HUKRIM

Bunuh Pelayan Kafe Bunda 2 Namrole, Kiki Divonis 13 Tahun Penjara

RakyatMaluku.com – PENGADILAN Negeri (PN) Ambon menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Resky alias Kiki (24), warga Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), selama 13 tahun. Sebab, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap pelayan Kafe Bunda 2 Namrole, Marta Yuliana alias Mita alias Tia.

“Menyatakan, perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 340 KUHPidana. Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa selama 13 tahun,” ucap majelis hakim yang diketuai R. A. Didi Ismiatun, saat membacakan amar putusannya di PN Ambon, Selasa, 14 Agustus 2018.

Terhadap putusan tersebut, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Apriando Simanjuntak maupun pihak penasehat hukum terdakwa sama-sama menyatakan pikir-pikir. Sehingga Ketua Majelis Hakim R. A. Didi Ismiatun kemudian memberikan batas waktu selama tujuh hari kepada kedua pihak (JPU dan PH) untuk segera menyatakan sikap atas putusan pengadilan.

Hukuman yang dijatuhi majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut terdakwa Resky alias Kiki agar dihukum pidana penjara selama 15 tahun.

JPU dalam dakwaanya menjelaskan, peristiwa naas itu terjadi di depan pintu Kafe Bunda 2 Namrole. Awalnya, Senin, 18 Desember 2017, sekitar pukul 13.00 Wit, terdakwa datang membawa sebuah pisau dapur yang diambil dari dapur tempat terdakwa bekerja. Pisau tersebut disisipkan di pinggang sebelah kanan terdakwa.

Didepan pintu kafe, terdakwa memanggil korban. Korban pun menemui terdakwa, kemudian terdakwa meminta pakaiannya kepada korban. Tak lama kemudian korban mengambil pakaian milik terdakwa yang dibungkus dalam kantong plastik dan memberikannya kepada terdakwa.

Setelah itu, terdakwa meminta sebatang rokok dari korban. Dan korban pun memberikan sebungkus rokok Sampoerna Merah kepada terdakwa. Tanpa mengambil rokok, terdakwa langsung menarik tangan korban sambil mengambil pisau yang disisipkan pada pinggang sebelah kanan terdakwa kemudian ditusukkan ke arah perut korban sebelah kiri.

Kemudian terdakwa mencabut pisau dari perut korban menggunakan tangan kirinya, dan kembali mengangkat pisau tersebut sejajar telinga sebelah kiri dan mengarahkan pisau dengan sekuat tenaga ke arah dada sebelah kiri korban hingga pisau tertancap.

Terdakwa juga sempat menarik pisau dari dada korban, namun gagang pisau tersebut terlepas. Sedangkan mata pisau masih tertancap pada dada korban. Terdakwa kemudian melarikan diri meninggalkan tempat kejadian.
Saat korban ditusuk oleh terdakwa, korban sempat berteriak minta tolong, sehingga saksi Jaibin Turaha alias Jai dan saksi Rahman Wance alias Babang keluar dari ruang operator Kafe Bunda 2 menuju tempat kejadian.

Para saksi melihat terdakwa melarikan diri. Selain itu, saksi Wa Rima Buton alias Bunda yang berada di dapur Kafe Bunda 2 juga mendengar teriakan dari korban, sehingga saksi Bunda langsung menuju tempat kejadian untuk menolong korban dengan membopong korban keluar dari kafe, dan meminta pertolongan dari pengendara yang lewat di depan kafe.

Tak lama kemudian, saksi La Muru Wance berhenti dan saksi Wa Rima Buton menaikan korban ke sepeda motor untuk dibawa ke RSU Namrole. Karena RSU Namrole belum memadai untuk melakukan operasi cabut pisau, sehingga korban dirujuk oleh dr. Ria Resti Sukur alias Tia ke RSUD Namlea. Sampai di RSUD Namlea, korban tidak dapat diselamatkan, dan akhirnya meninggal dunia. (RIO)

--------------------

Berita Populer

To Top