Uncategorized

Karantina Cegah Corona Ala Raja Negeri Hitu

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Kebijakan yang ditempuh pemerintah Negeri Hitu ini patut ditiru oleh negeri/desa lain di Maluku. Betapa tidak, sebanyak 32 warga yang kembali ke kampung halamannya di Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, langsung dikarantina di salah satu sekolah yang sudah disediakan pemerintah negeri selama masa 14 hari.

Warga Hitu yang datang dari luar daerah Maluku ini menjalani karantina terpisah dari keluarganya, untuk mencegah wabah Coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang sedang menerpa dunia. Pemilihan lokasi sekolah, lantaran di sekolah juga tidak ada aktifitas belajar-mengajar atau sedang diliburkan.

Kebijakan karantina ini diberlakukan Raja Negeri Hitu, S. Pelu, S.Sos, bersama staf, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, mengingat isolasi mandiri di rumah masing-masing dinilainya kurang maksimal. Sebab, isolasi mandiri masih berpeluang adanya kontak langsung antara warga yang baru dari luar daerah dengan keluarganya.

Menurut Pelu, isolasi mandiri setiap warga yang baru tiba dari luar Maluku untuk berbaur di satu rumah, jauh lebih berdampak negatif, meskipun orangnya tampak sehat. Apalagi, kalau warga tersebut pernah tinggal di daerah yang terdampak wabah Covid-19. Mestinya, isolasi mandiri yang dilakukan selama 14 hari itu, dipisahkan dari keluarganya. Dengan begitu, ketika warga yang baru dari luar Maluku itu terjangkit, maka tidak menular kepada keluarganya.

“Kalau orang itu diizinkan langsung pulang ke rumahnya, lalu, di rumahnya ada keluarga, pastinya mereka saling berinteraksi. Makan bersama dan tidur berdampingan. Mereka akan hidup berbaur. Semua orang yang pulang ini percaya diri bahwa barang ini, (maksudnya wabah Covid-19_red) tidak ada dalam dirinya, padahal mereka dari daerah yang terpapar. Kalau ditanya, tidak ada yang mengaku dan alasannya beragam. Resiko ini jauh lebih berbahaya. Sangat rawan. Untuk itu, langkah yang kami ambil sebagai solusi dalam mencegah warga Hitu pada umumnya dari wabah ini. Kebijakan ini diterima sangat positif oleh warga,” kata dia kepada Rakyat Maluku, kemarin.

Meskipun warganya itu dikarantina selama 14 hari, bukan berarti tidak mendapat perhatian. Justeru, Pemerintah Negeri Hitu bersama warga menjamin pelayanan yang prima kepada warga yang menjalani karantina.

Kebijakan ini, mendapat sambutan positif dari warga Hitu, dengan langsung melarang keluarganya yang baru dari luar daerah untuk kembali ke rumah, sebelum menjalani karantina 14 hari di tempat yang sudah disediakan.

Awalnya, Pelu bersama tim hanya memprediksi sebanyak 15 warga yang kembali ke Hitu dari luar Maluku. Setelah kebijakan ini diberlakukan, ternyata meningkat hingga 32 orang.

“Tadi, bahkan ada satu warga dari Bandara, dan orang tuanya langsung meminta dia untuk tidak mampir di rumah, tapi langsung menempati lokasi karantina yang sudah disediakan Pemerintah Negeri Hitu. Keluarganya cukup membawa kebutuhan atau perlengkapan tinggal selama masa karantina.”

Ditambahkan, agar warga yang menjalani karantina dan terpisah dari masyarakat umum ini tetap nyaman, kata Pelu, maka pihaknya telah menyediakan fasilitas yang sangat memadai, untuk membuat warganya itu tetap nyaman selama menjalani masa karantina. Misalnya, untuk komunikasi warga tetap lancar, disediakan internet gratis via nirkabel (Wi-Fi).

Sementara untuk makan dan minum, seluruhnya ditanggung pemerintah negeri. Selain menyediakan hal itu, pemerintah negeri juga dibantu dengan tenaga medis dan aparat keamanan dari TNI dan Polri setempat, untuk memastikan warga yang menjalani masa karantina benar-benar terjaga, aman dan sehat. Usai menjalani masa karantina selama 14 hari, baru kemudian warga tersebut dapat dipulangkan ke rumahnya untuk kumpul bersama keluarga dan tinggal bersama.

“Masalah ini tidak boleh dipandang bulu. Siapapun yang baru tiba di negeri Hitu, harus dikarantina dan tidak boleh ada pilih kasih. Kebijakan ini harus tegas dan tidak boleh ada kompromi. Intinya, kita sebagai manusia harus ikhtiar. Dan, kebijakan ini bagian dari ikhtiar. Urusan lainnya, Allah SWT punya kuasa,” tekan Pelu.

Raja Hitu berharap, kebijakan yang diambil ini sebagai langkah untuk membantu pemerintah dalam mencegah wabah Covid-19, yang saban hari mencabut nyawa manusia di belahan dunia, termasuk di Indonesia. Tak saja itu, ia juga berharap agar kebijakan yang diambil dapat menjadi contoh bagi pemerintah negeri/desa lainnya di Maluku, untuk bersama-sama mendukung pemerintah dalam mencegah masuknya wabah Covid-19 di Maluku, dan lebih khusus di setiap negeri/desan atau dusun.(*)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top