KABUPATEN MBD

Lagi, Nara MBD Gelar Diskusi Soal Pariwisata MBD

| Masukan Menarik bagi Pengembangan Pariwisata

RAKYATMALUKU.COM – MBD, – Kesuksesan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) bersama masyarakat menggolkan wisata laut Welora di Pulau Dawera di ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020, dan sebelumnya Gunung Kerbau di API 2019 terus menggairahkan semangat potensi pemuda di wilayah itu, untuk menggali banyaknya potensi pariwisata di kabupaten bertajuk Kalwode yang terkenal dengan panoramanya yang indah.

Sabtu, 17 April 2021, petensi muda MBD yang tergabung dalam Narasi Maluku Barat Daya (Nara MBD) kembali menggelar diskusi webinar melalui zoom meeting yang bertopik ‘Eksistensi Desa Welora dan Masa Depan Pariwisata di Kabupaten Maluku Barat Daya”.

Hadir sebagai narasumber dalam diskusi ini masing-masing, Costannsium Ananaisa Aswaly, S.Pi yang adalah salah sati kepala bidang di Dinas Pariwisata MBD, Yermias Pakniany, MSi, Dosen Pariwisata di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Maluku dan Elvis Salouw ST, M.Arch, Dosen IKBP Karanganyar.

Diskusi yang diikuti 60 peserta itu berjalan lancar dengan moderator Julianti Madiuw yang saat ini tengah mengambil study S2-nya di Boston Amerika.

Ada beberapa point menarik yang terungkap dalam diskusi itu, antara lain, Welora yang semakin terkenal sehingga 9% voters di API 2020 berasal dari luar negeri yaitu Amerika Serikat, Jerman, Prancis Spanyol Singapura, dan Brazil yang juga pengunjung destinasi wisata itu.

Selain itu diusulkan agar pemerintah kabupaten fokus mengembangkan welora dengan menyediakan speedboat khusus dari Tiakur ke Welora serta pengadaan speedboat katamarang (speedboat dengan lantai transparan yang apat menghadirkan pemandangan keindahan bawah laut yang dapat langsung disaksikan oleh penumpang dari dalam speedboat).

Dalam pemaparannya, Yermias Pakniany mengatakan, Desa Welora dapat menjadi rujukan bagi desa-desa lain di MBD untuk mengembangkan potensi destinasi wisata dan untuk itu, keterlibatan dan partisipasi stakeholder sangat dibutuhkan dalam pengembangan potensi yang ada.

Ditambahkan, untuk pembangunan infrastruktur, bisa dimulai dengan saswadaya sehingg abisa memberi point lebih bagi pengembangan desa wisata, selain itu produk-produk lokal, souvenir dan makanan lokal ringan serta kearifan juga penting untuk dipersiapkan.

”Di sini, pemuda diharapkan dapat menjadi agent of change dalam meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan dan kelestariannya, selain itu kerja sama pemangku kebijakan dan masyarakat menjadi titik penting kemajuan desa wisata,” pungkasnya.

Sementara Elvois Salouw dalam pemaparannya mengatakan, Trend wisata covid menjadi perhatian khusus bagi pengembangan sector pariwisata dan wisata alam menjadi primadona dan lebih menarik ketimbang wisata di kota besar karena orang akan lebih nyaman berpergian sendiri dibandingkan bergabung dalam group-group wisata serta cross-border tourism di MBD harus bisa dimanfaatkan karena MBD berada di antara Australia dan Timor Leste.

Ia juga memaparkan tentang efek domino dari cross border yaitu wisata budaya, bawahl aut, heritage dan bentang alam. Aswaly yang dihibungi Rakyat Maluku, tadi malam mengatakan, promosi pariwisata MBD adalah hal yang sangat penting dan hal itu sudah dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata MBD dengan memanfaatkan media sosial, baik itu facebook, isntagram, youtube maupun twitter.

”Melalu organisasi Gerakan Pesona Indonesia (Genpi) Kabupaten MBD yang beranggotakan anak-anak muda, kami gencar melakukan promosi di media sosial,” tadnas Aswali.
Dikatakan, jumlah anggota Genpi MBD sudah cukup banyak dan pihaknya ingin semua potensi muda MBD ikut bergabung di dalamnya sehingga promosi pariwisata MBD semakin gencar dan dikenal sampai ke mancanegara. ”Prinsipnya Genpi bekerja no hoax, no SARA dan no politik,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Nara MBD yang telah menggelar diskusi dan ternyata menurutnya animo generasi muda MBD untuk berdiskusi soal kebaikan negeri MBD ini sangat tinggi.

”Terima kasih atas kepercayaan sebagai narasumber dalam webinar. Untuk 60 orang lebih yang kemarin berpartisipasi dalam kgiatan ini sekaligus banyak memberikan masukan bagi kami dalam pengembangan pariwisata MBD, terima kasih. Semoga diskusi seperti ini terus dilakukan dengan topik dan narasumber yang berbeda,” pungkasnya.

Ditambahkan pula, pihaknya yakin masih, banyak generasi muda MBD yang hebat di luar sana dan ingin mencurahkan pikiran untuk kemajuan negeri ini. ”Saya juga berterima kasih kepada adik pengelola Nara MBD, baik Julianti Madiuw di Amerika selaku moderator dan adik-adik dosen, yang ikut berkontribusi, Elvis Salouw, Thesa Grace Orno dan James Pakniany. Teruslah berkarya bagi negeri,” pungkas dia. (*)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top