BERITA COVID-19

Diagnosa Covid-19 TKA China di SBT Sesuai Hasil Swab Antigen

RAKYATMALUKU.COM – CAO CHANGQIN, Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang diduga terinfeksi virus corona yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bula Kabupaten Seram Timur (SBT) sudah menjalani isolasi mandiri. Dia diperbolehkan pulang sambil menunggu hasil uji sampel melalui swab PCR (Polymerase Chain Reaction) dari tim gugus tugas Covid-19 Provinsi Maluku.

TKA asal negeri tirai bambu yang bekerja di salah satu perusahaan kayu swasta ini divonis terinfeksi Covid-19 melalui hasil tes diagnostik swab antigen oleh pihak RSUD Bula saat yang bersangkutan memeriksakan dirinya di rumah sakit milik pemerintah daerah itu karena menderita penyakit flu dan demam. Dari uji klinis melalui swab antigen hasilnya menunjukkan reaktif atau positif.

“Kalau kita disini pemeriksaan nya hanya swab antigen. Jadi kalau antigen positif kita harus lanjut dengan PCR. Jadi kalau kita disini pemeriksaan antigennya, nanti positifnya tunggu pemeriksaan PCR nya. Rapid antigennya memang positif,”kata kepala bidang pelayanan RSUD Bula, Ismail Suwakul kepada wartawan di Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Selasa, 13 Juli 2021.

Dikatakan, setelah melakukan uji klinis dengan swab antigen, sampel TKA China itu akan kembali dikirim ke tim gugus tugas covid-19 Provinsi Maluku di Kota Ambon untuk duji kembali dengan swab PCR (Polymerase Chain Reaction) di laboratorium Kesehatan Provinsi Maluku. Dari hasil swab PCR itu akan menentukan benar dan tidaknya TKA China itu terinfeksi Covid-19.

“Sampel PCR nya kita baru kirim hari minggu, mungkin sahari dua baru hasilnya keluar. Untuk positifnya masih kategori rapid antigen, karna kita disini masih menggunakan rapid antigen. Kita belum ada pemeriksaan PCR, makanya sampelnya kita ambil baru kirim ke Ambon,”katanya.

Menurut dia, berdasarkan peraturan menteri kesehatan (Permenkes) daerah yang jauh dari laboratorium PCR diperbolekan menggunakan rapid antigen sebagai langkah awal mendiagnosa pasien yang diduga terinfeksi virus corona karena tingkat akurasi rapid antigen mencapai 60-80 persen. Cara kerja tes diagnostik ini dapat mendeteksi protein spesifik dari virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Jadi reaktif atau positif itu pemeriksaannya hanya antigen. Antigen ini kalau sesuai Permenkes itu didaerah yang mremang jaraknya lebih dari sekian jam dari tempat PCR kita boleh menggunkan antigen sebagai menyebab diagnosa. Karna akurasinya atau nilai ketepatannya itu bisa 60-80 persen,”jelas dia.

Ismail mengaku, Sampel yang dikirim pihak rumah sakit sudah tiba di tim gugus tugas Covid-19 Provinsi Maluku pada hari Minggu, 11 Juli 2021 lalu. Untuk itu, dia memastikan dalam pekan ini hasil uji swab PCR sudah bisa dikirim kembali ke Bula. Selain sampel Cao Changqin, pihaknya juga telah mengirim sampel 18 warga lokal yang dinyatakan reaktif. Kedelapan belas orang ini merupakan pasien yang dirawat di Rumah sakit setempat.

“Kita kirim sampel sampai ke Ambon hari Minggu, biasanya kalau cepat hanya butuh waktu 3-4 hari. Tapi kalau tidak berarti tunggu sampai seminggu. Kemarin yang kita kirim itu ada 19 sampel. Jadi bukan cuma pasien WNA itu saja tapi untuk semua pemeriksaan antigen yang reaktif, total ada 19 orang,”ungkap Ismail.

Status diagnosa 18 pasien warga lokal dan 1 warga negara asing (WNA) akan diumumkan ke publik oleh tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Seram Bagian Timur setelah mendapat hasil hasil uji swab PCR dari tim gugus tugas covid-19 Provinsi Maluku.

“Hasil PCR belum datang, satu dua hari kalau hasilnya sudah datang dari gugus tugas provinsi kita informasikan ke gugus tugas kabupaten baru mereka bikin konfrensi pers untuk disampaikan ke khalayak umum,”katanya. (*)

--------------------

Berita Populer

To Top