HUKRIM

Keluarga Makatian, Dukung Gelar Perkara Kasus Pencemaran Nama Baik

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, – Kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan ancaman kekerasan terhadap mantan Kepala Desa (Kades) Makatian, Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Kepulaun Tanimbar yang telah dilaporkan oleh O.A. Kudmasa ke Polres Kepualaun Tanimbar mulai diproses penyidik.

Berdasarkan Surat Pemberitahuan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP), Perkara dengan Nomor : B/130/IX/2021/Satreskrim, tanggal 30 September 2021 itu menyebutkan bahwa Penyidik dan Penyidik Pembantu yang menangani perkara tersebut akan melakukan gelar perkara.

Bob Kudmasa, S.H salah satu anak dari pihak Pelapor mengatakan, pihaknya sangat mendukung proses gelar perkara atas kasus tersebut oleh pihak penyidik dari Polres setempat sesuai SP2HP tanggal 30 November 2021 itu.

Dia juga mengaku akan terus mengawal perkara tersebut hingga betul-betul tuntas. “Rencananya pihak Penyidik akan melakukan gelar perkara hari ini, Kamis 21 Oktober 2021. Atas nama Keluarga, Kami mendukung penuh proses gelar perkara itu,” ujar Bob Kudmasa, S.H.

Dia berharap, agenda gelar perkara ini dapat berjalan dengan baik dan lancar hingga ada penetapan tersangka pada terhadap para pelaku yang diduga telah mencemarkan nama baik serta mengancam mantan kepala desa setempat.

Bon mengapresiasi upaya yang dilakukan penyidik Polres Kepulauan Tanimbar yang telah melakukan pemeriksaan, baik terhadap pihak pelapor, terlapor, dan juga sejumlah saksi atas perkara tersebut.

“Ada dua oknum yang dilaporkan ke pihak kepolisian setempat dalam perkara tersebut berdasarkan bukti dan pengakuan para saksi,” terangnya.

Mereka diduga melakukan pencemaran nama baik dan ancaman kekerasan terhadap mantan kepala desa di media sosial, baik lewat akun facebook maupun WhatsApp dan juga lewat video yang beredar.

“Kami harap gelar nanti, Pihak Penyidik segera menetapkan tersangka sesuai dengan 2 (dua) alat bukti serta pengakuan para saksi,” tutur dia.

Sebab, jika dikaitkan dengan Pasal yang dilaporkan, mereka diduga kuat dengan jelas dan terang memenuhi unsur dugaan tindak pidana, sehingga harusnya ditetapkan tersangka.

Bob yakin, pihak penyidik tidak akan main-main dan akan bekerja secara profesional dalam menangani perkara ini, demi menegakkan keadilan hukum bagi pihak korban.

“Kami yakin penyidik pasti profesional sesuai misi Polri Presisi, bahwa akan menegakkan hukum secara profesional, objektif, proporsional, transparan dan akuntabel untuk menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan,” ungkapnya.

Sebelumnya, perkara dengan Surat Nomor: SP Lidik//100/VIII/2021/Satreskrim, tanggal 02 Agustus 2021 (dalam hal ini adalah Pengaduan/Laporan ke dua) yang diduga kuat dilakukan oleh para terlapor melalui media sosial akun Facebook, Whatshaps grup maupun rapat yang termuat dalam rekaman video telah dilaporkan pada tanggal 15 Februari 2021.

Laporan kedua disampaikan pada tanggal 26 Juli 2021. Laporan tersebut kini telah ditangani oleh Penyidik Polres Kabupaten Kepulauan Tanimbar. (**)

--------------------

Berita Populer

To Top