HUKRIM

Granat: PAW Wellem Watimena Sudah Tepat

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, – Langkah DPD Partai Demokrat yang memproses pergantian antar waktu (PAW) Wellem Zefah Watimena yang tersangkut kasus Narkoba diapresiasi Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maluku. Demikian disampaikan Ketua Granat Maluku, Yani Salampessy, kepada rakyatmaluku.com, Minggu, 6 Juni 2021.


Ia menjelaskan, langkah yang diambil DPD Partai Demokrat Maluku itu sudah tepat. ”Iya mestinya partai politik juga harus tegas terhadap anggotanya yang terlibat kasus narkoba. Apa lagi mereka yang diduk sebagai wakil rakyat yang mestinya jadi contoh yang baik kepada masyarakat seperti Wellem Wattimena,” kata Salampessy.

Menurut dia, langkah yang ditempuh terhadap Wellem ini sudah sangat tepat karena jadi warning bagi anggota DPRD lainnya agar tidak bermain-main dengan narkoba.

”Iya ini bisa jadi warning bagi anggota DPRD maupun politisi lain agar tidak bermain-main dengan narkoba yang adalah musuh bersama dan dapat merusak mental generasi bangsa,” ungkapnya.

Yani juga menyampaikan kekesalannya terhadap proses hukum terhadap Wellem Wattimena yang kendati terbukti menggunakan narkoba, namun hanya divonis 10 bulan penjara, bahkan menjalani sisa masa tahanannya di Balai Rehabilitasi Makassar.

”Proses hukum itu menjadi preseden buruk terhadap upaya pemberantasan narkoba di Maluku. Karena ada ketidakadilan yang terlihat. Kalau masyarakat biasa divonis berat. Sementrara pejabat publik justeru mendapat hukuman yang sangat ringan,” ungkapnya.

Kendati begitu, Yani Salampessy kembali mengatakan, dengan proses PAW yang dilakukan terhadap Wellem bisa menimbulkan efek jera.
Karena itu, ia juga barharap agar proses PAW itu dapat berjalan lancar dan didukung oleh semua pihak.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Maluku, Elwen Roy Pattiasina yang diwawancarai koran ini, kemarin, juga menegaskan bahwa proses PAW teharap Wellem Wattimena sudah sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Demokrat termasuk kode etik dewan kohormatan partai.

”Yang bersangkutan bahkan sebelum dicalonkan telah membuat pakta integritas yang menyatakan bahwa siap menerima sanksi apapun dari partai, termasuk dipecat jika terlibat korupsi, narkotika dan perbuatan tercela lainnya,” ujar Elwen.

Karena itu, lanjut Pattiasina, setelah ditetapkan sebagai tersangka, Dewan Kehormatan Partai Demokrat langsung mengambil sikap untuk mengusulkan pemecatannya ke DPP melalui Dewan Kehormatan DPP.

Roy mengaku, pengusulan PAW Wattimena dengan Halimun Saulatu sebagaimana SK DPP Nomor 35/SK/DPP/PD/V/2021 tengah berproses dan pihaknya berharap tidak lama lagi akan diusul ke Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Maluku untuk mendapatkan pengesahan sekaligus pelantikan terhadap Saulatu.

”Ya kami berharap agar semua pihak ikut mendukung proses ini. Yang pasti ini juga menjadi pembelajaran bagi kader demokrat, termasuk mereka yang duduk di legislatif agar tidak menjerumuskan diri ke narkoba dan hal-hal lain yang dilarang,” ungkapnya. (**)

--------------------

Berita Populer

To Top