NEWS UPDATE

Betty: MBR Bukan Program Tipu-tipu

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, – Direktur PT. Lestari Pembangunan Jaya, Betty Pattikaihatu menegaskan, Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), atau program perumahan subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bukan program tipu-tipu. Pihaknya, belum menyerahkan kunci kepada konsumen, karena pihak bank ]menolak memberikan akad kredit kepada MBR.


“Rumah sudah kami bangun ada 650 unit, yang sudah siap ditempati 100 persen. Tetapi yang kami kerjakan ini kan program pemerintah dan kami belum dibayar sampai sekarang. Uang subsidi pemerintah yang dititipkan untuk dikelola bank-bank itu telah dikomersilkan oleh pihak bank,” tegas Betty kepada Rakyat Maluku, tadi malam.

Betty menjelaskan, sejak program ini diluncurkan, sejumlah bank sudah melakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pemerintah daerah, ironisnya, di tengah perjalanan, saat perumahan dibangun PT. Lestari Jaya, uang yang mestinya untuk membiayai perumahan subsidi justeru dialihkan menjadi KPR komersil.

Tapi, pada tahun 2019, PT.Lestari Pembangunan Jaya tak mau menyerah dengan keputusan sejumlah bank di Ambon yang enggan memfasilitasi para MBR untuk dapatkan KPR subsidi, berbagai cara kemudian ditempuh, mulai dari melaporkan sejumlah pimpinan bank ke pihak berwajib dengan dalih korupsi, hingga menyurati pihak istana di Jakarta.
Hasilnya, kata Betty, Kementrian PUPR melalui Direktorat Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman (PPDPP) mempasilitasi pertemuan dan dari rapat tersebut, mendapatkan beberapa solusi.

Di antaranya, akad kredit subsidi KPR FLPP bantuan pemerintah pusat antara Bank BRI Cabang Ambon yang bekerjasama dengan Pemda Maluku dengan MBR debitur PNS Pemda Maluku, menggantikan Bank BTN –yang tidak melakukan kerja sama dengan Pemda Maluku– dengan harga jual sebesar Rp.168 juta bebas PPN tahun anggaran 2020.

“Setelah adanya kesepakatan ini, dan BRI Pusat yang sudah menandatangani kerja sama dengan Pemerintah pusat, tapi BRI Cabang Ambon tidak mau melakukan akad kredit dengan MBR. Bahkan dari data yang kami terima, untuk BRI Cabang Ambon uang itu sebagian sudah dialihkan untuk KPR komersil juga, sebagian yang lain dikelola untuk subsidi rumah tapi bukan di Maluku namun di provinsi lainnya,” ungkapnya.

Menurut Betty, beberapa waktu lalu sejumlah MBR telah mendatangi BRI untuk melakukan akad kredit, tetapi jawaban dari BRI sangat tidak memuaskan. “Kami dengan pihak BRI Ambon berdebat cukup alot, dan disitulah kami menyimpulkan pihak BRI pura-pura tidak tahu dengan program ini, entah itu disengaja atau tidak,” ujar Betty.

Meski demikian, Betty masih tetap optimis para MBR yang notabene PNS masih akan mendapatkan hak mereka, sebagaimana tujuan dari program tersebut. Meskipun tahun 2020 program tersebut dinyatakan berakhir. “Tahun 2021, digantikan dengan program kredit berbasis tabungan, dimana para MBR, tidak dapat lagi subsidi tetapi dapatkan bantuan sebesar Rp.40 juta sebagai uang muka, dengan syarat harus membuka tabungan minimal Rp2,5 juta,” bebernya.

Sementara konsumen yang sudah ada sebelumnya dan telah terdata di PT. Lestari Pembangunan Jaya akan tetap melaksanakan akad kredit, dengan kebijakan subsdi selisih bunga. Program ini tidak ada batas waktunya.

Hanya saja, itu bisa dilakukan jika kemudian pemerintah provinsi bisa segera menyurati pihak bank agar segera melakukan akad kredit dengan para MBR. “Menindaklanjuti surat sebelumnya, pemerintah daerah penting untuk menyurati kembali pihak Bank agar Bank melakukan akad kredit dengan MBR,” kata Betty.

Sekadar diketahui, Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), atau program perumahan subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bakal berakhir di tahun 2020.

Di sejumlah wilayah di Indonesia, program tersebut berjalan sukses, tak ada hambatan, para konsumen yang merupakan MBR bahkan sudah merasakan nikmat dari kebijakan yang dicanangkan sejak periode pertama Presiden Joko Widodo itu.

Tapi kondisi berbeda terjadi di Maluku, MBR yang sudah mendaftarkan diri sebagai konsumen di PT.Lestari Pembagunan Jaya selaku pengembang yang mendapatkan mandat untuk menjalankan program ini di Ambon sejak tahun 2019, belum satupun konsumen yang menempati rumah-rumah mereka. (ARI)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top