HUKRIM

Korupsi, Pendamping Dana Desa Kilwaru Dihukum 1 Tahun 10 Bulan Penjara

RakyatMaluku.com – PENGADILAN  Tipikor Ambon men­jatuhkan hukuman pidana penjara kepada Pendamping dana desa di Desa Kilwaru, Kecamatan Seram Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) M. Tahir Kallean, selama satu tahun 10 bulan (1,10), dan membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan.

Sebab, perbuatan terdakwa M. Tahir Kallean terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi alokasi dana desa (ADD) di Desa Kilwaru tahun 2015 sebesar Rp 113.619.000 dari total anggaran sebesar Rp 270 juta.
“Menyatakan, perbuatan terdakwa M. Tahir Kallean terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang- Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ucap majelis hakim yang diketuai Pasti Tarigan, saat membacakan amar putusannya, di Pengadilan Tipikor Ambon, Senin, 7 Mei 2018.

Hukuman yang dijatuhi majelis hakim itu lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang sebelumnya menuntut terdakwa selama satu tahun enam bulan (1,6) penjara, dan membayar denda sebesar Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan.

Untuk diketahui, saat berstatus tersangka, M. Tahir Kallean sempat melarikan diri dari pemeriksaan Jaksa Penyidik selama 15 bulan dengan status Daftar Pencarian Orang (DPO) yang dikeluarkan sejak 18 Agustus 2016 lalu.

Melalui komunikasi intens antara Kejari MTB dan Kapolres MTB, M. Tahir Kallean akhirnya berhasil ditangkap dari persembunyiannya di wilayah daerah terpencil di Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten MTB, Minggu, 26 November 2017. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top