HUKRIM

Ambil Sabu Dan Ganja Di PT. Pos Banda Neira, Teuku Asril Divonis 4 Tahun Penjara

Ilustrasi

RakyatMaluku.com – PENGADILAN Negeri (PN) Ambon menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Teuku Asril selama empat tahun, dan membayar denda sebesar Rp 800 juta subsider tiga bulan kurungan. Sebab, perbuatan terdakwa terbukti bersalah memiliki Narkotika jenis Sabu dan Ganja “Perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal Pasal 111 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Menyatakan barang bukti berupa satu paket sabu ukuran kecil dan ganja seberat 3,5 gram dirampas negara untuk dimusnahkan,” ucap  majelis hakim yang diketuai Samsudin La Hasan, saat membacakan amar putusannya di PN Ambon, Senin, 14 Mei 2018.

Terhadap putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chaterina Lesbata dan terdakwa melalui Penasehat Hukumnya, Abdusyukur Kaliky, sama-sama menyatakan menerima putusan majelis hakim. Sehingga ketua majelis hakim menyatakan perkaranya telah berkekuatan hukum tetap (inkrach).

Hukuman yang dijatuhi majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut terdakwa Teuku Asril selama lima tahun penjara, dan membayar denda sebesar Rp 800 juta subsider enam bulan, karena perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 111 dan 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

JPU dalam dakwaanya menjelaskan, terdakwa Teuku Asril, warga pendatang asal Bandung, Jawa Barat, berhasil diamankan petugas Polsek Pulau Banda, Kabu­paten Maluku Tengah (Malteng), usai mengambil kirimannya di PT Pos Indonesia cabang Banda, Senin, 7 Agustus 2017, sekitar pukul 14.00 Wit.

Awalnya, Polsek Banda mendapat informasi dari Kasat Reskrim Polres Malteng bahwa ada pengiriman Narkotika melalui jasa pe­layan PT. Pos menuju Banda Neira. Dari informasi itu, Kapolsek Banda mengerahkan dua personil mengawasi di kantor Pos Banda. Ketika paket kiriman dite­rima terdakwa Teuku Asril, polisi lang­sung menangkap terdakwa dan barang bukti.

Dari tangan terdakwa, polisi berhasil mengamankan barang bukti Nar­kotika berupa satu paket sabu uku­ran kecil sebanyak satu ji dan ganja seberat 3,5 gram. Dari hasil in­te­­rogasi, terdakwa mengaku bahwa ba­rang haram tersebut dikirim te­man­nya bernama Inco Wasri yang ju­ga warga Bandung.

Pelaku memesan sabu dan ganja melalui pasar online. Setelah mentransfer sejumlah uang, Inco Wasri mengirimkan paket pesanan berupa sabu dan ganja kepada terdakwa melalui jasa pengiriman PT. Pos Indonesia cabang Bali tujuan banda. Barang haram itu dibungkus koran dan ditutupi karton.

Terdakwa mengaku sabu dan ganja itu digunakan untuk terapi pengobatan. Terdakwa juga mengaku selama ini menderita sakit asam urat. Selanjutnya, terdakwa di giring ke Polres Malteng untuk diproses hukum lebih lanjut.
(RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top