Uncategorized

Guru SBB Disiplin Rendah, Bolos Ngajar Berbulan-Bulan

RakyatMaluku.com – SALAH satu masalah pendidikan di berbagai daerah di tanah air adalah motivasi dan disiplin guru yang masih rendah.

Banyak guru yang absen mengajar di sekolah-sekolah terutama pedalaman, sebagaimana yang terjadi di SD Kiristen Niwelehu-Nikulukan Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Ironisnya, lokasi sekolah ini bukan di pegunungan yang sudah dijangkau tapi di pesisir pantai dan bukan tergolong daerah pedalaman.

Ada beberapa oknum guru yang bandel di sekolah itu. Mereka tidak melaksanakn tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur Sipil Negara dengan baik.

Hal ini ditegaskan beberapa tokoh masyarakat Niwelehu-Nikulukan di Piru, kepada wartawan pekan lalu.
Para tokoh masyarakat negeri Nikulukan yang enggan namanya dipubliksaikan ini mengetakan SD Kristen Niwelehu-Nikulukan Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat terkesan kurangnya ada tindakan disiplin terhadap guru sehingga ada tiga oknum guru, masing-masing Yopy Tanikwelle, Marce Aksamina Poceratu dan Mathina Rutasouw tidak aktif melaksanakan tugas selama berbulan-bulan hingga setahun lebih.

Kendati demikan ketiga oknum guru tersebut masih tetap menerima hak-hak mereka, layaknya sedang menjalankan tugas mengajar seperti biasa.

Mereka menegaskan dan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dalam hal ini Bupati Seram Bagian Barat agar secepatnya mengambil langkah tegas untuk memutasikan ketiga guru itu dari sekolah yang tersebut.

Jika tidak segera dimutasikan, mereka mengancam akan melaporkan hal ini kepada Menpan agar ASN yang bersangkutan diproses pemecatannya.

“Kami menegaskan dan meminta kepada Bupati SBB Drs. Moh Yasin Payapo, M. Pd, untuk segera mutasikan mereka karena ini sangat melanggar disiplin sebagai PNS. Bayangkan, mereka sama sekali tidak melaksanakan tugas atau mengajar di SD Kristen Niwelehu-Nikulukan selma berbulan-bulan, Bahkan salah satu guru bernama Yopy Tanikwelle itu sudah tidak masuk dan mengajar selama satu tahun, tetapi hak mereka berupa gaji diperoleh seperti biasa. Hal ini sangat tidak benar dan tidak harus dibiarkan,’’ kata mereka. Apabila dalam waktu dekat Pemkab SBB tidak secepatnya memutasi atau memindahkan para oknum guru itu maka kami akan melaporkan hal ini ke Menpan untuk memecat ketiga guru tersebut,” tegas mereka.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Kristen Niwelehu-Nikulukan ketika dikonfirmasi media ini via telepon selulernya membenarkan hal itu,

“Ya ketiga oknum guru tersebut termasuk Jopy Tanikwelle sudah tidak masuk sekolah dan mengajar serta tidak melaksanakn tugas selama satu tahun, sementara Marce Aksamina Poceratu dan Marthina Rutasouw tidak mengajar selama tujuh 7 bulan. Saya sudah berkali-kali melaksanakn pembinaan tapi sama sekali tidak dihiraukan oleh mereka,”ungkapnya.

Kepsek menegaskan hal ini bahkan pernah dilaporkannya ke Dinas Pendidikan Kabupaten Seram Bagian Barat, agar kalau bisa gaji mereka tidak boleh dibayarkan, tapi entah kenapa mereka masih saja bisa menerima gaji.

‘’Saya menduga untuk merealisasi pembayaran gaji mereka mereka membuat pemalsuan absen dan palsukan tanda tangan saya pada surat kuasa, karena menurut persyaratan, pembayaran gaji harus ada lampiran daftar hadir secara kolektif dan surat kuasa yang ditanda tangani oleh Kepala Sekolah. Herannya kendati dokumen itu palsu, mereka bisa dapat lolos untuk mengambil gaji,’’ kesalnya.

Ia juga mengakui, ketidakhadiran tiga oknum guru tersebut tridak diketahui penyebabnya. ‘’Saya selaku kepala sekolah tidak tau apa alasannya sehingga mereka tidak hadir. Karena itu, saya minta kepada Bapak Bupati SBB segera mengambil langkah tegas kepada mereka secepatnya,” ungkap Kepsek. (JOE)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top