HUKRIM

5 Hari di Kamar Kos, Jasad Niken Dibuang ke Laut oleh Pacarnya

JUMPA PERS, – Kapolres Maluku Tengah, AKBP Rosita Umasugi, menggelar konfrensi pers dalam kasus penemuan jasad wanita di Pantai Lesane, Kota Masohi, Kab. Malteng, Kamis, 19 Agustus 2021. IST

Laporan: Yuslan Idris | Masohi

RAKYATMALUKU.COM – MASOHI, — Niken Arsid Ilelapotoa, gadis malang yang ditemukan tewas di Pantai Lesane, Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah pada HUT Proklamasi NKRI ke-76 Tahun, Selasa, 17 Agustus 2021, ternyata sudah wafat di kamar kosnya sejak tanggal 13 Agustus 2021.

Alasan mengapa jasad Niken ditemukan di pantai Lesane, berikut keterangan Kapolres Malteng, AKBP Rosita Umasugi, setelah mengungkap keterangan dari pacar almarhumah, Erwin Soailo alias Ewin.

Sesuai keterangan yang didapatkan dari Erwin, setelah diamankan dan diproses polisi sejak Rabu, 18 Agustus 2021 dini hari, hingga Kamis, 19 Agustus 2021, akhirnya terungkap kalau, Niken telah meninggal dunia sejak tanggal 13 Agustus 2021 sekira Pukul 20.00 WIT. Setelah itu, jasadnya dibuang ke laut oleh Erwin alias Ewin yang merupakan pacar dari almarhumah. Hal ini ditegaskan Kapolres AKBP Rosita Umasugi, kepada wartawan di Kota Masohi, Kamis, 19 Agutus 2021.

Baca juga, Mayat Perempuan Ditemukan di Pantai Lesane

Kapolres menjelaskan, sepekan sebelum korban tutup usia, yang jasadnya ditinggal di kamar selama lima hari, almarhumah dipukul oleh Ewin pada bagian kepala hingga terbentur dinding.

Kemudian pada tanggal 12 Agustus 2021 sekira Pukul 23.30 WIT, saat pulang kerja, Ewin menemukan almarhumah sedang mandi. Emosi karena dilarang agar tidak mandi di malam hari enggan direspon, Ewin kembali melampiaskan amarahnya dengan memukul korban pada bagian kepala dan belakangnya. Akibatnya, kepala almarhumah terbentur di dinding kamar mandi hingga terjatuh ke lantai.

Emosi Ewin memuncak, karena, kata Kapolres Malteng, hasil pemeriksaan terhadap Ewin, almarhumah saat itu sedang sakit. Khawatir akan kondisi kesehatannya, Ewin melarang gadis malang itu agar tidak mandi di malam hari. Sayang, emosi Ewin berakhir dengan maut kepada Niken yang merupakan pacarnya.

Melihat tubuh korban yang terjatuh dan terlihat lemas, Ewin kemudian mengangkatnya ke dalam kamar kos mereka. Esoknya, Ewin kembali melakukan aktifitas menarik becak di Kota Masohi seperti biasanya.

Baca juga, Polres Malteng Amankan ES, Diduga Terlibat Kematian Niken

Tanggal 13 Agustus 2021 sekira Pukul 20.00 WIT, Ewin yang sudah selesai menarik becak, kembali ke kamar kos di mana tempat dirinya tinggal bersama Niken (Almarhumah). Nasib berkata lain. Tiba di kamar kos, Ewin menemukan Niken sudah tidak bernyawa. Bukannya mengabarkan keluarga korban, Ewin malah membiarkan jasad Niken terbaring di kamar kos mereka.

Jasad Niken dibiarkan hingga tanggal 17 Agustus 2021, sekira Pukul 03.30 WIT.

Melihat jasad almarhumah sudah tidak normal, Ewin lalu mengangkat dan membawanya ke dalam becak, yang kerap digunakan untuk mencari uang.

Lagi-lagi, jasad Niken tidak dibawa untuk pemakaman, tapi justeru dibawa ke pantai Salobar Lesane, Kota Masohi.

Tiba di bibir pantai, leher dan kaki kanan almarhumah diikat dengan dua bata. Setelah itu, jenazah Niken diletakan ke dalam perahu dan dibawa ke laut tepat pada area bagang. Sesampainya di area bagang itu, jenazah almarhumah lalu diikat bersama jangkar bagang dan ditinggalkannya.

Kapolres menegaskan, atas perbuatan tidak manusiawinya itu, Ewin disanksi dengan pasal 340 KUHP subsider pasal 338, subsidernya pasal 351 ayat (3) dan lebih subsidernya lagi pasal 181 KUHP.

“Keluarga korban sudah membuat laporan polisi dengan Nomor laporan polisi 85 tanggal 18 Agustus 2021. Dan, sudah kita tetapkan pelaku sebagai tersangka. Ancaman hukuman terberat terhadap tersangka yaitu hukuman 20 tahun sampai dengan hukuman seumur hidup,” tegas Kapolres.

Ewin yang sempat mengelak keterlibatan dirinya atas kematian Niken, akhirnya mengakui sendiri perbuatan tidak manusiawinya. Dari kejadian ini, polisi mengamankan barang bukti berupa, dua bata, celana, tali, serta kasur yang terdapat bercak darah.

Hingga kasus ini terungkap, Polres Malteng telah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi. Namun, tidak ada saksi yang melihat atau mendengar pelaku membunuh korban. Dari hasil pengembangan, pelaku mengakui seluruh perbuatannya. “Jadi pelakunya tunggal. Motifnya menurut pelaku, karena emosi terhadap korban. Di mana, setiap dilarang tidak boleh mandi malam, tapi tidak diikuti sehingga korban dipukul dan akhirnya meninggal,” simpul Kapolres perempuan satu-satunya di Maluku ini. (*)

--------------------

Berita Populer

To Top