Uncategorized

Dukung Relokasi Warga Suku Terasing, John Pieris: Kalau Mereka Berpindah Jangan Salahkan Negara

John Pieris

RakyatMaluku.com – SALAH satu masalah krusial yang sering dihadapi pemerintah dalam hal mendekatkan pelayanan dengan warga negara adalah akses transportasi. Sehingga usul merelokasi warga suku Mausuane dan suku-suku terasing lainnya ke tempat yang lebih layak direspon positif anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI John Pieris.

“Kalau direlokasi, negara akan memberikan pelayanan dengan baik kepada mereka, jika mereka tinggal di hutan, dan berpindah-pindah maka tidak bisa kita salahkan negara juga,” ujar John Pieris kepada Rakyat Maluku di sela-sela pembagian kaca mata gratis kepada para warga Desa Passo, kemarin.

Senator yang sudah dua periode di Senayan mewakili Maluku itu menganggap, relokasi adalah alternatif terbaik saat ini yang bisa dijangkau pemerintah. Jika tidak maka warga suku terasing yang hidup di pedalaman hutan Pulau Seram akan kesulitas mendapatkan pelayanan prima dari pemerintah.

“Rentang kendali yang sulit, akan membuat harga pembangunan mahal, tapi kalau mereka didekatkan sudah pasti semakin murah biaya pembangunan,” nilai John Pieris.

Dia mencontohkan, relokasi sejumlah suku yang hidup di pedalaman hutan Taniwel, dulu mereka juga menolak direlokasi, akan tetapi setelah dipindahkan ke pesisir, pasilitas ekonomi, pendidikan, kesehatan dibangun pemerintah, sekarang mereka telah nikmati.

Menurut John, relokasi bukan menabrak Hak Asasi Manusia (HAM), sebaliknya dengan merelokasi warga suku terasing ke daerah yang mudah dijangkau, maka pemenuhan tugas negara terhadap HAM warga suku terasing semakin terjangkau. Pasilitas pendidikan, kesehatan dan pelayanan dasar lainnya akan mudah dibangun pemerintah.

Akan tetapi sangat disayangkan jika kemudian, wacana relokasi itu ditunggangi kepentingan bisnis dan politik. “Wah, kasihan juga, jika ada unsur bisnis dan politik dalam relokasi. Tujuan relokasi itu kan untuk mendekatkan pelayanan negara kepada mereka, jangan dipolitislah,” tuturnya.

Dikesempatan itu John juga menjelaskan soal bakti sosial berupa pembagian kaca mata plus yang dilakukannya bertempat di Desa Passo.

“ Ini tanggungjawab saya sebagai wakil daerah, saya ingin mengurangi beban pemerintah dengan pelayanan dasar seperti yang dilakukan sekarang,” tuturnya.

Tidak hanya di Desa Passo, pemeriksaan dan pembagian kaca mata gratis juga telah sukses dilakukan di sejumlah titik yang ada di Maluku, total kaca mata plus yang telah dibagikan pun sudah mendekati 3.850 buah kaca mata.
John juga memastikan, bakti sosial yang dilakukan selama ini tidak ada kaitan dengan kepentingan politik. Hanya sekedar membagi kelebihan yang dia miliki selama menjadi wakil daerah kepada masyarakat Maluku yang telah memilihnya walaupun modal untuk melakukan pelayanan sosial itu harus ditanggung sendiri.

“Ada juga dari negera, tapi saya harus menambah, agar pelayanan berjalan mulus, saya menargetkan hingga akhir tahun ini seratus ribu kaca mata gratis harus dibagikan,” ujarnya.

Menurut John, tingginya para penerima kaca mata plus, bukan berarti penderita sakit mata tinggi di Maluku, kaca mata yang dibagikan juga bukan kaca mata minus tapi sekedar untuk mempertajam penglihatan usia lanjut.
Selain itu banyak sekali warga yang ingin memiliki kaca marta untuk mempertajam daya lihat mereka namun terbatasnya ekonomi membuat mereka tak bisa berharap banyak.

“ Yang belum saya jangkau akan saya datangi nanti, ke depan akan saya kunjungi Desa Mamala dan Morela di Kecamatan Leihitu. Kabupaten Maluku Tenggara Barat dan Kabuaten Aru, saya belum sampai disana, jika Tuhan berkenan saya akan turun ke sana, membawa tim dokter dan juga obat-obatan,” akuinya. (ARI)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top