NEWS UPDATE

Bursel Belum Memiliki Madrasah Negeri

Usman Bahta

RakyatMaluku.com – PASCA mekar sebagai daerah otonom baru hingga saat ini Kabupaten Buru Selatan belum memiliki madrasah negeri. Padahal tuntutan pendidikan agama untuk membentengi generasi muda di wilayah itu sangat penting dan di harapkan.

Kurang lebih 10 tahun mekar dari kabupaten Buru sebagai Kabupaten Induk sistem pendidikan madrasah di seluruh wilayah Kabupaten Bursel masih dikelola oleh yayasan. Proses pengelolaannya pun bersifat dari dan oleh untuk mereka sendiri. Sistem pengelolaan pendidikan pada madrasah seperti ini dikhawatirkan tidak maksimal untuk menjawab kebutuhan pendidikan agama. Hal ini diakui Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Buru Selatan Usman Bahta, Jumat, 12 Mei.

Bahta mengatakan, belum adanya perhatian Kementerian Agama untuk menegerikan madrasah madrasah swasta di Kabupaten Bursel menjadi kendala dan tantangan pendidikan madrasah. Tentu minimnya fasilitas dan dukungan ketenagaan yang tidak memadai mengakibatkan madrasah tidak bisa bangkit untuk setara dengan lembaga pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan . Kondisi ini tentu berbeda dengan kabupaten/kota lainnya. Dimana, pendidikan madrasah dikelola dan sudah mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lain.

Paling tidak madrasah-madrasah itu telah memiliki kedudukan dan punya martabat.”Baik itu Madrasah Ibtidaiyah (MI) Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Madrasah Aliyah (MA) seluruhnya masih dikelola oleh yayasan,”ungkap Bahta.

Menurut Bahta, penegerian madrasah madrasah di Bursel sangat penting dan diperlukan. Sebab, jika sudah dinegerikan otomatis ada bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Agama dalam dalam rangka pemenuhan kebutuhan baik itu fasilitas infrastrukturnya maupun Sumber Daya Manusianya.

Diakui, menjawab kebutuhan pentingnya pendidikan madrasah di Bursel, Kemenag Kabupaten Bursel sudah mengajukan proposal ke Kantor Wilayah Kemenag Maluku untuk diteruskan ke Dirjen Pendidikan Islam dalam rangka penegrian. Hanya saja sampai saat ini belum terkonfirmasi.

”Kami sudah komunikasi dengan beberapa lembaga atau yayasan.Hasilnya tiga sampai 5 madrasah swasta kita usulkan untuk dialihkan statusnya menjadi negeri.Tetapi sampai saat ini belum ada informasi lanjutan.Padahal, kita sangat berharap agar di Bursel paling tidak ada madrasah negeri yang punya marwah untuk bersaing dengan sekolah umum,”tukas Bahta.

Bagi Bahta, upaya untuk menegerikan sejumlah madrasah menjadi prioritasnya dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan. Alasannya cukup kuat, jika itu tidak dilakukan maka pola pendidikan agama atau pendidika madrasah jauh tertinggal.”Kalau sudah negeri maka madrasah bersangkutan bisa mengelola DIPA nya sendiri untuk pengembangan pendidikan, “kata Bahta.

“Kami di Bursel, setiap tahun hanya punya satu DIPA. Di kabupaten lain tidak. Ada dipa induk Kantor Kemenag ada juga DIPA madrasah. Bayangkan dari segi politik anggaran madrasah madrasah yang ada pada wilayah itu punya performa jauh lebih baik,”tambah Bahta.

Didalam rangkaian Program Kementerian Agama, Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang dapat merespon kebutuhan masyarakat khususnya dibidang agama. Sehingga madrasah punya posisi dan kedudukan sebagai madrasah yang berkualitas serta memiliki martabat “Madrasah Hebat, Madrasah Bermartabat” ini selogan yang memiliki makna paling strategis.

Diapun berharap, ada respon positif dan tindaklanjut sehinga sejumlah madrasah swasta yang diusulkan penegeriannya segera direalisasikan.”Perlu saya sampaikan lagi bahwa keberadaan madrasah swasta di Bursel tidak efektif dalam memberikan kontribusi pendidikan agama.Sebab itu sangat diharapkan untuk penegeriannya.”kunci Bahta sembari menambahkan pola pengembangan pendidikan madrasah jangan lagi difokuskan untuk menggemukan madrasah yang sucara kualitas dan kuantitas sudah sangat baik. (CIK)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top