DPRD SBB

Lima Fraksi DPRD SBB Terima Usulan Ranperda Pernyataan Modal jadi Perda

RAKYATMALUKU.COM – SBB, – Lima fraksi di Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menerima usulan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pernyataan Modal kepada Perusahan Perseroan Daerah Saka Mese Nusa untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Pernyataan lima fraksi tersebut disampaikan masing-masing perwakilan pada Sidang Paripurna DPRD SBB, yang berlangsung pada Selasa, 29 Desember 2020.


Hadir pada sidang paripurna tersebut, selain pimpinan DPRD SBB, juga hadir Sekda SBB Mansur Tuharea serta OPD lingkup Pemkab SBB.

Dukungan hanya diberikan lima fraksi tersebut, lantaran tiga fraksi lainnya tidak ikut dalam proses Sidang Paripurna Penyampaian kata akhir fraksi. Hasilnya, hanya lima fraksi tersebut, dan kelimanya mendukung sehingga palu sidang yang dikendalikan Ketua DPRD SBB, Abdul Rasyid Lisaholith, didampingi Wakil Ketua Arifin Podhlan dan La Nyong mengesahkan Ranperda tersebut menjadi Perda.

Tiga fraksi yang tidak turut dalam persidangan akhir itu; Fraksi Demokrat, NasDem dan PDI Perjuangan.

Keputusan sidang dituangkan dalam SK DPRD SBB Nomor : 170/10/KPTS-PIM-DPRD/SBB/2020, tentang Persetujuan Atas Rancangan Peraturan Daerah Penyertaan Modal Daerah kepada Perusahan Daerah Saka Mese Nusa Utama Kabupaten Seram Bagian Barat.

Ketua DPRD SBB Abdul Rasyid Lisaholith dalam sambutannya mengatakan, DPRD SBB lewat pandangan akhir fraksi telah setujui Ranperda tentang penyertaan modal daerah kepada perusahaan daerah Saka Mese Nusa Utama.

Ia berharap, pada waktunya dapat terimplementasi secara baik. Di mana, pemberian dana penyertaan modal sebagai upaya bantuan keuangan bagi perusahaan daerah yang bersumber dari pemerintah daerah.

Maksud penyertaan modal pemerintah daerah, kata dia, merupakan upaya meningkatkan produktifitas pemanfaatan tanah dan atau bangunan serta kekayaan lainnya milik pemerintah daerah dengan bentuk usaha bersama dan saling menguntungkan.

Tentunya, semua memberikan harapan besar bagi badan usaha milik daerah yang telah berbentuk, sehingga ke depan dapat menjadi sumber PAD untuk daerah. “Dan serta dapat berdampak ada peningkatan kesejahteraan seluruh masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat yang kita cinta bersama,” tutup Rasyid. (*)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top