HUKRIM

20-an Orang Diperiksa Kejati

Ilustrasi

  • KABAG KEUANGAN PEMKOT TUAL DISURUH PULANG

 

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, – Sebanyak 20 orang lebih hadir di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku untuk mejalani pemeriksaan dalam perkara dugaan korupsi yang sementara ditangani di tahap penyelidikan, Selasa, 11 Januari 2022.

Informasi yang dihimpun koran ini di Kantor Kejati Maluku, bahwa salah satu dari puluhan orang yang hadir itu di antaranya, Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Tual.

Namun Kabag Keuangan Pemkot Tual batal menjalani pemeriksaan lantaran tidak membawa surat atau dokumen yang diminta penyelidik sebelumnya.

“Ada sekitar 20 orang lebih sementara diperiksa penyelidik di dalam (ruang pidsus). Salah satunya Kabag Keuangan Pemkot Tual yang batal diperiksa karena tidak bawa dokumen yang diminta penyelidik,” kata sumber koran ini di Kantor Kejati Maluku.

Dia menjelaskan, pemeriksaan terhadap 20 orang lebih saksi itu, bukan hanya untuk satu perkara saja, melainkan banyak. Seperti Kabag Keuangan Pemkot Tual yang akan diperiksa terkait perkara dugaan korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tual tahun anggaran 2016.

“Mereka dipanggil atau diperiksa penyidik bukan untuk satu perkara, tapi untuk beberapa perkara yang sementara ditangani,” jelas sumber itu.

Ditanya perkara apa saja itu, sumber itu enggan mengungkapkannya. Sebab menurutnya, penanganan perkaranya masih dalam tahap penyelidikan. Sehingga belum dapat di ekspose atau dipublikasikan.

“Saya no koment, karena masih penyelidikan, masih bersifat rahasia demi kelancaran proses penyelidikan kedepannya. Jadi, sabar saja, kalau sudah waktunya, pasti semua akan diekspose ke publik,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku, Wahyudi Kareba, yang dikonfirmasi koran ini di ruang kerjanya, mengaku belum mendapat informasi terkait pemeriksaan sekitar 20 orang lebih itu.

“Saya tidak tahu, karena saya belum diberikan info itu dari dalam (penyelidik). Dan kalau pun benar informasi itu, sebenarnya juga belum bisa dipublikasikan karena masih dalam tahap penyelidikan. Jadi, saya harap teman-teman pers bisa memahami kerja-kerja Kejaksaan di tahap penyelidikan ini,” terangnya. (*)

--------------------

Berita Populer

To Top