HUKRIM

Eks Simpatisan RMS Nyatakan Sikap Setia ke NKRI

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Menjelang tanggal 25 April yang biasanya diperingati sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) RMS, Kamis, 22 April 2021, kembali lagi, mantan simpatisan Front Kedaulatan Maluku atau Republik Maluku Selatan (FKM-RMS) menyatakan sikap untuk tetap setia kepada NKRI.

Setelah dua warga Waisarisa dan Naruwe, kini giliran Moses Rutumalesy (53) dan Mathias Watimury (51).

Keduanya merupakan pentolan RMS. Moses Matulesy, merupakan salah satu pendiri FKM bersama Alex Manuputty. Sementara Mathias Watimury, mantan narapidana RMS.

Keduanya sepakat membantu pemerintah dan TNI-Polri dalam menjaga keamanan di SBB jelang Hari Ulang Tahun (HUT) RMS pada tanggal 25 April 2021 yang akan jatuh pada hari Minggu besok.

Selain itu, mereka memberikan pemahaman kepada para pemuda untuk tidak ikut kegiatan separatis.

Di hadapan personel Direktorat Intelkam Polda Maluku, saat digelar pertemuan di Kantor Kecamatan Kairatu Barat, Kamis, 22 April 2021.

Moses Rutumalesy mengatakan, selama ini mereka dibohongi oleh Alex Manuputty. Karena itu, mereka bersepakat tetap berada di bawah NKRI. “Sebagai pendiri FKM, beta (saya) minta maaf kepada semua, baik dari daerah sampai ke pusat,” ujarnya, kemarin.

Ia menjelaskan, sebagai pentolan FKM, dia pun menjalankan misinya hingga ada yang bersimpatik. Bahkan dari simpatik itulah, sampai ada yang harus dipenjarakan. “Suka atau tidak suka, inilah saya. Dulu beta kepala keuangan, kalau dalam negara beta Menteri Keuangan merangkap kepala protokol. Kalau dalam negera beta Menteri Sekretaris Negara,” jelasnya.

Moses kemudian mengungkapkan awal mula terbentuknya FKM. Sebelum terbentuk FKM, terlebih dahulu dibentuk organisasi bawah tanah. Dari sejumlah organisasi ini akhirnya disepakati satu organisasi untuk merangkul semua organisasi bawah tanah itu.

“Beta berproses dengan Alex Manuputty bersama-sama mendirikan FKM dari berbagai organisasi di bawah tanah. Ada Kretifitas Anak Maluku, ada Pembaharuan Seram Maluku, dan lain-lain. Kita rapat, berembuk untuk mempayungi organisasi bawah tanah tadi. Sebelum kerusuhan, FKM sudah terbentuk,” ungkapnya.

Sebelumnya, ia menyusuri berbagai wilayah untuk meyakinkan para simpatisan agar tetap percaya kepada FKM. Alex Manuputty, tambah dia, hanya duduk manis. “Dulu Alex Manuputty duduk kursi, Moses berjalan membentuk perwakilan di seluruh Maluku. Alex tinggal menunggu laporan dari beta,” terangnya.

Karena itu, ia berharap agar semua simpatisan segera kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Pasalnya, FKM itu tidak jelas. “Beta mau bilang par simpatisan ini. Okelah mungkin masih tidak percaya kepada beta karena beta sudah keluar. Beta mau meyakinkan kepada mereka bahwa itu (FKM) tidak benar,” tandasnya. (AAN)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top