NEWS UPDATE

Lebih Dekat dengan Pak Hasan Samual, Tukang Terapi dari Desa Liang

Pak Hasan Samual bersama salah seorang pasien korban kecelakaan lalulintas di Jalan Laksda Leo Wattimena, Ambon, beberapa waktu, lalu. Korban kecelakaan akibat tabrakan dan mengalami patah tulang pada kaki kiri itu kini telah sembuh setelah tiga bulan di bawah perawatan Pak Hasan Samual di Desa Liang, Kab.Maluku Tengah. (Foto: Ahmad Ibrahim/Rakyat Maluku).

Pak Hasan Samual bersama salah seorang pasien korban kecelakaan lalulintas di Jalan Laksda Leo Wattimena, Ambon, beberapa waktu, lalu. Korban kecelakaan akibat tabrakan dan mengalami patah tulang pada kaki kiri itu kini telah sembuh setelah tiga bulan di bawah perawatan Pak Hasan Samual di Desa Liang, Kab.Maluku Tengah. (Foto: Ahmad Ibrahim/Rakyat Maluku).

Selagi Tak Ada Diagnosa Dokter untuk Diamputasi, Saya Bisa Tangani

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, – Namanya Pak Hasan Samual (47). Ia seorang ahli terapi di Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah. Tak semua pekerjaan tukang urut tradisional punya keahlian khusus. Di antara yang punya ketrampilan khusus itu satu diantaranya dimiliki oleh Pak Hasan Samual.

Sudah banyak pasien yang ia tangani berjalan sukses. Entah itu karena patah tulang karena kecelakaan, keseleo, atau syaraf kejepit.

Sejak berusia 26 tahun, Pak Hasan Samual memang sudah mendalami pekerjaan ini. Tradisi yang telah berlangsung secara turun temurun sejak diwarisi dari orang tuanya itu kini mengalir ke Pak Hasan.

Sudah berapa pasienkah yang ia tangani khusus untuk yang patah tulang karena kecelakaan lalulintas atau sebab lain?

“Sudah banyak pak. Ada yang datang dari Sorong, Pulau Seram, Fak-Fak, Merauke, bahkan dari Pulau Jawa,” ujar Hasan Samual, Selasa, (31/8/21).

Kalau yang Anda lihat dalam gambar ini penanganannya hanya butuh tiga bulan. Ini untuk yang patah tulang akibat kecelakaan lalulintas.

“Yang semacam ini sudah biasa saya tangani. Tak perlu khawatir. Selagi tak ada diagnosa dari dokter untuk diamputasi insyaAllah saya bisa terapi,” ujarnya.

Nah, bagi yang syaraf kejepit juga dapat ditangani oleh Pak Hasan Samual. Bahkan ada pasien yang telah menjalani operasi di luar negeri yang secara medis telah divonis dokter akan mengalami kelumpuhan juga bisa ia atasi.

“Ada pasien yang sudah operasi di Malaysia. Ia seorang pengusaha. Tinggalnya di Jakarta namanya Pak Raden Hasan Saputra. Dari hasil rongent ada penyempitan pada syaraf tulang belakangnya. Sudah dioperasi tapi tak sembuh dan terancam lumpuh,” ujarnya.

Sudah lama si pengusaha itu bolak-balik ke dokter bahkan ke ahli terapi di berbagai tempat. Hasilnya sama saja. Bahkan syarafnya terancam tak berfungsi.

Sudah semua provinsi ia datangi untuk mencari pengobatan alternatif. Kecuali di Maluku dan Papua yang belum ia kunjungi.

“Nah, ada teman si pengusaha itu di Ambon mengabarkan kalau ada tukang terapi tulang di Desa Liang bisa dicoba. Yang ia maksud adalah saya (Pak Hasan, red),” kata Pak Hasan Samual.

Mendapat informasi dari temannya bernama Pak Kader asal Kobisonta itu, berangkatlah si pengusaha itu dari Jakarta ke Desa Liang.

Selama satu bulan di bawah penanganan Pak Hasan sang pengusaha itu berhasil sembuh. “Alhamdulillah, setelah sebulan kondisinya berangsur membaik. Ada perubahan. Ia kini telah kembali ke Jakarta,” kata Pak Hasan.

Sebagai bentuk terima kasih, si pengusaha itu menghadiahi Pak Hasan Samual sebuah sumur bor yang bila ditotalkan biayanya lebih Rp 100 Juta.

Si pengusaha itu tahu soal kesulitan air di tempat tinggal Pak Hasan. Melalui temannya di Ambon tadi ia pun mengirimkan uang untuk menghadiahkan Pak Hasan untuk membeli peralatan sumur bor itu.

Sumur ini berada pada kedalaman 80 meter. “Debit airnya setinggi 60 meter di bawah kedalaman air laut,” ujarnya.

Saat saya menjenguk keluarga pasien korban kecelakaan lalulintas di kediamannya, Selasa, (1/6/21), Pak Hasan Samual terlihat mondar-mandir mengawasi pekerjaan pengeboran air di dekat rumahnya.

“Di tempat saya ini memang sering kesulitan air. Kalau musim panas kami sering kekeringan. Maklum tanahnya berkarang. Sejak kedatangan Pak Raden di rumah saya ia menyaksikan kalau di tempat tinggal saya sering kekurangan air,” ujarnya.

Kini setelah tiga bulan proses pekerjaan sumur bor itu Pak Hasan tak lagi kesulitan air. Keluhan air yang selama ini dirasakan Pak Hasan Samual telah terobati setelah airnya mengalir melalui pipa-pipa ke rumahnya. “Air ini akan saya hadiahkan pula ke tetangga. Biar mereka juga menikmati,” ujarnya.

Di rumah tempat tinggalnya itu terdapat tempat pengajian. Setelah sumur bor ini berfungsi dengan baik ia telah berencana membangun Taman Pengajian Alquran (TPQ). “Ini sekaligus untuk amal saya,” ujarnya.(AHMAD IBRAHIM)

--------------------

Berita Populer

To Top