KESEHATAN

Catat Pola Makan Sehat selama Puasa Menurut Ahli Gizi

SAAT berbuka puasa, biasanya seseorang balas dendam menyantap semua makanan dan minuman yang terhidang di meja. Akibatnya, sering kali mengeluhkan berbagai macam penyakit karena terlalu banyak makan. Maka sebaiknya pilihlah makan dan minum secara bijak dengan tetap berprinsip pada gizi seimbang.

Ahli Gizi dari Universitas Indonesia (UI), Diah M Utari menjelaskan pola makan saat puasa sama dengan tidak puasa, secara umum tetap 3 kali makan. Namun, cara mengonsumsi makan sedikit berbeda.

“Ada sejumlah makanan dan minuman yang bisa dihindari saat berpuasa. Misalnya makanan tinggi lemak ketika berbuka,” kata Diah kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Makanan yang Wajib Dihindari
Hindari makanan tinggi lemak saat berbuka seperti misalnya kolak dengan santan yang kental atau gorengan karena tubuh membutuhkan energi yang cukup tinggi untuk mencerna lemak. Padahal setelah berpuasa sekitar 13 jam energi tubuh kita sangat rendah.

“Sehingga jika berbuka dengan mengonsumsi makanan tinggi lemak, justru membuat tubuh akan semakin lemas,” ujar Diah.

Mengonsumsi makanan pedas atau asin saat sahur tidak dianjurkan karena membuat kita menjadi lebih mudah haus saat puasa. Mengonsumsi makanan asam saat berbuka juga tidak dianjurkan karena merangsang pengeluaran asam lambung yang berlebihan. Pada orang yang sensitif atau penderita maag, justru akan meningkatkan risiko munculnya penyakit maag.

Maka sebaiknya, pola makan saat berpuasa harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Prinsipnya tetap berpedoman pada gizi seimbang. Seperti apa tahapannya?

Saat Berbuka
Mulailah berbuka dengan minuman manis secukupnya agar cepat memberikan energi untuk tubuh dan membuat tubuh cepat menjadi segar kembali. Gula atau sirup merupakan karbohidrat sederhana yang mudah dicerna, sehingga dalam waktu sekitar 10 menit energi tubuh kita akan meningkat.

Saat berbuka ini, kita bisa minum 1-2 gelas air putih agar tubuh segera terhidrasi kembali. Ingat, cukup beberapa teguk air putih dulu, setelah itu bertahap.

Setelah Berbuka
Setelah berbuka dengan minuman manis dan camilan ringan (paling baik adalah kurma atau sup buah dan snack bergizi), maka jangan langsung mengonsumsi makanan porsi (makan besar). Beri jarak agar tubuh siap mencerna makanan kembali. Ibaratnya mesin, perlu pemanasan.

Setelah Tarawih
Setelah tubuh dirasa segar kembali, baru kita mulai mengonsumsi makanan besar, yaitu nasi (atau penggantinya) beserta lauk pauk, sayur, dan buah. Terapkan gizi seimbang yaitu makanan terdiri atas sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Jika malam masih belum kenyang, dapat mengonsumsi snack dan buah secukupnya.

Saat Sahur
Pola makan sama dengan saat malam yaitu nasi (atau penggantinya) beserta lauk pauk, sayur, dan buah. Terapkan gizi seimbang yaitu makanan terdiri atas sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

(ika/ce1/JawaPos)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top