---------
HUKRIM

Diperiksa Sebagai Tersangka Korupsi, Kades Hiyai Mangkir

RakyatMaluku.com – KEPALA Desa (Kades) Hiyai, Kecamatan Ilwaki – Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Josepus Wariaka, mangkir dari panggilan Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) MBD Cabang Wonreli, saat yang bersangkutan akan diperiksa sebagai tersangka dalam Kasus korupsi Dana Desa (DD) setempat tahun anggaran 2016 sebesar Rp 318 juta yang bersumber dari APBN.

“Selasa kemarin, Jaksa Penyidik telah agendakan pemeriksaan perdana terhadap Kades Hiyai Josepus Wariaka sebagai tersangka, namun yang bersangkutan tidak hadir tanpa alasan yang jelas alias mangkir. Sehingga, penyidik akan kembalikan mengagendakan jadwal pemeriksan ulang guna melengkapi berkas perkaranya ditahap penyidikan,” ucap Kacabjari Wonreli, Manatap Sinaga, saat dikonfirmasi koran ini, via selulernya, Rabu, 15 Agustus 2018.

Ia menjelaskan, dalam waktu satu sampai dua minggu kedepan, Penyidik akan segera melimpahkan berkas perkaranya ke Penuntut Umum untuk diteliti kembali kelengkapan berkas perkaranya (tahap I), guna kepentingan persidangan nantinya.

“Masih dalam pemberkasan, masih ada agenda pemanggilan terhadap bendahara desa juga, jadi mungkin satu sampai dua minggu kedepan akan dilakukan proses tahap I,” imbuhnya.

Dijelaskan, dalam penyelidikan kasus tersebut, sebanyak sembilan saksi telah diperiksa Jaksa Penyidik, diantaranya, sekertaris desa inisila YL, bendahara desa ML, serta beberapa saksi lainnya.Kepada Penyidik, saksi-saksi mengaku bahwa alokasi DD Hiyai tahun 2016 itu diperuntukan bagi pemberdayaan masyarakat desa di bidang ekomoni, dimana sesuai hasil Musrembang Desa Hiyai akan diadakan pembelian hewan ternak yang terdiri dari Sapi, Babi dan Ayam, yang kemudian dibagikan ke tiap-tiap warga.

Namun nyatanya untuk pengadaan hewan Babi sebanyak 90 ekor dengan harga per ekor Rp 90 juta diketahui hanya terealisasi 24 ekor saja, sedangkan masih kurang 66 ekor dengan dana Rp 66 juta yang belum dipertanggungjawabkan.

Sedangkan untuk pembelian hewan Sapi sebanyak 42 ekor yang terdiri dari 21 pasang dengan anggaran sebesar Rp 252 juta juga diketahui barangnya tidak ada, namun dananya dicairkan 100 persen. Dan untuk pembelian hewan Ayam sebanyak 66 ekor tidak terdapat masalah, karena telah dikerjakan sesuai peruntukkannya.

“Jadi, anggaran DD yang tidak dapat dipertanggung jawabkan itu diduga kuat disalahgunakan oleh Josepus Wariaka selaku kepala desa setempat untuk kepentingan pribadinya,” jelas Sinaga. (RIO)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top