NEWS UPDATE

KPU Maluku Pastikan H-7 Logistik Sampai Ke TPS

RakyatMaluku.com – PERHELATAN politik pe­mi­lihan gubernur-wakil guber­nur Maluku periode 2018-2023 akan dihelat pada 27 Juni. Tidak sampai sebulan, gubernur Maluku lima tahun kedepan pilihan masyarakat akan terwujud.

Tentunya untuk memas­tikan semua pro­ses pe­lak­sanaan pemilihan berjalan dengan baik, maka pemerintah provinsi, bersama KPU dan aparat TNI/Polri, dan Bawaslu melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2018 provinsi Maluku, yang dipimpin Plt. Gubernur Maluku, Zeth Suhuburua yang berlansung di Lt VII Kantor Gubernur.

Rakor yang berlangsung tertutup tersebut, dihadiri seluruh Komisioner KPU Maluku, Ketua-ketua KPU 11 kabupaten/kota, Ketua Bawaslu Maluku dan Panwaslu 11 kabupaten/kota, Kapolda Maluku, Pangda XVI Pattimura, Kapolres dan Dandim 11 kabupaten/kota, serta bupati/walikota se-Maluku.

Syamsul R Kubangun

Usai Rakor, Ketua KPU Maluku, Syamsul R Kubangun kepada wartawan mengatakan, ada bebe­rapa hal prinsip yang dibicarakan dalam Rakor bersama dengan para stakeholder baik eksekutif maupun TNI/Polri dalam rangka menjaga stabilitas dalam pesta demokrasi tersebut.Tapi, lanjut Rifan catatan-catatan penting KPU Maluku menuju proses pengut hitung adalah, saat ini sedang dilakukan proses sortir dan lipat surat suara,”Jadi surat suara yang sudah didistribusikan tersebut sedang disortir dan dilipat, tinggal nanti kita lihat berapa jumlah kertas surat suara yang rusak, atau jumlah surat suara yang lain,” katanya.

Samsul mengaku jika sementara ini belum ada laporan dari KPU kabupaten/kota terkait dengan proses sortir dan lipat kertas suara,”Jadi saat ini belum ada laporan soal hasil sortir. Surat suara yang disortir kemudian dilipat akan ada pengetan, terkait dengan alat kelengkapan lainnya, seperti surat suara, formulir, tinta dll, yang sedang disiapkan KPU kabupaten/kota,” akuinya.

Syamsul memastikan distribusi alat kelengkapan ke daerah-daerah yang sulit dijangkau, akan dilakukan secara maksimal, minimal pada H-7 proses pungut hitung, semua kelengkapan berkaitan dengan proses pengut hitung sudah harus clear.“Berapa daerah yang sulit dijangkau, H-7 logistik sudah harus di TPS,” pungkasnya.

Selain distribusi logistik yang menjadi muatan dari KPU pada Rakor tersebut adalah, persiapan lanjutan tahapan pilkada, yakni debat kandidat seaseon II pada tanggal 20, dan 21 rapat akbar pasangan calon nomor urut satu, nomor urut 2 pada 22 dan nomor urut 3 pada 23. Setelah itu adalah masa tenang.

“Kami juga menyampaikan persiapan lanjutan tahapan pilkada, yakni debat kandidat seaseon II pada tanggal 20, dan 21 rapat akbar pasangan calon nomor urut satu, nomor urut 2 pada 22 dan nomor urut 3 pada 23. Setelah itu adalah masa tenang,” bebernya.

Bagi Syamsul yang menjadi perhatian penting adalah identitas kependudukan yang akan digu­na­kan saat pencoblosan. Selain terdaftar di DPT dan membawa C6, tetapi juga masyarakat harus me­nun­jukan KTP elektronik. Jika tidak maka bisa menunjukkan surat keterangan (Suket) dari Capil, jika tidak maka hak konstitusional untuk menyalurkan suara mereka tidak bisa terpenuhi.

“Terpenting adalah identitas kependudukan yang akan digunakan saat pencoblosan. Selain terdaftar di DPT dan membawa C6, tetapi juga masyarakat harus menunjukan KTP elektronik. Jika tidak maka bisa menunjukkan surat keterangan (Suket) dari Capil, jika tidak maka hak konstitusional untuk menyalurkan suara mereka tidak bisa terpenuhi,” kuncinya. (ASI)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top