu agar api keluar. Ternyata api sudah sampai di flapon. Mungkin karena ada angin dan api sudah taputar dalam ruangan,” jelasnya.

Api semakin memebsar, Farinia yang melihat MA didalam kamar, menariknya keluar. Semu anak asuhnya berhasil diselamatkan. Api pun membakar satu blok, sehingga blok tempat tinggal anak-anak wanita hangus terbakar.

“Saat berteriak beta lihat Om Yan. Beta minta Om Yan lepas sekren (kontak listrik). Saat itu yang ada hanya anak anak kecil. Anak anak besar semuanya sedang ke sekolah. Lalu beta larikan mereka ke arah hutan,” jelasnya. Farinia Lewerissa panik. Dalam benaknya, hanya terlintas untuk menyelamatkan seluruh anak asuhnya yang terdiri dari anak yatim piatu dan disabilitas. Seluruh barang berharga yang berada di bilik khusus anak perempuan ludes terbakar.

“Saat itu data administrasi yayasan seng sempat kas kaluar lai. Karena saat itu yang didalam beta pikirkan hanyalah kasih selamat anak anak saja. Kalaupun api makan (bakar) sampe samua bangunan, beta dan anak anak tetap selamat diatas. Jadi katong seng sempat kas kaluar anak anak perempuan punya barang-barang seperti pakaian. Jadi semua terbakar,” jelasnya.

MA, kata Lewerissa merupakan anak penyandang disabilitas. Kelakuannya juga sedikit mengalami gangguan. Lewerissa mengaku, bangunanan yang terbakar itu terdiri dari 2 kamar besar dan 2 kamar kecil. Jumlah anak asuh sebanyak 20 orang.

“Yang bakar ini adalah anak bisu, tuli dan agak terganggu. Dia sekolah di SLB Nania. Jumlah anak asuh 20 orang. Perempuan 4 dan laki laki 16. Yang kebutuhan khusus (disabilitas) ada 3 orang termasuk MA. Ruangan ini adalah kamar anak anak perempuan,” ucapnya. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top