AMBONESIA

Kapolda Tatap Muka Dengan Warga Leihitu

Kapolda Maluku - Irjen Polisi Andav Budhi Revianto

RakyatMaluku.com – KONFLIK yang kerap terjadi antar warga di Jazirah Leihitu, dan untuk mendamaikan kedua kampung yang bertikai, membutuhkan proses panjang.Menyikapi masalah di Kecamatan Leihitu, Kapolda Maluku Irjen Polisi Andav Budhi Revianto langsung bertahap muka dengan masyarakat di sana.

Selain Kapolda, ada juga Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal, Ketua DARD Malteng Ibrahim Ruhunusa, Dandim 1504 PULAU Ambon Letkol Inf Fendri Navyanto Raminta, dan Kapolres Ambon AKBP Sutrisno Hady Santoso, Rabu, 9 Mei.

Pertemuan itu diberi nama Bakumpul Bacarita ini dipusatkan di Polsek Leihitu. Dalam pertemuan tersebut, para tokoh di jazirah meminta sopir dimusnahkan karena menjadi sumber masalah.

Mereka juga meminta setiap konflik yang terjadi untuk segera diselesaikan. Sehingga warga tidak lagi takut melewati dari konflik. Pun penegakan hukum bagi orang-orang tang membuat kekacauan sehingga ada efek jerah.

Menanggapi keluhan warga, Kapolda Maluku mengatakan sebagai provinsi yang dikenal sebagai negeri para raja-raja dengan jiwa Pela Gandong dan semangat Masohi, tentunya menjadi cermin kehidupan tali persaudaraan di Maluku,khusunya bagi masyarakat yang ada dijazira Leihitu.

Hal ini tentunya harus dimaknai oleh masyakat Leihitu, untuk berjanji tidak lagi saling bermusuhan antar sesama kelompok maupun antar kampung yang ada di Jazirah Leihitu.

“Sebagai bentuk pelayan Polri kepada mas­ya­rakat,saya telah memberikan nomor HP saya kepada masyarakat untuk saling bertukar informasi mengenai situasi Kamtibmas yang ada di Maluku. Untuk penanganan masalah miras jenis sopi yang menjadi salah satu biang pemicu terjadinya bentrokan di masyarakat Leihitu, Polda Maluku dalam koordinasinya dengan Pemerintah Provinsi Maluku dan DPRD Maluku, sedang merancang sebuah regulasi Peraturan Daerah (Perda) tentang penanganan Sopi,”tutur Jenderal bintang dua ini.

Prinsipnya, lanjut Kapolda, peranan dan tugas dari kepolisian adalah menjaga kamtibmas, dan dititik beratkan pada penanganan sopi, karena menjadi salah satu pemicu terjadinya bentrokan.

“Berbicara secara umum, Jazirah Leihitu ini kan mencatat beberapa sejarah konflik yang dalam dinamika di masyarakat Leihitu masih ada beberapa hal yaitu terkait dengan masalah sosial yang berimplikasi masalah gangguan Kamtibmas. Sehingga tentunya ini menjadi perhatian dari TNI/Polri bersama dengan pemangku kepentingan yang ada di masyarakat Leihitu untuk mencari solusi terbaik dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif,aman,tertib,bagi masyarakat Leihitu,” kata Kapolda.

Ia mengatakan bahwa persoalan Leihitu, akan menjadi pembahasan di internal Polda Maluku, untuk bagaimana pertikaian tidak terulang lagi.

“Dalam Pemolisian saat ini dikenal dengan Community Polisi,dimana untuk menciptakan situasi Kamtibmas di Jazira Leihitu, masyarakat harus menjadi polisi bagi diri sendiri. Kemudian bersinergi dengan aparat Kepolisian secara proaktif dalam melakukan komunikasi sosial yang tentunya akan didukung oleh rekan-rekan TNI,” tandasnya. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top