HUKRIM

Korupsi Di BPJN Maluku, Jaksa Periksa Pembuat Body Speed Boat

RakyatMaluku.com – TIM Penyidik Kejaksaan Tinggi (Ke­jati) Maluku melakukan peme­riksaan terhadap pemilik galangan kapal sekaligus pembuat body speed boat inisial F, sebagai saksi da­lam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan speed boat pada Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara (Malut) tahun anggaran 2016. Edit date and time

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Maluku Samy Sapulette, saksi F diperiksa untuk mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu akan membuat terang suatu perbuatan tindak pidana yang terjadi, serta menemukan tersangkanya ditahap penyidikan.

“Benar, hari ini (kemarin, red) pemilik galangan kapal sekaligus pembuat body speed boat inisial F, hadir menjalani pemeriksaan sebagai saksi di ruang pidana khusus Kejati Maluku,” ucap Samy, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Kamis, 19 Juli 2018.

Dijelaskan, dalam pemeriksaan yang berlang­sung selama dua jam, sejak pukul 11.00 – 13.00 Wit, saksi F dicecar 16 pertanyaan oleh Jaksa Penyidik Ye Oceng Almahdaly, menyangkut pembuatan dua unit speed boat yang dianggarkan sebesar Rp 4 miliar lebih oleh BPJN Wilayah XVI Maluku dan Malut tahun 2016.

“Saksi ini ditanya seputar dugaan pembelian dua unit Speed Boat yang sudah jadi oleh Direktur CV Damas Jaya inisial A.M.M selalu rekanan pelaksana proyek. Sebab, dalam dokumen kontrak disebutkan dua unit speed boat tersebut haruslah dibuat atau dibangun, bukan membeli yang sudah jadi,” jelas Samy.

Untuk diketahui, pada tahun 2015 BPJN Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara mendapat alokasi dana sebesar Rp 4 miliar lebih. Dana tersebut diperuntukan guna pengadaan dua unit speed boat. Setelah melalui proses pelelangan, CV. Damas Jaya dinyatakan sebagai pemenang.

Dalam perjalanannya, CV Damas Jaya tidak mengerjakan proyek tersebut sesuai dokumen. Dimana dalam dokumen kontrak disebutkan kedua unit speed boat tersebut haruslah dibuat atau dibangun. Namun CV. Damas Jaya selaku rekanan proyek tersebut malah membeli dua unit speed boat yang sudah jadi.

Kedua unit speed boat tersebut dibeli CV. Damas Jaya seharga Rp 1,2 miliar per unitnya. Jadi total anggaran yang digunakan CV. Damas Jaya guna membeli dua unit speed boat tersebut adalah sebesar Rp 2.4 miliar. Sisanya sebesar Rp 1,6 miliar lebih tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh Direktur CV. Damas Jaya. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top