HUKRIM

KPK Pantau Tiga Perkara Tipikor di Maluku

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, – DIAM-DIAM, ternyata Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sementara melakukan supervisi terhadap tiga perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) di wilayah Provinsi Maluku karena ada aduan dari masyarakat di provinsi seribu pulau ini soal penangannya yang tekesan lamban oleh aparat penegak hukum di wilayah ini, baik di Kejaksaan Tinggi maupun di Polda.

Tiga perkara itu terdiri dari dua perkara yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan satu perkara ditangani Polda.

Setikdanya hal ini terungkap dalam jamuan makam malam, Direktur Koordinasi Supervisi I KPK Brigjen Didik Agung Widjanarko dengan rombongan KPK bersama insan pers di salah satu restaurant di Kota Ambon, Minggu, 31 Oktober 2021.

Kasatgas V.4 Direktorat Korsup Wilayah V KPK, Imam Turmudhi, mengatakan, tiga perkara tersebut resmi ditetapkan untuk disupervisi oleh pimpinan KPK setelah menerima beberapa pengaduan dari masyarakat terkait proses penanganan perkara di Maluku.

“Memang ada beberapa pengaduan masyarakat yang melaporkan proses penanganan perkara di KPK, yang kemudian kita sudah menetapkan tiga perkara untuk kita supervisi,” kata Imam.

Hanya saja, ketika ditanya tiga perkara apa saja itu, Imam enggan mengungkapkannya. Namun ia berharap tiga perkara yang kini masih berproses di tahap penyidikan itu, terus berjalan tanpa ada hambatan.
Sebab, semua hambatan sudah diselesiakan melalui koordinasi dengan berbagai pihak.

“Kita koordinasi dengan Kejaksaan, Kepolisian maupun BPKP, sudah berjalan cukup baik, sehingga segala hambatan sudah kita selesaikan bersama. Proses tiga perkara yang di supervisi itu sekarang sudah mulai berjalan dengan baik,” tuturnya.

“Kita tinggal menunggu saja nanti pengembangan penanganan perkaranya di Kepolisian maupun di Kejaksaan ini,” tambah Imam.

Ketika ditanya lagi apakah salah satu dari tiga perkara itu yang melibatkan mantan kepala daerah di Kabupaten Buru Selatan (Bursel)
dengan diplomatis Imam menjawabnya.

“Kalau informasi itu mungkin teman-teman sudah tau semua di media, apalagi itu kan disampaikan resmi oleh KPK melalui humasnya, Ali Fikri. Kalau mas Ali Fikri sudah menyampaikan di media, itulah apa yang sebenarnya. Namun saya pastikan itu tidak termasuk tiga perkara yang kita supervisi,” jelas Imam.

Dia menjelaskan, perkara yang akan disupervisi atau dikoordinasikan dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan adalah perkara yang ditangani di tahap penyidik maupun penuntutan. Dan pihak yang menangani perkara pasti akan menyampaikan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada KPK.

“Di situ kita lihat, kalau proses perkembangan penanganan perkaranya minimal lebih dari satu tahun, tidak selesai, masih penyidikan, nah itu masuk kriteria oleh pimpinan untuk di koordinasikan agar cepat selesai,” jelas Imam.

“Dan kalau satu tahun itu masih berjalan bisa dikatakan masih wajar, karena mungkin faktor perkaranya cukup sulit atau melibatkan banyak pihak. Jadi, kalau satu tahun masih berjalan itu bukan mandek (berhenti) namanya,” tambahnya.

Direktur Koordinasi Supervisi I KPK Brigjen Didik Agung Widjanarko yang juga mantan Kapolres Ambon, dalam jamuan makan malam itu mengatakan, pihaknya menggelar kegiatan santai dengan wartawan di Ambon ini selain dalam rangka nostalgia, juga memperkenalkan anggota KPK, wilayah V yang membawahi, Papua Barat, Maluku dan NTT kepada para wartawan agar ada komunikasi yang baik sehingga tugas-tugas pemberantasan korupsi, baik itu pencegahan maupun penindakan dapat berjalan semestinya.

”Silahkan bertukar nomor hanphone untuk kedepan bisa saling berkoordinasi karena teman-teman wartawan juga tentunya akan sangat membantu tugas-tugas KPK kedepannya,” kata Didik.

Kesempatan itu, Wakil Pimpinan Redaksi Harian Rakyat Maluku, Jonathan Madiuw menyampaikan terima kasih kepada Brigjen Didik yang sudah bersedia membuka saluran komunikasi yang selama ini mengalami kebuntuan antara media di Maluku dengan KPK.

”Semoga kedepan, saluran komunkasi antara media di Maluku dengan bapak ibu anggota KPK khususnya di wilayah V ini bisa bejalan dengan baik,” harap Jonathan. (**)

--------------------

Berita Populer

To Top