HUKRIM

Kasus Pencemaran Nama Baik Mantan Sekda SBT Masuk Jaksa

Kasat Reserse Krimanal Polres Seram Bagian Timur, Iptu La Beli

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

RAKYATMALUKU.COM – SBT, – Kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan mantan sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Dr. Syarif Makmur ke pihak kepolisian Polres SBT akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri setempat pada Kamis, 17 Juni 2021.

Kepolisian melimpahkan kasus ini ke kejaksaan setelah berkas dan barang bukti dinyatakan lengkap atau P21. Hal ini diungkapkan kepala satuan Reserse Krimanal Polres Seram Bagian Timur, Iptu La Beli kepada wartawan di markas kepolisian kemarin.

“Kasus ini dilaporkan oleh mantan sekda Seram Bagian Timur pak Syarif Makmur. Saat ini perkaranya sudah P21 dan hasil koordinasi dengan jaksa penuntut umum hari ini (Kamis) jam 02 WIT akan dilaksanakan penyerahan tahap 2,” kata dia.

Kata dia, setelah proses penyerahan tersangka dan barang bukti kepolisian hanya tinggal menunggu penetapan waktu persidangan di pengadilan Negeri Dataran Hunimua. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pelapor yang saat ini sudah bertugas dikantor Kementrian Dalam Negeri di Jakarta agar bisa hadir di Kota Bula ketika dibutuhkan dalam persidangan.

“Berkasnya sudah lengkap, setelah penyerahan tersangka dan barang bukti, kita tinggal menunggu dari jaksa untuk selanjutnya disidangkan. Nanti kita koordinasikan dengan pelapor yang saat ini sudah melaksanakan tugas di Jakarta,”ungkap La Beli.

Kata dia, dalam kasus ini polisi menjerat tersangka dengan pasal 310 dan 311 ayat 1 kitab undang-undang pidana (KUHP) dengan ancaman pidana paling lama 4 tahun dan 9 bulan. “Kita kenakan pasal 310 dan 311 kemudian petunjuk dari jaksa penuntut umum (JPU), kita gandengkan dengan undang-undang ITE. Ancaman 311 itu paling lama 9 bulan sedangakan pasal 310 paling lama 4 tahun. Sementara UU ITE paling lama 4 tahun,”jelasnya.

Kasus ini sebelumnya dilaporkan Dr. Syarif Makmur yang saat itu masih menjabat sekda pada 2020 lalu. Makmur melaporkan kasus ini karena merasa dirugikan lantaran beredar sebuah video yang menyudutkan dirinya.

Dalam video yang sempat menghebohkan publik Seram Bagian Timur (SBT) itu, tersangka yang merupakan sekeretaris dinas Kesehatan SBT, Ridwan Muhammad Yusuf Malaka mengaku, telah diminta uang sebesar Rp. 100 juta oleh Syarif Makmur untuk memuluskan Surat Keputusan (SK) pengangkatan dirinya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) kepala kadis Kesehatan.

Penetapan Malaka sebagai tersangka, setelah penyidik Polres SBT beberapa waktu lalu melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi, masing-masing dua ASN dan satu warga masyarakat.

Selain tiga saksi ini, penyidik juga telah meminta keterangan dari Dr. Syarif Makmur selaku pelapor dan Plt Kadis Kesehatan Ridwan Malaka selaku terlapor. Penyidik juga memiliki alat bukti lainnya berupa print out link berita salah satu media online, video rekaman milik Plt Kadinkes.

“Berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang dikantongi penyidik, maka penyidik telah miliki alat bukti yang cukup untuk Malaka ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kasat Reskrim Polres SBT IPTU La Bely kepada seperti dilansir salah satu media online beberapa waktu lalu. (*)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top