KABUPATEN MBD

Bupati dan Wabub MBD Datangai Sinode GPM

Bupati MBD Benyamin Th Noach dan Wakil Bupati Agustinus Lekwarday Kilikily saat beraudens dengan Badan Pekerja Harian (BPH) Sinode GPM. IST.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

| Bangung Sinergitas untuk Kemajuan MBD

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, – Langkah cepat Bupati dan Wakil Bupati Maluku Barat Daya (MBD) terus dilakukan usai dilantik. Kamis, 29 April 2021 kemarin, Benyamin Th. Noach, S.T bersama dengan Wakil Bupati Drs. Agustinus L. Kilikily, M.Si, mengunjungi kantor Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM).

Kunjungan itu dilakukan agar ada sinergitas antara Pemkab MBD dengan Sinode GPM dalam mewujudkan pembangungan di segala bidang. “Kami menyampaikan terimakasih karena MPH Sinode GPM berkenan dapat menerima kami yang baru saja dilantik” kata Noach.

Menurut Noach, banyak SDM handal di Sinode GPM sehingga diharapkan jika dioptimalkan perannya maka akan sangat bermanfaat bagi daerah dan masyarakat MBD.

”Saya sudah berkordinasi dengan Pdt. Maryo Manjaruni selaku Ketua Media Center GPM untuk melakukan pembaharuan atau pengembangan terhadap sistem data di MBD, yang meliputi data penduduk, data orang miskin, bantuan-bantuan sosial dan layanan publik seperti pembuatan KTP, data kesehatan dan pendidikan. Semua itu akan digarap berbasis Web untuk menjawab Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sehingga data dapat dikendalikan satu pintu secara real time,” ungkap Noach.

Ditambahkan Noach, berawal dari data yang benar, berkualitas, dan akurat akan mendukung proses perencanaan pembangunan daerah, selain tujuan untuk efisiensi.

Sementara itu, Ketua Sinode GPM Elifas Tomix Maspaitella mengatakan setiap pemimpin yang terlahir dari proses demokrasi rakyat tentu akan didukung oleh GPM.

Maspaitella yang saat menerima kunjugan Bupati dan Wakil Bupati MBD didampingi Sekum Pdt. S. I. Sapulete dan Wasekum Pdt. R. Rahabeat, Wakil Ketua I Pdt. L. Bakarbessy dan anggota MPH Pdt. N. Souisa, juga menyampaikan harapnnya terhadap Bupati dan Wakil Bupati MBD.

”Kami harap agar kita berproses bersama sampai selesai sebagai mitra, agar dapat menjadi contoh bagi masyarakat,” pungkas Maspaitella.

Ia mengakui, GPM siap bersinergi dengan pemerintah untuk upaya pemberdayaan masyarakat. “Presiden umumkan kabupaten tertinggal, ada enam di Maluku, dua di Maluku Utara dan semua merupakan bagian dari GPM. Kita rancang dan bersinegri bersama untuk hal ini. Fokus kita untuk sumber pangan lokal sebagai simbol ketahanan ekonomi daerah” ungkap Maspaitella.

Maspaitella juga berjanji akan mengambangkan sekolah yayasan GPM di MBD agar bisa menjadi sekolah model. Pasalnya selama ini, hanya sekolah negeri saja yang mendapat perhatian pemerintah. (**)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top