NEWS UPDATE

Kasihan, Kuota P3K Guru Madrasah Hanya Empat Orang

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, — Kementerian Agama (Kemenag) RI resmi merilis jumlah kuota formasi sebanyak 9.495 untuk guru madrasah pada seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) pada tahun 2021. Jumlah kuota itu tersebar di 30 provinsi minus Provinsi Kalimantan Utara, Gorontalo, Papua dan Papua Barat.


Mirisnya, dalam pembagian kuota itu, Provinsi Maluku hanya dijatahi empat orang. Sementara, dipastikan ribuan guru honor di Maluku menggantungkan harapannya untuk menjadi Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kontrak itu.

Menyikapi jumlah kuota yang jauh dari rasionalitas itu, Pengurus Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku, Gafar Bahta mengatakan, penetapan empat kuota bagi Maluku itu membuktikan lemahnya presure dari Kakanwil Kementerian Agama Maluku, Jamaludin Bugis.
Menurutnya, proses seleksi P3K untuk mengakomodir kepentingan umat dalam hal ini abdi pendidik yang berstatus honor adalah jauh lebih penting ketimbang mengurus persoalan persoalan lain, salah satunya Majelis Taklim yang belakangan ini didengungkan hingga ke tingkat desa. “Memang apa yang dilakukan Kakanwil Kemenag Maluku Jamaludin Bugis itu tidak salah, tapi ada hal-hal urgen yang mestinya menjadi atensi serius, ” ujar Bahta, Minggu, 28 Maret 2021.

Dengan ditetapkannya kuota empat orang untuk Maluku, kata dia, membuktikan ketidakseriusan Kakanwil Kemenag Maluku memperjuangkan kepentingan masyarakat Maluku. “Yang harus dipertanyakan, langkah- langkah apa saja yang sudah dilakukan Kakanwil Kemenag Maluku, Jamaludin Bugis itu. Apakah beliau pernah ke pusat memperjuangkan atau hanya mengurus hal-hal lain. Kita tidak bisa menapikan upaya Kakanwil yang saat ini memperjuangkan penetapan status Embarkasi Haji Antara (EHA) Maluku.Tapi bagi kami, kepentingan dan harapan tenaga pendidikan di Madrasah yang selama ini mendedikasikan diri mereka mestinya harus diperjuangkan,” tukasnya.

Menurutnya, apa yang ditetapkan Pusat memang menjadi kewenangan pusat. Tetapi, harus ada upaya-upaya lain dengan menggunakan pendekatan rasional untuk meminta jatah tersebut dinaikan. Bukan sebaliknya menerima keputusan Pempus.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, kuota yang diberikan kurang lebih mendekati 3000 orang. Tentu, ini menjadi harapan besar bagi para guru honor dan kontrak di masing-masing satuan pendidikan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Hal itu tidak terlepas dari upaya -upaya yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku dengan berbagai pendekatan logis dan rasional.

Sebelumnya kata Bahta, Kemendikbud hanya memberikan kuota sebanyak 500 orang untuk Maluku. Namun, pihak Dinas pun mengambil keputusan dan memperjuangkannya ke Pusat. Alhasil, perjuangan itu diamini dan kuota untuk Maluku ditambah hingga mendekati 3.000 orang.

Kakanwil kata dia, mestinya mengikuti jejak yang ditempuh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, agar dapat memperjuangkan kepentingan umat terkhusus tenaga guru honor, kontrak yang selama ini ikut berkontribusi besar bagi pendidikan di madrasah.

Bahta membandingkan, kinerja mantan Kakanwil Fesal Musaad yang kerap membuat terobosan-terobosan besar dengan memperjuangkan apa yang menjadi kepentingan daerah ini. Misalnya, perjuangan tambahan kuota haji, perjuangan penambahan kuota formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga berbagai perjuangan lain yang patut diberikan apresiasi. “Banyak contoh yang kita lihat dengan mata kepala. Betapa berhasilnya beliau memimpin Kanwil Kemenag Maluku. Dan ini tak bisa kita pungkiri, ” tambah Bahta.

Bagi Bahta, keberhasilan pemimpin harus diukur secara konprehensif, dimana keberhasilan itu tidak saja berarti berhasil membangun sarana prasarana, tetapi juga menyentuh pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya SDM pada madrasah.

Kakanwil Agama Provinsi Maluku, Jamaluddin Bugis yang coba dikonfirmasi via ponselnya terkait minimnya kuota guru kontrak tidak berhasil. Ponsel miliknya berada di luar service area. (CIK)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top