Uncategorized

Kampanye Terbatas yang tak Bisa Dibatasi

– Protokol Covid-19 di Pilkada MBD

Seminggu lagi tahapan kampanye dalam Pilkada serentak tahun 2020 akan berakhir. Kendati berjalan lancar, namun pelaksanaan kampanye terbatas karena Covid-19 sulit ditaati di lapangan. Berikut beberapa fakta ketika wartawan koran ini selama dua minggu mengikuti proses kampanye di Maluku Barat Daya (MBD), kabupaten yang oleh Polri dinilai rawan protokol kesehatan bersama Kabupaten Buru Selatan.

Laporan: Jonathan Madiuw
AMBON

RakyatMaluku.com – HAMPIR semua lokasi kampanye di MBD diatur agar diisi peserta kampanye tidak lebih dari 50 orang. Ini dilakukan oleh ketiga pasangan calon kepala daerah yang berkontestasi, masing-masing pasangan nomor 1, Nikolas Kilikily-Desianus Orno, pasangan nomor 2, Benyamin Thomas Noach-Agustinus Lekwardai Kilikily dan pasangan nomor 3 dari jalur perseorangan, John Leunupun-Dolfina Markus.

Namun ketika proses kampanye berlangsung, kerumunan warga tidak bisa dibendung. Jika lokasi kampanye ada dalam ruangan, maka warga berjubel di depan pintu dan jendela, mereka antusias menyaksikan orasi dari pasangan calon dan para juru kampanye.

”Kami tidak bisa melarang warga, karena mereka ini rata-rata adalah pendukung fanatik dari pasangan nomor 2 Benyamin Thomas Noach-Agustinus Lekwardai Kilikily. Mereka bahkan mengatur sendiri penjemputan, ketika kami tiba dengan speed boat di pelabuhan,” kata Jonathan Kainama SH, ketua tim hukum pasangan yang dikenal dengan jargon Benyamin-Ari ini.

Menurut Kainama PKPU Nomor 10 Tahun 2020 tetap menjadi acuan dalam pelaksanaan kampanye pasangan Benyamin-Ari, dimana areal untuk kampanye hanya disediakan bagi 50 orang saja.

MBD memang daerah kepulauan, bakan di pulau besar seperti Pulau Wetar yang berdekatan dengan Timor Leste sekalipun, akses dari desa ke desa lebih banyak menggunakan speed boat. Itu karena akses jalan darat belum tersedia.

Yang menarik, khusus untuk Pulau Kisar, Pulau Romang dan Wetar, tradisi cium hidung harus tetap dilakukan dalam setiap perjumpaan, terutama kepada pasangan Benyamin-Ari. Itu karena Benyamin Noach adalah putra Pulau Kisar. Apa lagi setiap penyambutan selalu dilakukan secara adat.

Dikalungi kain tenun adat, minum sopi (minuman tradisonal beralkohol), pegangan tangan, kemudian mencium hidung.

Sejauh ini MBD memang masih tergolong kabupaten zona hijau. Di kampung-kampung, pada pulau-pulau yang tergolong terpencil protokol kesehatan Covid-19 tetap diterapkan, tetapi tidak pada ritual adat.

Sekolah di wilayah ini tetap melaksanakan tatap muka seperti biasa, demikian pula dengan perkantoran pusat kabupaten dan pusat-pusat kecamatan. Tempat cuci tangan dan imbauan menggunakan masker serta jaga jarak tetap ditemui.

Partisipasi pasangan calon bersama timnya dalam menaati protokol kesehatan pun tetap terlihat. Pada setiap kampanye, dilakukan pembagian masker kepada warga yang datang tanpa masker, baik yang duduk dalam lokasi kampanye, maupun warga yang ikut hadir, sekedar untuk menyaksikan di sputaran lokasi kampanye.

Pasangan calon bersama tim sebelum memasuki lokasi kampanye juga selalu mencui tangan pada tampat yang disediakan.

Hanya saja, soal kerumunan di luar lokasi kampanye saja yang tidak bisa diatur.

Sebagaimana yang terjadi saat pasangan Benyamin-Ari berkampanye di Pulau Kisar, dua pekan lalu. Tiba di pelabuhan Pantai Nama, pasangan ini sudah disambut puluhan ribu warga. Ratusan kenderaan roda dua dan puluhan mobil berkonvoi mengiringi pasangan ini menuju lokasi kampanye yang disiapkan di rumah calon bupati Benyamin Noach. Maklum, Noach sebagai incumbent disambut sebagai anak yang pulang kampung.

Calon bupati yang terkenal sederhana ini memang sangat dekat dengan rakyatnya. Karena itu, tidak heran kalau warga sangat antusias menyambut dirinya bersama calon wakilnya.

Mungkin ini penyebabnya, ada penilaian dari Polri, sebagaimana yang dipaparkan Kapolri Jenderal Pol Idam Aziz, MBD tergolong kabupaten yang rawan protokol kesehatan. Selain MBD, Kapolri juga menyebutkan Buru Selatan tergolong rawan.

Kendati begitu, kita berharap agar Pilkada di MBD bisa berjalan dengan baik, dan kabupaten ini tetap pada zona hijau sampai selesai pesta demokrasi dilaksanakan tanggal 9 Desember 2020. Bahkan seterusnya. (**)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top