KABUPATEN SBT

Bencana Alam di Pulau Gorom Belum Diketahui Camat

RAKYATMALUKU.COM – SBT, – Bencana Alam yang terjadi di sejumlah tempat di Kecamatan Pulau Gorom Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) belum diketahui camat setempat. Padahal, dua bencana alam yang terjadi di wilayah itu yakni banjir di desa Administratif Dulak dan jebolnya talud sungai di dusun Suwakul desa Kataloka sudah viral.  Bahkan telah di beritakan lewat media online maupun media sosial.

Camat pulau Gorom, Ramli Keliobas yang dikonfirmasi soal dua bencana alam yang terjadi diwilayahnya mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan kejadian tersebut.

“Beta (saya) belum tahu karna beta ada di Bula,”kata Ramli saat dikonfirmasi Rakyat Maluku.com via seluler Rabu, 21 Juli 2021.

Ramli beralasan, belum membaca berita maupun postingan warga di media sosial lantaran kehabisan pulsa data. Oleh karena itu, hingga saat ini doa bahkan belum memerintahkan stafnya untuk melakukan meninjau lokasi bencana alam yang dimaksud. “Belum baca, beta punya hp besar pulsa data habis,”ujar Ramli singkat.

Sebelumnya, bencana alam berupa banjir dan jebolnya talud sungai terjadi di dua tempat berbeda di Pulau Gorom. Banjir terjadi di desa Dulak pada Minggu, 19 Juli 2021. Air setinggi lutut orang dewasa menggenangi kawasan kompleks Kelumun Sogal, desa Dulak. Kondisi ini membuat masyarakat setempat menaruh perhatian pada pemerintah daerah.

“Bencana lagi, banjir lagi
Sudah berkali-kali warga kompleks kelumun Sogal Desa ADM Dulak Kecamatan Pulau Gorom mengalami banjir yang slalu mempersulit warga setempat. Oleh karena itu, kami warga sangat mengharapkan perhatian serius dari pemerintah Daerah khususnya dinas terkait agar dapat mengambil tindakan untuk membantu kami warga setempat,”ungkap salah satu warga Dulak, Rusli Kelirey dalam postingannya di media sosial.

Sementara, jebolnya tanggul sungai di dusun Suwakul desa Kataloka terjadi dihari yang sama. Akibatnya, air yang mengalir di sungai itu hampir saja membanjiri rumah warga setempat. Meski belum terjadi namu bila tidak ditangani dikhawatirkan suatu saat akan terjadi banjir besar di pemukiman warga.

Dua bencana alam tersebut seharusnya diketahui camat sebagai pimpinan wilayah setempat. Ini penting agar bisa dilaporkan ke pemerintah daerah lewat instansi terkait terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sebab, laporan yang disampaikan camat bukan asal-asalan atau seadanya seperti yang disampaikan warga. Laporan tersebut harus detail dan terperinci untuk mengetahui dampak kerusakan dan kerugian yang timbul akibat bencana alam yang terjadi. (*)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top