I Like MONDAY

Empat Tahun Tanpa Polemik

AHMAD IBRAHIM | Komisaris Utama Hr. Rakyat Maluku

Empat tahun sudah kepemimpinan Walikota Ambon Richard Lohenapessy dan Wakil Walikota Syarief Hadler berjalan dalam suasana damai. Tak ada konflik. Tak ada polemik. Tak ada kontroversi. Tak ada pecah kongsi karena soal proyek segala. Itulah yang bisa dicatat atas duet kepemimpinan Richard-Hadler yang memilih jargon Paparisa itu.

Di tengah begitu banyaknya keretakan hubungan antara seorang kepala daerah dan wakil kepala daerah di Tanah Air, namun kepemimpinan Richard-Hadler berhasil melewatinya dalam suasana yang harmonis.

Sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan empat tahun menakhodahi Kota Ambon mereka pun menggelar Apel 4 Tahun Kepemimpinan Richard-Syarif di Tribun Lapangan Merdeka, Ambon, Senin, (24/5/21).

Semua pencapaian yang berhasil diraih selama empat tahun itu tentu karena kerja keras ASN Pemkot Ambon, anggota masyarakat, dan para stakeholder. Wajar bila kemudian ada rasa syukur atas kerja kerasnya itu.

“Walikota dan wakil walikota dalam hal ini hanyalah alat, karena itu kita patut menyampaikan rasa syukur atas kerja keras selama ini,” ujar Richard.

Bila belakangan banyak kita jumpai beberapa kepala daerah dan wakil kepala daerah hanya mampu bertahan lebih dari setahun —sejak mereka dilantik dan kemudian terseret dalam pusaran polemik— maka tak demikian dengan Richard-Hadler.

Kedua sosok ini justeru mampu menghindari diri dari konflik kepentingan terutama soal pembagian proyek yang kerab memicu sentimen. Karena sikapnya yang low profile membuat hubungan kinerja mereka selama empat tahun relatif aman dan tidak terjadi pecah kongsi hingga memicu sentimen di dunia maya.

Dari sisi ini kita patut berbangga. Sebab tak semua kepemimpinan kepala daerah bisa melewatinya dengan segudang prestasi dan penghargaan dan mau saling terbuka dalam menjalankan roda pemerintahan.

Sikap terbuka atau tak larut ke dalam konflik kepentingan terutama soal pembagian proyek menjadi kuncinya. Suasana semacam ini sangat diperlukan.

Keterbukaan di jajaran elite kepala daerah dan wakil sangat diharapkan agar tak berefek pada kinerja “anak buah” yang dapat memicu suasana di lingkungan pemerintahan menjadi tidak stabil akibat konflik batin antar pemimpinnya.

Di bawah kepemimpinan Richard-Hadler ini segudang prestasi pun diraih. Selama empat tahun —sebanyak 106 penghargaan berhasil diperoleh— mencakup bidang lingkungan hidup dan kehutanan sebagai Kota Terbersih.

Ambon juga telah ditetapkan sebagai Kota Musik yang diberikan salah satu lembaga dunia UNESCO dengan menetapkan Ambon sebagai kota musik atau Ambon City of Music.

Selain itu juga meraih Anugerah Pesona Indonesia (API) Award Tahun 2020 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai salah satu Brand Pariwisata Terpopuler di Indonesia.

Total penghargaan tercatat pada tahun 2018 ada 31 penghargaan yang berhasil disabet. Sedangkan pada 2019 sebanyak 40 penghargaan diraih.

Pun pada 2020 ada 29 penghargaan digondol. Sementara pada pertengahan 2021 ini kota berjuluk Manise ini juga kembali menerima enam penghargaan antara lain penghargaan bergengsi Adipura.

Terhadap kinerja Richard Louhenapessy selama ini juga pernah mendapat respon positif dari Gubernur Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Prof DR Ermaya Suryadinata.

Ketika memberikan sambutan pada acara pengukuhan penghargaan tertinggi sebagai Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan kepada Richard Louhenapessy, di hadapan 2000 mahasiswa IPDN di Jatinangor, Bandung, Sabtu, (30/4/16), itu ia menyampaikan lima pesan soal kepemimpinan kepada sang walikota yang dikenal dengan: Pesan-Pesan dari Jatinangor.

Pertama, seorang pemimpin harus memiliki semangat untuk berubah. Perubahan itu harus dimulai dari hati dan kesadaran diri dibuktikan dengan menunjukkan kinerja yang tinggi dan menjaga nama baik almamater atau institusi.

Kedua, dimana pun kita berada atau bekerja senantiasa menjaga integritas lembaga. Pola pikir kita harus terbuka bukan hanya bersifat kedaerahan tapi harus berwawasan nasional dengan tetap menjunjung tinggi semangat Bhineka Tunggal Ika.

Ketiga, seorang pemimpin haruslah berhati bersih, berjiwa semangat, tulus dalam bekerja dan melayani dan menjadi contoh bagi masyarakat. Selain kinerja yang harus kita lakukan dengan baik dan dengan gaji yang kita peroleh, kita juga dituntut harus jujur.

Keempat harus bersikap tertib dan taat pada aturan. Selain menegakkan aturan yang dibuat oleh manusia, tapi sebagai manusia yang beragama kita juga dianjurkan untuk mentaati aturan Sang Khalik yakni bagaimana meningkatkan rasa iman yang tinggi kepada Tuhan. Prinsip saling menghargai sesama manusia, bersikap tertib dan menjunjung etika juga harus menjadi landasan dalam pola hidup kita. Etika atau aturan yang dibuat oleh manusia dalam konteks semangat wawasan nusantara yang mengatur sistem bernegara haruslah kita hormati dan hargai terutama bagi seorang yang diberikan amanat menjadi pemimpin. Kalau aturan ditegakkan dan dilaksanakan dengan benar maka tidak ada yang harus kita takuti kecuali Tuhan.

Kelima, dalam melakukan perubahan kita tidaklah sendiri tapi melibatkan juga orang lain. Namun, di atas segalanya perubahan hanya bisa dilakukan kalau kita bisa mengelola diri dengan baik. Agar orang lain bisa mengikuti kita, kita harus melakukan perbaikan dalam diri sendiri dimulai dari ucapan dan tindakan serta bersikap sopan santun. Kita tak mungkn bekerja tanpa melibatkan ada orang lain. Kemampuan membangun sinergitas itulah tugas seorang pemimpin. Karena tugas kita itu selalu dilihat oleh Tuhan dan juga oleh manusia maka kita harus berbuat yang terbaik baik bagi diri sendiri atau orang lain.

Kini, tak kurang setahun lagi masa jabatan Richard-Hadler akan berakhir pada 22 Mei 2022. Kita berharap di akhir masa jabatan ini tak ada polemik atau konflik batin di antara kedua sosok ini agar apa yang menjadi impian kita untuk menjadikan Ambon Cerdas, Ambon Sehat, Ambon Sejahtera, Ambon Aman, Ambon Bersih, Ambon Terang, dan Ambon Berbudaya sebagaimana yang menjadi tujuh skala prioritas pembangunan Kota Ambon ini benar-benar terwujud. Tabea!!! (*)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top