NEWS UPDATE

Jaringan Indihome Kembali Normal 26 September

Tak Ada Denda Pembayaran Sampai 25 September

 

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, – GANGGUAN jaringan yang terjadi pada PT. Telkom yang berdampak pada buruknya layanan Indihome yang dirasakan masyarakat di daerah ini bukan merupakan unsur kesengajaan pihak Telkom, namun karena gangguan kabel backbone dimana trafiknya yang harus melalui teknis Singapura putus pada kedalaman 20 meter dengan jarak 1, 5 kilometer dari darat.
Kendati begitu, General Manager PT. Telkom Witel Maluku, Haris Setyawan mengatakan pihak Telkom menargetkan jaringan akan kembali normal pada 26 September 2021.
”Tentunya sampai saat ini sedang ada progres untuk perbaikan jaringan yang putus.
Terkait perbaikan gangguan jaringan kita akan update terus. Tangal 26 September kita harapkan layanan sudah kembali normal,” katanya kepada Rakyat Maluku, Selasa 21 September 2021.

Ia mengakui saat ini upaya perbaikan belum seratus persen pulih untuk wilaya Maluku juga sebagian besar Kalimantan dan Jawa.
Untuk wilayah timur Indonesia masih dikerjakan dengan dua kegiatan yang namanya rerouting, yaitu memindahkan trefik di jalur, ke jalur-jalur yang lain agar tetap mengalir walaupun terasa sangat lambat namun masih bisa digunakan.

“Prioritas kita yang pertama untuk layanan seluler, masyarakat tidak banyak mengeluh terjadi gangguan, penggunaan WhatsApp masih jalan. Ini karena masih menggunakan backbone yang sama, backbone itu kan jaringannya besar, yang untuk seluler kita lewatkan ke situ, sebagian sudah lancar buktinya WhatsApp bisa dipakai, beberapa aplikasi menggunakan seluler juga bisa digunakan,”ujarnya.

Selain rerouting, pihaknya juga memperbesar kapasitas karena harus mengetahui bahwa server atau layanan layanan yang digunakan masyarakat itu tidak melulu ada di luar negeri.

Ada beberapa server dan lain-lain tertentu termasuk Telkom sendiri ada di Jakarta tetapi karena traffic ini lagi stuck macet maka pengalihan roting tracking menyebabkan beberapa layanan bisa jadi berpengaruh secara keseluruhan.

“Misalkan layanan payment yang terganggu, karena pembayaran melalui metode media-media lain atau di luar Telkom. Atau aplikasi pembayaran yang mengalami kendala karena kemungkinan selama ini kita tidak pernah menyadari bahwa pelayanan itu justru harus muter keluar lebih dulu baru sampai ke server. Itu yang menyebabkan layanan kita, khususnya host to host di luar Telkom terkendala,” bebernya.

Ia mengakui, untuk pembayaran tarif Indihome yang juga sempat teranggu sehingga pelanggan tidak bisa membayar, saat ini masih mengestimasi dengan adanya keputusan batas pembayaran sampai tanggal 25 September dan tidak di denda.

“Artinya dalam waktu lima hari kedepan kita mengestimasi kira-kira layanan kita sudah normal atau belum, sehingga hanya akan diisolir setelah tanggal 26 September. Kalau sampai dengan tanggal 25 September kita tunggu tapi kalau ternyata tanggal 25 masih belum beres tentu kita akan perpanjang lagi sampai dengan masalah ini terselesaikan. Kami juga tidak akan membuat masyarakat dirugikan dengan tidak membayar karena terkena isoliran,” bebernya.

Dia juga mengaku gangguan jaringan ini ikut berpengaruh untuk satuan pendidikan dan pelayanan masyarakat termasuk seleksi CPNS. Terkait hal ini, Telkom sudah melakukan komunikasi termasuk dengan seluruh Kominfo di seluruh wilayah pemerintah kota.

“Kita selalu intens komunikasi, menginformasikan, ada hal yang sedang kita kerjakan tetapi kita tidak bisa menjamin, kita sampaikan secepatnya pada waktu terjadi putus gangguan itu dalam waktu singkat trafik seluler bisa kita pindahkan. Kami juga sampaikan bahwa fakta di lapangan seperti ini kondisinya. Juga upaya maskimal yang telah kita lakukan di Maluku, sehingga keputusan mengenai masalah pelaksanaan itu kita kembalikan ke masing-masing,” ungkap dia.

Ia juga membantah adanya informasi bahwa saat ini internet di Maluku nebeng dari Papua.
”Tidak ada istilah internet Maluku dari Papua, terlihat jaringan kabel optik di seluruh dunia terdapat banyak sekali jaringan fiber optik yang berada di bawah laut di Indonesia. Ada beberapa operator. Beberapa pemilik khusus untuk wilayah timur di Indonesia. Sampai dengan tahun lalu baru Telkom yang memiliki fiber optik dari Papua sampai Sulawesi melalui jalur dari Manado, Kendari. Ke timur ada dua kaki dan kemudian ada lagi satu jaringan dari pemerintah yaitu jaringan Palapa Ring,” ulasnya.
Ditambahkan, ada tiga Palapa Ring, Palapa Ring Barat Palapa Ring Tengah dan Timur. Jjaringan Palapa ring milik pemerintah itu membentang untuk wilayah timur Indonesia dari dari Wetar, Nusa Tenggara terus ke Wilayah Maluku Tenggara ke bawah sampai ke bagian bawah Papua melingkari leher dunia.
”Telkom satu-satunya operator di Indonesia yang mau membangun jaringan background untuk melayani wilayah timur, namanya SMP CS Sulawesi Maluku Papua. Pusat marine kabel sistem ini, jaringannya yang digunakan oleh seluruh layanan Telkom group yang ada di wilayah timur membentang dari Jayapura sorong ke Merauke kemudian masuk ke Ambon lalu pecah ke arah Manado. Ada juga yang ke arah Kendari.

Jadi, tegasnya lagi, tidak benar bahwa jaringan internet Maluku nebeng dari Papua, karena jaringannya secara fisik satu tetapi menggunakan link masing-masing dan sebenarnya kita sudah memiliki itu sendiri,” cetusnya.

--------------------

Berita Populer

To Top