HUKRIM

Jaksa Eksekusi 3 Koruptor SMA Tayando Tual Ke Lapas

RakyatMaluku.com – Tim Eksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Tenggara (Malra) telah menjebloskan tiga terpidana korupsi dana block grant imbal swadaya pembangunan SMA Negeri Tayando tahun anggaran 2008 sebesar Rp 1.240.000. 000, ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Malra, pada Jumat 4 Mei 2018 lalu.

Tiga koruptor itu, mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Tual Saifudin Nuhuyanan, mantan Asisten II Sekda Pemkot Tual Azis Fidmatan dan Direktur CV Tri Usaha Jasa, Marthin J. Souhoka, selaku konsultan perencana dan pengawas proyek.

“Tiga terpidana korupsi ini sudah dieksekusi ke Lapas Klas II B Malra pada Jumat kemarin untuk mempertanggung jawabkan perbuatan masing-masing. Eksekusi dilakukan berdasarkan perintah putusan Mahkamah Agung (MA) RI yang telah berkekuatan hukum tetap,” ucap Jaksa Eksekutor Kejari Malra, Chrisman Sahetapy, kepada wartawan, Selasa, 8 Mei 2018.

Dijelaskan, dalam salinan putusan Kasasi yang diterima Pengadilan Tipikor Ambon, MA menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada ketiga terpidana selama dua tahun, dan membayar denda masing-masing sebesar Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Untuk uang pengganti sebagai kerugian keuangan negara, terpidana Saifudin Nuhuyanan dibebankan memba­yar Rp 20 juta sub­sider dua bulan kurungan, sedangkan terpidana Azis Fidmatan dibebankan memba­yar Rp 45 juta sub­sider dua bulan kurungan, sementara terpidana Marthin J. Souhoka dibebankan membayar Rp Rp 26.992.000 sub­sider dua bulan kurungan.

Dalam kasus ini, lanjut Sahetapy, sisa satu terpidana yang belum sempat dieksekusi, yakni mantan Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Tual, Akib Hanubun. Dalam putusan kasasi MA, Hanubun divonis dua tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan, serta dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 15 juta sub­sider dua bulan kurungan.

“Sisa terpidana Akib Hanubun yang belum sempat kami eksekusi, tapi kami sudah layang surat panggilan. Intinya, yang bersangkutan tetap kami eksekusi menyusul tiga rekan lainnya,” ujar Sahetapy,” jelas Sahetapy.

Untuk diketahui, proyek pembangunan SMAN Tayando Tam dibiayai APBD Kota Tual tahun 2008 senilai Rp 1.240. 000.000. Pekerjaannya amburadul karena tidak sesuai bestek. Hal itu diperkuat dengan hasil pemeriksaan ahli dari Dinas PU Tual. Akibatnya negara dirugikan sebesar Rp 319 juta. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top