KABUPATEN MBD

Di Yawuru, Noach Tandatangani Pernyataan Mekarkan Dusun

RAKYATMALUKU.COM – MBD,- Saat melakukan kampanye di Dusun Yawuru Pulau Kisar, Kamis, 12 November 2020, Calon Bupati Maluku Barat Daya (MBD) Benyamin Thomas Noach, berkesempatan menandatangani surat pernyataan yang disodorkan warga di dusun itu untuk akan memekarkan Yawuru menjadi desa, mengingat jumlah penduduk di dusun ini terus bertambah, dan secara administratif sudah lebih dari layak untuk dimekarkan.


Sebelumnya, dalam orasi incumbent di Pilkada MBD ini menegaskan, untuk, jangan percaya jika ada kandidat lain yang datang berjanji mekarkan dusun menjadi desa, karena mustahil, hal itu dilakukan dalam masa pemberlakuan moratorium atau penghentian sementara pemekaran oleh pemerintah pusat saat ini.

Kendati begitu, Noach yang akan kembali aktif sebagai Bupati pada 6 Desember 2020 atau berakhirnya masa cuti kampanye bertepatan dengan minggu tenang ini menambahkan, saat ini langkah-langkah persiapan menuju pemekaran itu sudah mulai dilakukan.

“Pak Aleks Dadiara dari PKPI yang adalah ketua Badan Legislatif yang telah menyusun ranperda penetapan desa adat, baru kembali dari Ambon, Ibu Kota Provinsi Maluku untuk melakukan normalisasi Ranperdanya. Jadi setelah penetapan desa adat ini selesai, barulah dusun dimekarkan. Mekanismenya begiti, bukan memekarkan desa sembarangan hanya dengan Perbub saja. Selain i Ranperda Desa Adat, juga telah disusun Ranperda pengendalian dan pemanfaatan minuman keras tradisional atau sopi,” kata Noach.

Jadi, lanjutnya, orang lain baru berjanji, sebetulnya dia sudah melakukan langkah-langkah nyata untuk pemekaran, dan bukan saja untuk Yawuru, tetapi juga semua dusun di Pulau Kisar bahkan MBD yang sudah layak untuk dimekarkan menjadi desa.

“Semua ini untuk kesejahteraan masyarakat MBD. Karena jika tidak dimekarkan, dana desanya hanya Rp1,5 miliar itu tidak cukup. Panggil malaikat untuk bagi pun pasti tidak bisa terbagi merata,” sebut Noach.

Nah, lanjut dia, moratorium bukan berarti tidak bisa dimekarkan, karena itu, hanya penghentian sementara. Saat ini, harus disiapkan langkah-langkah untuk pemekaran sambil menunggu moratorium dibuka kembali.

“Saya pastikan, jika pintu moratorium itu dibuka, maka saya akan menendang bola pemekaran yang sudah disiapkan itu dan langsung gol. Biar perlu moratorium dibuka pada malam hari, paginya kita sudah ke Jakarta untuk menyerahkan berkas-berkas yang sudah disiapkan,” janji Noach. (*)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top