AMBONESIA

Ekspor Ikan Maluku Capai Nilai 4,48 US Dolar

RakyatMaluku.com – NILAI ekspor ikan jenis tunas dari Provinsi Maluku ke sejumlah negara mencapai angka 4,48 US dolar. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Elvis Pattiselano. Menurut Elvis, rata-rata ikan tersebut diekspor ke kawasan ASIA dan Amerika. “Angka tersebut diperoleh jika dilihat dari kegiatan ekspor ikan tuna langsung dari Ambon sejak Februari 2018.” Demikian disampaikan Elvis, kepada wartawan, pekan kemarin di Ambon.

Dijelaskan, jika dihitung ekspor ikan sudah dilakukan 76 kali ekspor menuju tiga negara utama tujuan ekspor ditambah Australia dan Singapore. Menurut dia, kegiatan ekspor ikan langsung dari Maluku itu mengalami lonjakan yang cukup luar biasa, mengingat dalam kurun tiga tahun terkhir tidak ada ekspor langsung dari Maluku. “Jadi lonjakannya cukup luar biasa. Sebab tiga tahun terakhir kita tidak ada ekspor dari Maluku, hanya statistik selalu meriulis ekspor komoditi Maluku dari luar pelabuhan Maluku. Terutama Tuna,” jelas dia.

Sampai saat ini, baru tiga perusahan yang rutin mengekspor ikan langsung dari Ambon baik lewat jalur laut maupun udara. Yaitu PT. Harta Samudera, Maluku Prima Makmur dan Perintis Jaya Internasional. Sementara diakuinya, ada tiga perusahan lagi yang sementara menunggu izin usahanya karena masih harus melengkapinya dengan sertifikat layak kesehatan dari KKP melalui Balai Karantina.

Sementara menyinggung adanya upaya yang tengah dilakukan Menteri KKP, Susi Pudjiastuti dengan Pemerintah Jepang agar Bea Masuk ikan yang diekspor dari Indonesia ke Jepang agar dibebaskan, Elvis mengaku jika itu berhasil dilakukan oleh Menteri susi maka dampaknya permintaan terhadap ikan dari Indonesia termasuk dari Maluku akan semakin besar juga. Alasanya, jika Bea Masuk dibebaskan, maka secara langsung tentu produk itu harganya bersaing dengan produk yang sama dari negara lain.

“Pembeli akan pilih yang tidak ada bea masuk karena murah, kalau ada bea masuk nanti mahal. Importirnya tidak terbeban lagi, maka peminat banyak order dari Indonesia. Karena Bea Masuk pengaruhi harga di negara tujuan ekspor. Kalau bea Masuk dibebaskan Jepang, bisa terjadi permintaan semakin meningkatkan, dan kita sekarang Indonesia berupaya di semua negara agar Bea Masuk untuk semua komoditi ekspor itu kecil, semakin kecil atau dibebaskan Bea Masuk maka komoditi kita lebih bersaing di negara itu,” kata dia. (YAS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top