AMBONESIA

Ambon dan Tual Dominasi Pemukiman Kumuh

RakyatMaluku.com – KOTA Ambon dan Kota Tual menyumbang angka tertinggi dalam kategori perumahan kumuh terbanyak di Provinsi Maluku. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Maluku, Kasrul Selang, kepada wartawan di Kota Ambon, Jumat, 18 Mei 2018.

Menurut Kasrul, berdasarkan rekapitulasi penetapan kawasan kumuh per kabupaten/kota se-Maluku tahun 2014-2019, maka Kota Ambon dan Tual menempati urutan terbanyak dalam jumlah perumahan kumuh terbanyak.

Kota Tual dengan jumlah penduduk 65,882 jiwa dengan luasan pemukiman kumuh 133,89 hektar dan Kota Ambon dengan jumlah jiwa 395,423 jiwa dengan luas pemukiman kumuh 102,64 hektar.

Dikatakan, selain dua kota tersebut, posisi selanjutnya diikuti oleh Kepulauan Aru, Kabupaten Seram Bagian Timur dan Seram Bagian Barat. Dimana untuk Kepulauan Aru dengan jumlah penduduk 89.995 jiwa dengan luasan pemukiman kumuh 44,74 hektar, Kabupaten SBT jumlah penduduk 106.698 jiwa dan luas pemukiman kumuh 25,26 hektar dan Kabupaten SBB dengan jumlah penduduk 168.829 jiwa dengan luasan pemukiman kumuh 10,64 hektar.

Selanjutnya kata Kasrul, diikuti oleh Kabupaten Buru, Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara dan Maluku Tengah. Sedangkan untuk dua kabupaten lainnya yaitu, Kabupaten Maluku Barat Daya dan Buru Selatan, keduanya belum memperoleh penetapan.

“Jadi dari 11 kabupaten/kota di Maluku, untuk penetapan wilayah atau daerah kumuh itu, Kota Tual dan Kota Ambon menempati posisi paling atas,” ungkapnya.

Selain itu dirinya juga menjelaskan, untuk menindaklanjuti misi Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, pada poin ke-2, maka pihaknya mencoba mengkategotikan permasalahan perumahan yang ada di Provinsi Maluku, yang salah satu poinnya yaitu, keterbatasan pengembang yang belum sesuai regulasi yang insetif dan lainnya.

Dari permasalahan tersebut, maka pihaknya kemudian bisa melakukan pemetaan berdasarkan isu-isu strategis diantaranya, menyangkut kualitas rumah yang makin hari berkembang sesuai dengan life stile orang.

“Dimana kebutuhan akan rumah itu, makin hari standarnya selalu meningkat. Kalau dulu itu orang bisa tinggal diruma dengan kondisi yang apa adanya, maka untuk sekarang ini sudah mengalami banyak perubahan,” bebernya.

Dicontohkan, untuk di Maluku infestasi prifet sangat lambat, sehingga pihaknya berharap bisa terjadi titik-titik ekonomi baru dari pemerintah agar multi player efeknya bisa baik dan terjadi daerah-daerah pertumbuhan baru.

“Misalnya dengan adanya jembatan merah putih, untuk kondisi poka sampai di bandara pertumbuhan ekonomi kreatifnya sangat nyata. Bahkan dari poka sampai bandara itu suda ada banyak sekali rumah makan dan kafe disekitar bandara sana,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dengan kondisi dinas yang dipimpinnya itu masih terbilang sangat baru, dimana dinas tersebut baru terbentuk selang dua tahun lalu, maka pihaknya akan selalu berupaya dengan baik untuk menjalankan tugas dan fungsi dinas tersebut dengan baik.

Berdasarkan Undang-Undang nomor 1 tahun 2011 tentang segala hal menyangkut perumahan dan pemukiman dengan lima tugas utama yang beberapa diantaranya yaitu, mewujudkan profesionalisme secara umum, meningkatkan amanat konsistusi ketersediaan rumah khusus dan umum bagi yang membutuhkan dalam hal ini masyarakat yang berpenghasilan rendah.

“Ini beberapa tigas dan fungsi dinas ini yang kita kerjakan saat ini,” jelas dia. (YAS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top